Minggu, 15 April 2012 - 14:55:12 WIB
Terbukti Penipuan dan Pencucian Uang Scot Donovan David Dituntut 13 Tahun PenjaraKategori: Jakarta - Dibaca: 1432 kali

Baca Juga:Terseot-Seot Hadiri Persidangan, Majelis Hakim Sarankan Terdakwa BerobatCSR Dihindari Perusahaan di GarutBNN Warning Pejabat Pagaralam Pengguna NarkobaPolres Majalengka Terima 30 Unit Motor Bantuan Gubernur Jawa Barat

Jakarta, Jaya Pos

Scot Donovan David L (37), dituntut oleh Jaksa Emilwan Ridwan, dan Tubsir dengan pidana penjara selama 13 tahun, minggu lalu di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Gusrizal. Disamping itu, terdakwa scot Donovan juga membayar denda sebesar Rp 1 milyar subsidair 6 bulan kurungan.

Jaksa Emilwan Ridwan dalam tuntutannya menyatakan, terdakwa Scot Donovan David terbukti melakukan penipuan secara bersama-sama, dan tindak pidana pencucian uang secara bersama-sama, sebagaimana pasal 378 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan pasal 3 UU RI No. 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pada sidang sebelumnya, Jaksa Emilwan Ridwan menuduh terdakwa Scot Donovan David  bersama saksi Philip Hartanto alias Alif Tjandra Koesoema, dan saksi Rachmat Kurniawan alias Iwan Brawidjaya (keduanya menjadi terdakwa dalam berkas perkara tersendiri), pada 26 Agustus 2010, di Kantor PT Ilhung Muliasarana di One Pacific Place 15/F SCBD Jl Jend Sudirman Jakarta Selatan, membuat surat palsu atau memalsukan dokumen.

Menurut jaksa, awalnya pada Januari 2010, di Citratand, Jakarta Barat, terdakwa Scot Donovan bertemu dengan saksi Philip Hartanto. Pada pertemuan tersebut terdakwa mengajak saksi Philip untuk bergabung dengan perusahaan yang bergerak di bidang ekspor impor. Saat itu, terdakwa menyampaikan akan membeli sebuah perusahaan yaitu PT Ilhung Muliasarana, dimana saksi Philip akan dijadikan komisaris di perusahaan itu.

Selanjutnya, masih pada Januari 2010, di Jl Gorontalo V No. 22B, Tanjung Priok, Jakarta Utara, terdakwa bersama saksi Philip dan saksi Rachmat, yang juga dihadiri oleh Jesse Dermawan Limaran selaku orang kepercayaan terdakwa, dan Mulyadi (DPO) mengadakan pertemuan untuk membahas penjualan biji nikel, dan rencana pembelian perusahaan PT Ilhung Muliasarana.

Untuk proses penjualan ekspor nikel ke Cina, dalam pertemuan disepakati terdakwa sebagai broker untuk mencari penyandang dana. Sedang saksi Philip bersama saki Rachmat, masing-masing akan dijadikan Komisaris dan Direktur Utama PT Ilhung Muliasarana.

Untuk persyaratan pembelian atau akta perubahan PT Ilhung Muliasarana, Mulyadi (DPO) mempersiapkan surat-surat berupa KTP masing-masing. Setelah pertemuan di Jl Gorontalo, pada 5 Februari 2010, saksi Philip dihubungi oleh saksi Rachmat untuk pergi ke kantor Notaris Zainal Abidin, yang beralamat di Jl.  Duri Tol No. 56 B Rt 005/01, Duri Kepa, Jakarta Barat, dalam rangka  menandatangani akta  tentang pernyataan  keputusan rapat PT. Ilhung Muliasarana, dimana dalam Akta tersebut terjadi pengalihan (penjualan) saham milik Ny Riskita kepada saksi Philip sebanyak 30 lembar saham yang menjadi komisaris. Sedangkan saksi Rachmat dijadikan direktur utama dengan kepemilikan saham sebanyak 70 lembar saham.

