Senin, 16 April 2012 - 15:05:20 WIB
TKI Asal NTT Terlantar di SambasKategori: Nusa Tenggara Timur - Dibaca: 366 kali

Baca Juga:Pencairan Dana Siluman di PT Pos MajalengkaData Penduduk Miskin di Kota Sukabumi Tidak ValidSuara Kaset Walet di Lingkungan Sekolah Mencemaskan Pelaksanaan UAN MU Menjaga Jarak 5 Poin Dengan Mancherter City setelah Mengalahkan Aston Villa 4-0

Sambas, Jaya Pos

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Kecamatan Kota Raja, yakni Yandry Riwoe Parereboh usia 21 tahun, terlantar di Kabupaten Sambas,  akibat lari dari perusahaan perkebunan kelapa sawit di Malaysia karena mengalami sakit dan tidak tahan bekerja sebagai menjadi buruh kasar di perkebunan tersebut, hingga memilih untuk meninggalkan tempat dia bekerja.

Sementara itu, menurut penjelasan Kepala Bidang (kabid) Sosial Dinas Sosnakertrans Kabupaten Sambas, H Muhammad Satono SSos.I, bahwa. Kapolsek Sambas menyerahkan Yandry kepada pihak Dinas Sosnakertrans Kabupaten Sambas dengan surat keterangan yang lengkap dari Kapolsek dan sekarang Yandry yang berasal dari Desa Airnona Rt 16/Rw 04 Kecamatan Kota Raja Provinsi NTT, telah ditampung oleh pihak Dinas Sosial. “Untuk pemulangan Yandry, TKI asal NTT ke tempat asalnya akan segera diproses melalui administrasi sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ujar H Muhammad Santono saat dikonfirmasi Jaya Pos di ruang kerjanya,

Menurutnya, ini merupakan sebuah pembelajaran bagi paraTKI yang ingin bekerja keluar negeri, haruslah berfikir terlebih dahulu dengan matang dan jangan mudah terpengaruh rayuan manis dengan gaji yang sangat menggiurkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. “Jika ingin bekerja secara legal (sah), harus melengkapi administrasinya seperti paspor dan si pembawa tenaga kerja benar-benar orang yang dikenal dan mau bertanggung jawab,” katanya.

Saat ditemui Yandry mengatakan bahwa sebelum dirinya berangkat meninggalkan kampung halamannya, dia telah dijanjikan oleh pembawa tenaga kerja di Malaysia, perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan gaji perbulan 500 ringgit Malaysia. “Saya bekerja di tempat tersebut hanya bisa bertahan selama 3 minggu lamanya, akhirnya saya tidak tahan karena mengalami sakit untuk melakukan pekerjaan tersebut dan mengambil keputusan untuk lari dari perusahaan itu, akhirnya saya nyasar di Kabupaten Sambas. Untung saja pihak Kepolisian Sambas peduli dan baik hati terhadap saya,” ungkapnya.

Kejadian yang dialami oleh Yandry, adalah sebuah pembelajaran yang patut diambil contoh bagi para TKI yang lainnya untuk bekerja di negeri orang, jangan terbujuk rayuan manis oleh si pembawa tenaga kerja yang tidak bertanggung jawab. Buhairi


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59358)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51235)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (32424)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14704)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13995)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13834)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13591)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13003)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9845)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9011)
Bedah JayaposRekanan Chevron Diduga Gunakan BBM BersubsidiPekanbaru, Jaya Pos PT ACS (Asrindo Citraseni Satria) merupakan rekanan Chevron Pacifik Indonesia dalam ...


SHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruGus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ?Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR Proyek U-ditch Dukuh Menanggal III Terindikasi dicurangi Pejabat Pemeriksa, Dinas Tutup Mata?Diduga Oknum DPRD Labuhanbatu Kerjakan Proyek Siluman di Kecamatan PangkatanDugaan Kegiatan Fiktif di Desa Kedung Bocok
Laporan KhususPemkab Humbahas Raih WTP dari BPK RI Perwakilan SumutPemkab Humbahas menerima 3 kali WTP secara berturut-turut, ini semua dipersembahkan untuk masyarakat Humbang ...


Patik Dalam Kehidupan Batak Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018 Pemkab OKI Gelar Safari RamadhanKedua Kalinya, Sergai Raih WTP dari BPK RIPemilu Sudah Usai Saatnya Duduk Bersama Membangun Daerah