Minggu, 22 April 2012 - 10:30:12 WIB
Dibalik Dugaan Korupsi di PT KBN, Camat dan Kasi Kependudukan Sukakarya Bekasi Diduga BerbohongKategori: Jakarta - Dibaca: 364 kali

Baca Juga:Kakek Todongkan Pistol Kepada Suami SelingkuhannyaHarapan Barca Pupus Menjuarai Liga Setelah di Batai Real Madrig 2-1Demo di Jakarta dan Tapteng Desak Tangkap Bonaran SitumeangUN di SMAN 1 Ligung Berjalan Tertib

Jakarta, Jaya Pos

Camat Sukakarya, Kabupaten Bekasi Majudu dan Kepala Seksi Kependudukan Sukakarya Palty Raja diduga memberikan keterangan bohong di sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara pekan lalu.

Dimana pada persidangan sebelumnya, kedua saksi untuk kasus dugaan pemalsuan identitas yang melibatkan terdakwa Sudirdjo bin Nawi alias Atra Darsono dan Hadiono bin Kiman alias Tinggal itu, menuduh penyidik yang memeriksa mereka hanya membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) saja, kemudian disuruh membubuhkan paraf. Tapi hal itu dibantah oleh penyidik.

“Saat tanya jawab antara saksi dengan kami, hasilnya kami ketik yang kemudian dibuat berita acara. Selanjutnya kami memberikan berita acara itu kepada saksi untuk dibaca. Setelah dibenarkan oleh saksi, lalu saksi membubuhkan paraf di tiap lembar dan menandatangani lembar terakhir BAP tersebut,” kata penyidik yang dihadapkan ke persidangan.

Sebelumnya, Wilman Sitorus SH dan Budiman Hutapea SH selaku penasehat hukum kedua terdakwa meminta majelis hakim agar menghadapkan kembali penyidik guna dikonfrontir dengan keterangan kedua saksi tersebut.

Kasus dugaan pemalsuan identitas ini memang prosesnya sangat aneh. Sebab, ini seperti “pengalihan isu” para petinggi Kawasan Berikat Nusantara (KBN) yang pernah dihukum di PN Jakarta Utara dari dugaan korupsi.

Informasi yang didapat Jaya Pos, dugaan korupsi di KBN itu diduga melibatkan mantan Dirut KBN R Suprijanto dan konco-konconya sekitar miliaran rupiah, kini sedang diproses di kejaksaan.

Sedangkan tuduhan dugaan pemalsuan identitas itu terkait juga dengan aset milik KBN, yang katanya tanah milik Sudirdjo bin Nawi alias Atra Darsono dan Hadiono bin Kiman alias Tinggal yang berlokasi di Kali Blencong, Marunda itu, ikut dibebaskan oleh Pusat Perkayuan Marunda (PPM) kala itu, yang selanjutnya bernama KBN.

Namun beberapa saksi yang diperiksa di persidangan, tidak ada yang dapat membuktikan bahwa tanah milik Sudirdjo dan Hadiono itu masuk aset KBN. Bahkan Dirut PPM VL Tobing saat itu, dengan tegas menyatakan bahwa PPM tidak jadi membeli tanah dengan SHM No. 830 atas nama Hadiono dan SHM No. 831 atas nama Sudirdjo, karena harga yang ditawarkan saat itu terlalu tinggi oleh kepala desa.

Namun KBN tetap mengklaim tanah yang diserahkan cuma-cuma oleh pemerintah kepada 33 petani tahun 1975 itu, miliknya walaupun tidak dapat menunjukkan sertifikat aslinya. RMT Sormin


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59472)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51339)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (38577)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14816)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14118)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13930)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13682)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13117)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (10462)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9111)
Bedah JayaposDana Pokir Desa Bojonegara Diduga Dijadikan Ajang BancakanSubang, Jaya Pos Para pelaku tindak pidana korupsi bukan orang-orang susah yang butuh uang buat bayar sewa ...


Korupsi Dana Desa, Dua Oknum Kades Asal Sukabumi DihukumMasyarakat Minta Bupati Turun Tangan Selesaikan Kasus Penutupan Jalan Pengadaan Alat Timbang DAK Ketapang, Kadisperindag Diduga Lakukan Pembohongan PublikProyek Siluman: Galian C dan Klaser di Desa Treman Diduga Tidak Memiliki Izin Proyek Lapangan Sepak Bola Konvensional Pagesangan Diduga Menyimpang, Dispora Surabaya Lakukan PembMantan Plt Camat Kapuas Murung Divonis 4 Tahun Penjara, Denda 200 JutaPelebaran Jalan Lingkar Samosir Kurang Profesional
Laporan KhususBupati Sergai Gelar Halal Bihalal Bersama Ratusan Masyarakat Perbaungan dan Pantai CerminSergei, Jaya Pos Bupati Sergai, H Soekirman gelar halal bihalal bersama Camat Perbaungan dan Camat Pantai ...


Meriahkan HUT Ke-235 Kota Pekanbaru, SMPN 35 Pekanbaru Gelar Lomba Permainan TradisionalSilaturahmi Masyarakat di Hamparan Perak Berjalan BaikWaasops Panglima TNI Cek Kesiapan Akhir Satgas Yonif 406/Ck Pamtas RI-PNGBupati Banyumas Nominator Penerima Satyalencana PembangunanUhum Dalam Kehidupan Masyarakat BatakFachrori Umar Sebut Danau Sipin Siap Untuk Gelaran Kejurnas DayungKorem 071/Wk Halal Bihalal Pererat Silaturahmi dan Kebersamaan