Sabtu, 21 April 2012 - 08:33:21 WIB
Demo di Jakarta dan Tapteng Desak Tangkap Bonaran SitumeangKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 561 kali

Baca Juga:UN di SMAN 1 Ligung Berjalan Tertib Membongkar Korupsi PB (Bag 8),Pemilik PT Nuratindo Kaya Raya Kantong Negara Bobol, Proyek MeranaTujuh Gubernur di Sumatera Terlibat Kejahatan Kerah PutihPemkab Inhu Dinilai Gagal Alokasikan Dana APBD Tahun 2011

-Kaos BOSUR Disalibkan Dikuburan

Tapteng, Jaya Pos

Bupati Tapanuli Tengah (Tap­teng), Raja Bonaran Situmeang sedang galau. Seperti tak mampu berbuat apa-apa, be­kas pengacara Anggodo Wi­djodjo hanya bisa diam ketika dihantam isu korupsi di te­ngah jabatannya sebagai bupati yang masih delapan bulan.

Sebaliknya, elemen mas­yarakat Tapteng, Sumatera Utara semakin ngotot menghantarkan Bonaran hingga ke meja hijau guna mempertanggungjawabkan dana siluman Rp 5 miliar yang digunakan saat mengadakan pesta rakyat pada Nopember tahun 2011 lalu.

Minggu lalu, elemen mas­yarakat Tapteng melakukan aksi demo di dua tempat ber­be­da. Pertama, pada Selasa (17/4) puluhan masyarakat Tapteng yang berdomisili di Jakarta  mendatangl kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka mendesak Ketua KPK , Abraham Samad dkk agar memeriksa Bonaran Situmeang terkait dana siluman yang digunakan Bonaran pada pesta rakyat 2011 lalu sebesar Rp 5 miliar.

Zulfikar Hutagalung, koordinator aksi mengatakan, Bonaran harus dapat menjelaskan kepada KPK dana siluman yang dipakai untuk pesta rakyat. “Dari mana Bonaran dapat dana sebesar Rp 5 miliar tanpa ABPD, uangnya pada saat mendaftarkan calon bupati hanya Rp 1 miliar lebih,” kata Zulfikar.

Aksi demo yang didominasi ibu-ibu dengan memakai kerudung itu membawa sejumlah spanduk dengan tulisan “Hai Bonaran, jangan ada dusta diantara masyarakat Tapanuli Tengah”, “Tangkap Bonaran” dan lain-lain.

Setelah satu jam melakukan orasi, akhirnya koordinator aksi Zulfikar Hutagalung diterima oleh pihak KPK. Zulfikar masuk ke dalan gedung KPK langsung diterima salah satu staf KPK bernama Sugeng untuk diminta keterangannya.

Demo di Tapteng

Sementara pada Kamis (19/4) di Pandan, ratusan warga Tapteng yang tergabung dalam Gerakan Angkatan Muda, Mahasiswa dan Masyarakat (GERAMMM) Tapteng, melakukan aksi demo di kantor Bupati Tapteng. Tuntutan mereka sama dengan warga Tapteng yang berdomisili di Jakarta, yakni mendesak KPK segera menangkap Bonaran Situmeang.

M. Bakri Hutabarat, orator aksi mendesak Bonaran untuk buka mulut menjelaskan asal usul dana Rp 5 miliar yang ia gunakan dalam Pesta Rakyat Tapteng. Mereka juga mendesak KPK serius mengusut kasus Bonaran yang sudah dilaporkan baru-baru ini.

“Kami minta agar KPK secepatnya mengusut tuntas kasus dugaan penerimaan dana pesta rakyat senilai Rp 5 miliar itu. Langkah pertama, KPK harus segera menangkap Bupati,” tegas Hutabarat.

