Senin, 16 April 2012 - 15:05:20 WIB
TKI Asal NTT Terlantar di SambasKategori: Nusa Tenggara Timur - Dibaca: 332 kali

Baca Juga:Pencairan Dana Siluman di PT Pos MajalengkaData Penduduk Miskin di Kota Sukabumi Tidak ValidSuara Kaset Walet di Lingkungan Sekolah Mencemaskan Pelaksanaan UAN MU Menjaga Jarak 5 Poin Dengan Mancherter City setelah Mengalahkan Aston Villa 4-0

Sambas, Jaya Pos

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Kecamatan Kota Raja, yakni Yandry Riwoe Parereboh usia 21 tahun, terlantar di Kabupaten Sambas,  akibat lari dari perusahaan perkebunan kelapa sawit di Malaysia karena mengalami sakit dan tidak tahan bekerja sebagai menjadi buruh kasar di perkebunan tersebut, hingga memilih untuk meninggalkan tempat dia bekerja.

Sementara itu, menurut penjelasan Kepala Bidang (kabid) Sosial Dinas Sosnakertrans Kabupaten Sambas, H Muhammad Satono SSos.I, bahwa. Kapolsek Sambas menyerahkan Yandry kepada pihak Dinas Sosnakertrans Kabupaten Sambas dengan surat keterangan yang lengkap dari Kapolsek dan sekarang Yandry yang berasal dari Desa Airnona Rt 16/Rw 04 Kecamatan Kota Raja Provinsi NTT, telah ditampung oleh pihak Dinas Sosial. “Untuk pemulangan Yandry, TKI asal NTT ke tempat asalnya akan segera diproses melalui administrasi sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ujar H Muhammad Santono saat dikonfirmasi Jaya Pos di ruang kerjanya,

Menurutnya, ini merupakan sebuah pembelajaran bagi paraTKI yang ingin bekerja keluar negeri, haruslah berfikir terlebih dahulu dengan matang dan jangan mudah terpengaruh rayuan manis dengan gaji yang sangat menggiurkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. “Jika ingin bekerja secara legal (sah), harus melengkapi administrasinya seperti paspor dan si pembawa tenaga kerja benar-benar orang yang dikenal dan mau bertanggung jawab,” katanya.

Saat ditemui Yandry mengatakan bahwa sebelum dirinya berangkat meninggalkan kampung halamannya, dia telah dijanjikan oleh pembawa tenaga kerja di Malaysia, perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan gaji perbulan 500 ringgit Malaysia. “Saya bekerja di tempat tersebut hanya bisa bertahan selama 3 minggu lamanya, akhirnya saya tidak tahan karena mengalami sakit untuk melakukan pekerjaan tersebut dan mengambil keputusan untuk lari dari perusahaan itu, akhirnya saya nyasar di Kabupaten Sambas. Untung saja pihak Kepolisian Sambas peduli dan baik hati terhadap saya,” ungkapnya.

Kejadian yang dialami oleh Yandry, adalah sebuah pembelajaran yang patut diambil contoh bagi para TKI yang lainnya untuk bekerja di negeri orang, jangan terbujuk rayuan manis oleh si pembawa tenaga kerja yang tidak bertanggung jawab. Buhairi


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59194)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51030)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (18581)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14355)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13800)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13501)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13426)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12799)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8819)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8772)
Bedah JayaposGerombolan Pencuri TBS Dan Berondolan Kelapa Sawit PTPN III Aek Nabara Semakin BeringasLabuhanbatu,  Jaya Pos Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  Pemantau Kinerja Aparatur Negara ...


Tiga Proyek Senilai Rp 4,2 M Bermasalah, Inspektorat Ketapang Tunggu Perintah Bupati Selain Tidak Difungsikan, Bangunan Pasar Pollung Diduga Mengandung Tanah GambutJaka Marhaen SH : Keterpurukan Hukum di Mata Masyarakat Pencari KeadilanPersoalan Letak Tanah Poktan KCS dan Kebun Milik K Handoko, Seharusnya Urusan Dokumen di Desa BumbunPenyidik Polresta Bukittinggi Terkesan Tidak Profesional, Dua Kali Jaksa Tolak SPDP TersangkaKurang Etis Terhadap Wartawan, Forum Wartawan OKI Sesalkan Sikap Bupati IskandarKoordinator BPP Kecamatan Kamang Magek Diduga Kerahkan Massa Ketika Wartawan Lakukan Investigasi Ten
Laporan KhususDialog Dengan Penerima Bansos PKH dan BPNT Di Bangka Belitung, Ini Pesan Presiden Joko WidodoKhusus untuk Kota Pangkalpinang, Mensos menjelaskan Bansos Tahap I sebesar Rp. 5.081.825.000, di peruntukkan ...


Disdukcapil PALI Sosialisasi Kebijakan Kependudukan Tingkatkan Kualitas Pelayanan AdmindukBupati PALI Resmikan Fungsi Gedung SD10 KIM Bangka Ikuti Kegiatan Pemberdayaan Tingkat ProvinsiKejari Kabupaten Bandung Tingkatkan Pelayanan Dan Siap Menuju WBK Dan WBBMBupati Labusel Buka Acara Sosialisasi E-Perizinan DPRD Depok Paripurnakan Hasil ResesDuet Irdinansyah Zuldafri Bertabur Prestasi