Setelah membeli PT Ilhung Muliasarana dan berusaha mencari investor, pada Maret 2010, terdakwa dikenalkan dengan saksi Edward Pravinata oleh Kotot Kaharudin dari PT  Wijaya Karya Intrade. Dalam perkenalan tersebut, terdakwa menawarkan agar saksi Edward mencarikan penyandang dana untuk eksport nikel ke Cina.

Pada April 2010, saksi Edward memperkenalkan terdakwa dengan saksi Sukito Gunawan selaku Direktur PT DS Jaya Abadi. Terdakwa minta agar saksi Sukito, mau menjadi penyandang dana untuk eksport nikel ke Cina. Selanjutnya terdakwa mempresentasikan konsep bisnis eksport Nikel ke Cina, yang membutuhkan penjamin di bank untuk membuka Surat Kredit Berharga Dalam Negeri (SKBDN).

Terdakwa mengatakan, pihak PT. DS Jaya Abadi tidak perlu mengucurkan dana, yang dibutuhkan  hanya SKBDN yang dibuka oleh PT. DS Jaya Abadi.

Pada 18 Juni 2010, di kantor PT Ilhung Muliasarana, saksi Sukito Gunawan dan saksi Rachmat Kurniawan menandatangani surat kontrak perjanjian kerjasama. Selanjutnya pada 28 Juli 2010, terdakwa membuka surat berupa Purchase Contract antara PT DS Jaya Abadi dengan Wenzhou Union Corporation Development Co.LTD.

Kemudian saksi Sukito Gunawan membuka jaminan  berupa Bank Garansi (SBLC) sebesar USD 49.000. Setelah diterbitkannya SKBDN, pada 26 Agustus 2010, terdakwa memerintahkan agar saksi Rachmat membuat dan menyiapkan surat-surat palsu, yaitu Packing List, Certificate of Orgin, Certificate of Quality, Certificate of Weight, Provisional Invoice, dan Comercial Invoice.

Menurut  Jaksa, perbuatan terdakwa Scot Donovan David bersama saksi Philip Hartanto alias Alif Tjandra Koesoema, dan saksi Rachmat Kurniawan alias Iwan Brawidjaya yang telah membuat surat-surat palsu, telah merugikan saksi Sukito Gunawan secara materil sebesar USD 2.650.000, dan secara imateril nama baik PT.DS Jaya Abadi menjadi jelek dimata Wenzhow Union Corporation Development Co. LTD.

Sementara di ruang sidang yang sama, terdakwa Philip Haryanto alias Alif Tjandra Koesoema dan terdakwa Rachmat Kurniawan alias Iwan Brawidjaya, dituntut oleh Jaksa Emilwan ridwan dan Tubsir, masing-masing dengan pidana penjara selama sepuluh (10) tahun. RS


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66341)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60952)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52715)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18422)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16278)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15540)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15263)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14952)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14711)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10931)
Bedah JayaposProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKetapang, Jaya Pos Proyek Peningkatan Jalan Pelang-Batu Tajam yang dilaksanakan oleh PT Marga Mulya senilai ...


Kejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan MulusPetugas Tahanan Kejari Kabupaten Bandung Amankan Pembesuk Bawa SabuDaud Pasaribu SH, : Fakta Persidangan, Objek Perkara Merupakan Harta Warisan Ibu Sinap Untuk PoniyemDewan Kunjungi Proyek 2.2 Milyar, Pelaksana Tuding Bekas PPK Persulit MerekaMerasa Dirugikan, Afrets Elat Melaporkan Keluarga Tumbel ke Polresta Manado
Laporan KhususKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanCatatan Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) Menurut beberapa sumber penelitian, para ilmuwan, setelah ...


DPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021Kabid Humas Polda Sulsel Silaturrahmi Dengan Wartawan MarosEbid Diana Putra: Kita Akan Wujudkan Masyarakat SejahteraPemkab Sukabumi Kembali Pertahankan Opini WTPBupati Gumas Lantik 12 Pejabat Struktural Kecamatan Manuhing