Menurutnya, GERAMMM sangat menyayangkan sikap Bupati Tapteng yang tidak mau menjelaskan sumber dana pesta rakyat, dimana hal tersebut memperkuat dugaan bahwa Bonaran Situmeang telah melakukan gratifikasi dengan menerima uang dari pihak lain yang berkaitan dengan jabatannya sebagai pejabat negara.

Dengan adanya kasus ini, GERAMMM mengingatkan warga Tapteng agar hati-hati dengan praktik-praktik busuk Bonaran. “Patut diwaspadai dalam pemerintahan Bonaran Situmeang akan tumbuh subur praktik KKN. Apalagi kami mendengar adanya jual-beli jabatan serta setoran dari pengusaha-pengusaha di Tapteng yang selama ini menjadi lawan Bupati,” tandas Hutabarat.

Disalibkan

Pesimisme masyarakat akan keberhasilan Bonaran membawa Tapteng ke arah yang lebih baik juga mewarnai masyarakat Kecamatan Manduamas. Rasa ketidakpercayaan itu diluapkan dengan menyalibkan kaos BOSUR di kuburan. Harapan masyarakat yang menggantungkan nasib pada janji Bupati pilihannya akan tanah miliknya yang diduga diserobot PT. Nauli Sawit kembali dikuasai masyarakat semakin suram.

Sebab, hingga saat ini belum ada tanda tanda pengembalian, konon oknum Bupati kebanggaannya telah tersandung masalah pidana terkait dana pengadaan pesta rakyat yang juga mereka hadiri. “Kaos itu sebagai simbol kalau harapan kami sudah mati dan termasuk si Bonaran telah mati dihati kami. Kami tidak sangka kalau dia (Bonaran Situmeang) membikin pesta besar dengan uang orang.

Wajar kalau kami menjadi kesal karena sewaktu kampanye pilkada dulu kami tidak menerima uang dari dia. Bahkan rakyat sendiri yang memberi uangnya sama dia,” kata Tumanggor, warga Manduamas kepada Jaya Pos.

Tumanggor mengatakan, disalibkannya kaos BOSUR tersebut tidak menutup kemungkinan jabatan Bonaran Situmeang sebagai Bupati Tapteng ikut mati di Hotel Prodeo KPK lantaran tersangkut masalah pengadaan kaos kebanggaan mereka.  JP/SG-86


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59432)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51306)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (36792)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14781)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14082)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13899)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13656)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13083)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (10195)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9078)
Bedah JayaposKejati Kalteng Telisik Dugaan Korupsi Proyek Jalan Kapuas Seberang Senilai Rp 5,8 MPalangka Raya, Jaya Pos Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah (Kalteng), saat ini tengah menelisik ...


APBDes Kedungwonokerto Jadi Ajang Cari Untung ?Tim Saber Pungli Kota Banjar Siap Tindaklanjuti Dugaan Pungli di DisdikbudWarga Huntara Korban Tsunami Keluhkan Air Bersih dan ListrikBobroknya Sikap Oknum Pegawai Bank BNI BukittinggiRekanan Chevron Diduga Gunakan BBM BersubsidiSHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruGus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ?
Laporan KhususDPRD Lahirkan Perda Inisiatif Kepemudaan dan Mengkritisi Kinerja PemkoBukittinggi, Jaya Pos Sidang Paripurna DPRD Kota Bukittinggi yang berlangsung selama tiga hari sejak Rabu ...


Serahkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran Pangkal Duri, Fachrori: Jangan Lama-lama Bersedih, Segeralah Pemkab Labusel Kembali Memperoleh WTP TA 2108 dari Kepala BPK RI Perwakilan SumutPemkab Ciamis Pastikan Jalan Buniseuri-Jalatrang DihotmixLakukan Reformasi Koperasi Untuk Kesejahteraan Anggota, Naikan Pendapatan dan Pembangunan ApartemenPemkab Humbahas Raih WTP dari BPK RI Perwakilan SumutPatik Dalam Kehidupan Batak Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya Bersilaturrahim