Minggu, 08 April 2012 - 10:59:00 WIB
Kelompok Tani Desa Makamenggit Diklat PertanianKategori: Nusa Tenggara Timur - Dibaca: 445 kali

Baca Juga:Ribuan Siswa dan Guru Ikuti SPKSG dan O2SNBonaran Berpesta Dengan Dana Siluman Rp 5 M Membongkar Proyek Permai Group (6), Pejabat Unsri dan UNJ Tersangka di KejagungPengawas Bangunan di Kecamatan Kalideres Banjir Upeti dari Bangunan Mewah

Sumba Timur, Jaya Pos

Sejumlah 30 orang petani dari Desa Makamenggit, Kecamatan Nggoa, Kabupaten Sumba Timur mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) di Sekolah Lahan Petani Organik (SLPO) yang diprakarsai oleh Ikatan Petani Pengendali Hama Terpadu Indonesia atau (IPPHTI), bekerja sama dengan DKH dan Gereja Kristen Sumba (GKS).

Kegiatan ini bertujuan, bagaimana melihat kehidupan ekonomi para petani Desa Makamenggit yang mayoritasnya hidup bertani dan kehidupan ekonominya dalam garis kemiskinan. “Sudah dua tahun berturut-turut gagal panen karena iklim yang tidak mendukung dan kemarau panjang. Sehingga alternative untuk menyambung hidup terpakasa masyarakat masuk hutan untuk mencari ubi hutan (iwi) untuk diolah jadi makanan,” kata salah seorang tokoh Desa Makamenggit kepada Jaya Pos.

Menurut pembimbing SLPO Rahmat Bahwa, tujuan SLPO ini adalah menjadikan seorang petani yang mandiri, petani yang bisa memimpin dan petani peneliti. “Di sini kami melatih bagaimana sistim pola bertani yang baik. Maka, pola tanam yang diterapkan adalah merubah pola tanam padi dari yang biasanya, yakni tanam tidak beraturan menjadi anakan padinya banyak dan pola baru yang diajarkan adalah pola SRI, yaitu tanam satu pohon dengan ukuran 25X30/27X30 cm biasanya mendapat 1 Ha benihnya dua setengah karung. Tapi dengan pola SRI, lahan 1 Ha, benih padi yang disiapkan hanya 7kg.

Sistim pemupukannya adalah kembali kepada alam. Artinya, memanfaatkan sesuatu yang tidak berharga menjadi sberarti dan berguna,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengajarkan cara membuat pupuk cair/mol cair (mikro organik lokal) cair. Salah satu bahannya adalah urea organik lokal dan pupuk NPK padat. Bahan dasarnya adalah urine manusia. “Untuk pestisida nabati juga, kami ajarkan dan telah kami praktekkan untuk pencegahan penyakit dan hama pada padi.

Pola tanam padi SRI dengan satu-satu pohon sangat tepat dan penghematan bibit,” tambah Rahmat.

Salah satu anggota SLPO Markus Dedungara menuturkan, di saat kami diterapkan pola tanam SRI setelah 49 hari setelah tanam, ternyata dari satu anakan padi berkembang sampai 50 dan 60 anakan padi. “Bayangkan, sangat luar biasa, selain pola tanam SRI, kami juga diajarkan untuk mengetahui keadaan tanah unsur hara, ke asaman tanah, dan tanaman apa yang cocok dengan kondisi tanah.

Kami diarahkan untuk meneliti apa sebabnya tanaman merana, penyakit dan bagaimana penanggulangannya dengan menggunakan pestisida nabati/local,” ujarnya.

Masih menurut Markus, mereka harus paham dan kenali tingkat serangan hama/ penyakit, baru diadakan tindakan penyemprotan pestisida nabati. “Kami juga diajarkan pembuatan pupuk kompos atau padat juga, itu dilatih dan di praktek.

Sekarang kami lagi menerapkan pola tanam S.R.I di lahan pribadi kami dengan penggunaan pupuk organik yang telah kami dapat ilmunya dari dosen pembimbing IPPHTI.

Bagi kami, sebagai petani sangat bersyukur dan berterima kasih kepada IPPHTI, DKH dan GKS Waingapu, sebab dengan adanya program SLPO ini, kami para petani telah menemukan mutiara kehidupan di dalam tanah yang kami olah sebagai petani,” ungkapnya. Bud


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59358)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51235)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (32430)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14705)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13995)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13834)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13591)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13004)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9845)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9011)
Bedah JayaposRekanan Chevron Diduga Gunakan BBM BersubsidiPekanbaru, Jaya Pos PT ACS (Asrindo Citraseni Satria) merupakan rekanan Chevron Pacifik Indonesia dalam ...


SHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruGus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ?Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR Proyek U-ditch Dukuh Menanggal III Terindikasi dicurangi Pejabat Pemeriksa, Dinas Tutup Mata?Diduga Oknum DPRD Labuhanbatu Kerjakan Proyek Siluman di Kecamatan PangkatanDugaan Kegiatan Fiktif di Desa Kedung Bocok
Laporan KhususPemkab Humbahas Raih WTP dari BPK RI Perwakilan SumutPemkab Humbahas menerima 3 kali WTP secara berturut-turut, ini semua dipersembahkan untuk masyarakat Humbang ...


Patik Dalam Kehidupan Batak Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018 Pemkab OKI Gelar Safari RamadhanKedua Kalinya, Sergai Raih WTP dari BPK RIPemilu Sudah Usai Saatnya Duduk Bersama Membangun Daerah