Minggu, 15 April 2012 - 15:03:31 WIB
Sudin PU Tata Air Jaksel Harus Profesional dan VisionerKategori: Jakarta - Dibaca: 641 kali

Baca Juga:Terbukti Penipuan dan Pencucian Uang Scot Donovan David Dituntut 13 Tahun PenjaraTerseot-Seot Hadiri Persidangan, Majelis Hakim Sarankan Terdakwa BerobatCSR Dihindari Perusahaan di GarutBNN Warning Pejabat Pagaralam Pengguna Narkoba

Jakarta, Jaya Pos

Kepala Suku Dinas PU Tata Air Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan serta jajaranya, harus profesional serta visioner dalam penataan air. Sehingga dari waktu ke waktu, masyarakat semakin nyata, dapat merasakan hasil pembangunan penataan air. Sebab, anggaran untuk unit ini tidaklah sedikit. Dan perlunya pemilahan rekanan kontraktor berdasarkan kinerja.

Hal tersebut diungkapkan Bob, seorang memerhati lingkungan, yang sangat prihatin melihat kinerja Sudin PU Air Jakarta Selatan. Bob mengatakan, pertimbangan berdasarkan usulan, pantauan, kejadian, serta jumlah anggaran menjadi rangkaian kemasan yang disajikan kepada publik untuk dinikmati.
 

Namun selama bulan April saja, kata dia, Jakarta Selatan telah beberapa kali terkepung air, akibat besarnya curah hujan. Tidak sedikit warga yang stress. Banjir dan genangan air, bukan semata karena faktor alam, tetapi bisa juga akibat kinerja yang tidak profesional.

Mereka harus dapat mempertanggung jawabkan setiap pekerjaan proyek dengan kualitas baik, dan apakah pembangunan tersebut dapat dipertanggung jawabkan secara lingkungan, sangat perlu. Meskipun saat ini masyarakat bersabar, namun besar kemungkinan, warga akan melakukan gugatan. “Disebabkan, kerugian materil, maupun inmateril, akibat banyaknya aliran air tersumbat,” ungkapnya.

LSM Pidjar Keadilan juga sangat menyoali kinerja Sudin Tata Air Jakarta Selatan. Melalui Ketua DPP Bidang Politik, Sormin, menegaskan, dengan investigasi kelapangan, pihaknya menemukan banyak kejanggalan pelaksanaan pekerjaan proyek penataan air. di pemkot. “Kita sudah kirimkan surat resmi ke Sudin PU Tata Air Jakarta Selatan, namun sampai saat ini belum menjawab surat tersebut,” paparnya.

Dirinya pun menyoroti penggunaan anggaran pemeliharaan yang terkesan disimpan. Dengan banyaknya aset tata air yang tidak terpelihara baik, serta pembangunan yang tidak bermanfat dalam penanggulangan banjir dan genangan air di Jakarta Selatan.

Kepala Seksi Rencana Teknis (Rentek) PU Air Jakarta Selatan, Deddy menepis dugaan tersebut. Deddy menjelaskan, bahwa mereka memiliki mekanisme dalam pelaksanaan tender dan pelaksanaan pekerjaan proyek, yang selalu mengacu kepada Peraturan pemerintah.

Demikian juga mengenai anggaran pembangunan dan pemeliharaan, berdasarkan ilustrasi dan mekanisme, sangat mendahulukan yang urgen dalam mengatasi banjir dan genangan air. “Kita menerima usulan dari mitra, maupun berdasarkan usulan warga. Namun, dalam prakteknya harus memperhitungkan anggaran yang tersedia,” katanya.

Menurutnya, karena musim banjir tahun ini, sekitar 30% anggaran sudah terserap untuk menguras saluran, perbaikan turap, serta biaya perbaikan dan operasional pompa air. Kenyataan tersebut memerlukan kebijakan penghematan anggaran sampai akhir tahun. “Seperti usulan warga Petogogan dalam pembuatan tanggul. Selain kalinya masih sempit, hal itu juga merupakan program jangka panjang dalam kewenangan pemerintah pusat, dan memerlukan anggaran besar,” ujarnya.

Terkait banjir yang melanda warga Ulu Jami, Jakarta Selatan, Deddy akan membicarakan dan melakukan koordinasi dengan Kasudin Tata Air Jakarta Barat. Banjir tersebut, menurutnya karena saluran di wilayah Jakarta Barat tersumbat. “Jika menyangkut proyek drainase, yang menurut dugaan publik, banyak tidak sesuai spesifikasi, mungkin pak Nelson akan menjelaskan,” ucapnya. Namun, entah ada sesuatu, entah hal lain, Nelson sudah menghilang dari ruanganya.Rap


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66356)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60952)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52715)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18422)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16278)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15540)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15263)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14952)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14712)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10931)
Bedah JayaposProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKetapang, Jaya Pos Proyek Peningkatan Jalan Pelang-Batu Tajam yang dilaksanakan oleh PT Marga Mulya senilai ...


Kejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan MulusPetugas Tahanan Kejari Kabupaten Bandung Amankan Pembesuk Bawa SabuDaud Pasaribu SH, : Fakta Persidangan, Objek Perkara Merupakan Harta Warisan Ibu Sinap Untuk PoniyemDewan Kunjungi Proyek 2.2 Milyar, Pelaksana Tuding Bekas PPK Persulit MerekaMerasa Dirugikan, Afrets Elat Melaporkan Keluarga Tumbel ke Polresta Manado
Laporan KhususKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanCatatan Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) Menurut beberapa sumber penelitian, para ilmuwan, setelah ...


DPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021Kabid Humas Polda Sulsel Silaturrahmi Dengan Wartawan MarosEbid Diana Putra: Kita Akan Wujudkan Masyarakat SejahteraPemkab Sukabumi Kembali Pertahankan Opini WTPBupati Gumas Lantik 12 Pejabat Struktural Kecamatan Manuhing