Minggu, 22 April 2012 - 10:30:12 WIB
Dibalik Dugaan Korupsi di PT KBN, Camat dan Kasi Kependudukan Sukakarya Bekasi Diduga BerbohongKategori: Jakarta - Dibaca: 413 kali

Baca Juga:Kakek Todongkan Pistol Kepada Suami SelingkuhannyaHarapan Barca Pupus Menjuarai Liga Setelah di Batai Real Madrig 2-1Demo di Jakarta dan Tapteng Desak Tangkap Bonaran SitumeangUN di SMAN 1 Ligung Berjalan Tertib

Jakarta, Jaya Pos

Camat Sukakarya, Kabupaten Bekasi Majudu dan Kepala Seksi Kependudukan Sukakarya Palty Raja diduga memberikan keterangan bohong di sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara pekan lalu.

Dimana pada persidangan sebelumnya, kedua saksi untuk kasus dugaan pemalsuan identitas yang melibatkan terdakwa Sudirdjo bin Nawi alias Atra Darsono dan Hadiono bin Kiman alias Tinggal itu, menuduh penyidik yang memeriksa mereka hanya membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) saja, kemudian disuruh membubuhkan paraf. Tapi hal itu dibantah oleh penyidik.

“Saat tanya jawab antara saksi dengan kami, hasilnya kami ketik yang kemudian dibuat berita acara. Selanjutnya kami memberikan berita acara itu kepada saksi untuk dibaca. Setelah dibenarkan oleh saksi, lalu saksi membubuhkan paraf di tiap lembar dan menandatangani lembar terakhir BAP tersebut,” kata penyidik yang dihadapkan ke persidangan.

Sebelumnya, Wilman Sitorus SH dan Budiman Hutapea SH selaku penasehat hukum kedua terdakwa meminta majelis hakim agar menghadapkan kembali penyidik guna dikonfrontir dengan keterangan kedua saksi tersebut.

Kasus dugaan pemalsuan identitas ini memang prosesnya sangat aneh. Sebab, ini seperti “pengalihan isu” para petinggi Kawasan Berikat Nusantara (KBN) yang pernah dihukum di PN Jakarta Utara dari dugaan korupsi.

Informasi yang didapat Jaya Pos, dugaan korupsi di KBN itu diduga melibatkan mantan Dirut KBN R Suprijanto dan konco-konconya sekitar miliaran rupiah, kini sedang diproses di kejaksaan.

Sedangkan tuduhan dugaan pemalsuan identitas itu terkait juga dengan aset milik KBN, yang katanya tanah milik Sudirdjo bin Nawi alias Atra Darsono dan Hadiono bin Kiman alias Tinggal yang berlokasi di Kali Blencong, Marunda itu, ikut dibebaskan oleh Pusat Perkayuan Marunda (PPM) kala itu, yang selanjutnya bernama KBN.

Namun beberapa saksi yang diperiksa di persidangan, tidak ada yang dapat membuktikan bahwa tanah milik Sudirdjo dan Hadiono itu masuk aset KBN. Bahkan Dirut PPM VL Tobing saat itu, dengan tegas menyatakan bahwa PPM tidak jadi membeli tanah dengan SHM No. 830 atas nama Hadiono dan SHM No. 831 atas nama Sudirdjo, karena harga yang ditawarkan saat itu terlalu tinggi oleh kepala desa.

Namun KBN tetap mengklaim tanah yang diserahkan cuma-cuma oleh pemerintah kepada 33 petani tahun 1975 itu, miliknya walaupun tidak dapat menunjukkan sertifikat aslinya. RMT Sormin


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59701)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52466)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51553)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15043)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14310)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14134)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13852)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13359)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12433)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9334)
Bedah JayaposPembangunan Infrastruktur di Kabupaten Dharmasraya Disinyalir Ada KongkalikongDharmasraya, Jaya Pos Pembangunan yang sudah selesai maupun yang tengah berjalan di Kabupaten Dharmasraya ...


Eksekusi bergaya premanisme, Hendra Laporkan ACC Finance ke BPSK Bukittinggi Kasus Tanah Kas Desa RancaudikTerkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RAB
Laporan KhususBupati H Ade Sugianto Melantik Direktur Operasional Pd BPR Artha Galunggung Kabupaten TasikmalayaTasikmalaya, Jaya Pos Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto, S. IP melantik Direktur Operasional PD Bank ...


Pemdes Sukaramai Jalin Kerjasama Dengan Praktisi Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Tentang PerikaKetua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliPolsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik