Sabtu, 14 April 2012 - 11:15:33 WIB
Oknum Pemkab Tapteng Ciptakan Pengalihan Isu Kasus Korupsi BonaranKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 466 kali

Baca Juga:Penasihat Presiden SBY Terperangkap Korupsi Alkes Membongkar Gurita Korupsi PG (Bag 7), Robert Sinurat dan PT Nuratindo 'Merampok' Ratusan Miliar Jakarta Barat Siaga Banjir Satu Heriyanto Cs Malah PelesiranKapolres Labuhanbatu Diminta Tangkap Pelaku Penembakan di TKP Air Bersih

- Dijakarta, KPK Minta Didesak Tangkap Bonaran

Sibolga, Jaya Pos

Kasus dana siluman Rp 5 miliar yang digunakan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Bonaran Situmeang untuk me­ngadakan pesta rakyat tahun lalu terus meruncing. Sikap Bo­naran yang memilih diam lantaran tak mampu menjelaskan asal usul dana tersebut, mem­buat masyarakat Tap­teng, Sumatera Utara menjadi berang.

Minggu ini, ratusan warga Tapteng yang berada di Jakarta akan mengadakan aksi unjuk rasa di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna mendesak Abraham Samad dkk segera me­na­ng­kap Bonaran Situmeang. Ti­d­ak hanya perantau, sejumlah warga juga telah datang dari Tapteng ke Jakarta mendesak KPK segera menahan Bo­naran.

Terbongkarnya kasus Pesta Rakyat Tapteng dengan menggunakan dana misterius Rp 5 miliar, membuat situasi politik di Tapteng memanas. Masyarakat yang sebelumnya mendukung Bonaran duduk sebagai Bupati menggantikan Tuani Lumban Tobing yang dinilai gagal selama 10 tahun memimpin, kini mencaci Bonaran.  “Kalau dia (Bonaran) benar, harus dia jelaskan kepada masyarakat atas pemberitaan ini. Kami kecewa bila begini ternyata hati nurani Bupati. Berpesta pora dengan biaya Rp 5 miliar, tapi Tapteng ini akhirnya dijual murah kepada pengusaha-pengusaha,” kata Hutauruk, seorang warga di Pandan Tapteng kepada Jaya Pos mengomentari isu miring yang dituduhkan kepada Bonaran.

Lebih lanjut dia katakan, bila benar Bupati menggunakan dana haram untuk mengadakan pesta, maka hal itu akan menimbulkan kemarahan besar bagi rakyat Tapteng yang telah memilih Bonaran dengan tulus bahkan rela berkorban baik dana  maupun waktu.
“Bupati harus ingat, kami mendukungnya dulu dengan uang kami sendiri. Jadi kalau Bupati curang kepada kami, hati-hati, rakyat akan marah,” tandas pria berumur 40 an tahun itu.

Tuduhan korupsi kepada Bonaran di tengah perjalanannya sebagai Bupati yang masih seumur jagung memang mengejutkan masyarakat Tapteng. Telak, kasus ini membuat orang-orang di sekitar Bonaran kebakaran jenggot. Sumber Jaya Pos di Pandan mengatakan, orang-orang dekat Bupati berupaya menciptkan pengalihan isu agar kasus ini tertutup.

Bahkan sejumlah aktivis dan pegiat anti korupsi di Tapteng menuding aksi demo menentang Wakil Bupati Tatpeng Sukran Jamilan Tanjung yang dilakukan Aliansi Masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah Peduli Hukum (AMTPH) pada Rabu (11/4) lalu di Kantor Bupati Tapteng diduga sebagai aksi pengalihan isu kasus Bonaran yang sengaja diciptakan orang-orang dekat Bonaran.

Aktivis dari Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Pengawas Birokrat (LSM Demawasbi) Provinsi Sumatera Utara (Provsu), Juslinda kepada Jaya Pos dengan gamlang mengatakan, aksi demo tersebut merupakan pengalihan opini yang mungkin ditunggangi oleh orang-orang tertentu.

“Aksi demo dengan isu yang tidak substansial dan terkesan mengada-ada tersebut bertujuan agar masyarakat tidak meminta pertanggung jawaban dari Raja Bonaran Situmeang terkait sumber dana pesta rakyat yang dapat menjerat dirinya dalam permasalahan gratifikasi,” kata Juslinda.

Menurutnya, saat ini perhatian masyarakat Tapteng telah terkonsentrasi pada pembuktian sumber dana pesta rakyat Rp 5 miliar yang digunakan Bonaran Situmeang, apalagi kasus tersebut telah sampai ke KPK.  “Itu hanya pengalihan opini masyarakat Tapteng saja. Yang tadinya opini masyarakat terfokus pada meminta pertanggungjawaban dana pesta rakyat sekira Rp 5 miliar dicoba dialihkan dengan isu murahan berupa statemen perluasan Kota Sibolga dari Wabup Tapteng,” ungkapnya.

Sebelumnya diketahui aksi demo AMTPH itu mengecak Wakil Bupati Tapteng, Sukran Jamilan Tanjung yang mendukung perluasan Kota Sibolga dan menyerahkan sebagian daerah Saio Sakato (Sahata Saoloan Seia Sekata).

Didanai Oknum Pemkab?

Lagi, aksi demo AMTPH itu ternodai oleh isu negatif. Pasalnya, sejumlah orang yang ikut dalam aksi demo mengaku dibayar oleh seseorang untuk ikut meramaikan aksi. Bahkan seorang warga Kecamatan Sitahuis yang tidak mau disebutkan namanya mengakui sengaja didatangkan oleh oknum Plt Kabag Humas Pemkab Tapteng untuk meramaikan aksi demo tersebut dan ia tidak tahu menahu apa yang mereka sampaikan dalam demo itu. Sebagai imbalan atas partisipasinya, mereka difasilitasi transportasi, makan siang berupa nasi bungkus dan uang saku senilai Rp 50.000 per orang.

“Upah ini cukup layak karena kehadiran kami hanya setengah hari dan uang tersebut sudah lebih dari cukup untuk membeli tuak. Selesai demo, kami langsung makan dan menerima imbalan jasa lalu segera pulang,” kata dia.

Plt Kabag Humas Pemkab Tapteng, Iwan Sinaga ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya terkait penyebutan namanya sebagai pendana aksi demo tersebut, ia membantah bila dirinya sebagai donatur. 50RM1N/SG-86


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59646)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51491)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49337)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14977)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14074)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13805)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13301)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11849)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9274)
Bedah JayaposPunya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorSumber, Jaya Pos Seakan tak pernah jera, sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon diduga ...


Pengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka Baru
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres