Selasa, 17 April 2012 - 17:32:26 WIB
Masyarakat Tapanuli Tengah Demo Didepan Kantor KPK Minta Ketua KPK Tangkap Bonaran SitumeangKategori: Sumatera Utara - Dibaca: 11068 kali

Baca Juga:Diguga Istri Berselingkuh Rumah Tangga Jadi BerantakanDiduga Selingkuh dan Mengancam Utama Halim Melapor ke Polda MetroDiduga Ketua RW 09 Ugal-ugalanJalan Penghubung Dua Kecamatan Rusak Parah

Jakarta, Jaya Pos

Tak lebih dari ratusan orang  masyarakat Tapanuli Tengah yang berdomisili dijakarta  Selasa Siang (16/04/2012) mendatangl kantor KPK meminta Ketua KPK  Abraham Samad agar memeriksa Bupati Tapanuli Tengah Bonaran Situmeang terkait dana pesta rakyat sebesar Rp 5 Miliar.

Salah satu pengunjuk rasa sebagai Ketua Rombongan bernama Zulfikar Hutagalung mengatakan,  “ Bonaran  harus dapat menjelaskan kepada KPK dana siluman yang dipakai untuk pesta rakyat. Dari mana dia Bonaran dapat dana sebesar Rp 5 Miliar untuk melaksanakan pesta rakyat itu ? pada hal uangnya  pada saat mendaftarkan  calon Bupati hanya  1 Miliar lebih “ ujar Zulfikar.

Dalam pantauan Jaya Pos, masyarakat Tapanuli Tengah yang melakukan demo lebih didominasi ibu-ibu dengan memakai kerudung dan membawa anak-anak mereka. 

Puluhan sepanduk dengan bertuliskan agar bonaran segera diperiksa, tangkap Bonaran ,dan sebagian bertulisikan “ Hai Bonaran, jangan ada dusta diantara masyarakat Tapanuli Tengah".

Setelah satu jam melakukan orasi, akhirnya ketua rombongan Zulfikar Hutagalung diterima oleh KPK. Zulfikar masuk kedalan gedung KPK langsung diterima salah satu staf KPK bernama Sugeng untuk diminta keterangganya.

Tak luput, media cetak maupun media elektronik juga melakukan wanwancara kepada masyarakat tapanuli tengah yang melakukan demo.

Dalam demo tersebut dilakukan dengan tertib tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas, sementara Polisi hanya berjaga-jaga saja sambil menertipkan kendaraan yang lewat. Des
  


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (119808)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (89867)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (44964)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (41710)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (40242)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (36029)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (34414)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (30832)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (29773)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (22120)
Bedah JayaposMahasiswa Kresai dan Aliansi Pemuda Bantaeng Pertanyakan Kasus Korupsi di Butta ToaBantaeng, Jaya Pos Kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Bantaeng melibatkan nama-nama yang diduga ...


Oknum PNS Diduga Jadi Mafia ProyekPKL Bringinbendo Enggan Bongkar Lapak, Tuding Perintah Bongkar Bertendensi Bisnis (Bag 2)Sekdakab Bogor: Laporkan Proyek JanggalPekerjaan Jalan Beton PISEW Hancur Sebelum Kontrak BerakhirPembangunan Gedung Perindag Kab Sidoarjo Menyimpang, Dinas Tutup Mata (Bag 2)Pekerjaan Peningkatan Jalan Curug-Rawakalong Disorot WargaProyek IPLT Milliaran Rupiah Disinyalir Kurang Berkualitas
Laporan KhususPemkab Bogor Terapkan Sistem Online Dalam Pelaksanaan Tatakelola PemerintahanCibinong, Jaya Pos Memperoleh amanah menjadi Bupati Bogor, dengan luas wilayah 298.838,3 hektar dan ...


Kegiatan Pengelolaan dan Konservasi Waduk, Embung, Situ Serta Bangunan Penampung Air Lainnya TA 2016Pembangunan Jembatan Bolang Terus DikebutMenanti Perubahan Melalui Musorkab III KONI NatunaHUT PGRI, Guru Minta Pemerataan Tunjangan di Daerah 3T Natuna Dilirik Investor SingapuraWabup Natuna: Koperasi Perbatasan Harus DitingkatkanAkhir Pekan, Wabup Natuna Tinjau Proyek