Sabtu, 05 Mei 2012 - 06:17:23 WIB
Bisnis BBM Ilegal Tak Tersentuh Hukum, Diduga Melibatkan Oknum Pensiunan GuruKategori: Kalimantan Barat - Dibaca: 501 kali

Baca Juga:KPK Garap Lagi Kasus Anggoro WidjojoBupati Samosir Serahkan LKPJ Tahun 2011Warga Keluhkan Kualitas RaskinKecamatan Sukaratu Daerah Potensi Kurang Diperhatikan Pemerintah

Ketapang, Jaya Pos

Bisnis bahan bakar minyak (BBM) ilegal di Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), hingga kini belum terjamah hukum. Padahal, dalam kondisi sekarang ini, pemerintah begitu pusing mencarikan solusi tentang bagiaman menangani melonjaknya minyak dunia yang berdampak pada harga BBM di Indonesia.


Ironisnya, armada untuk mengangkut BBM ilegal itu, menggunakan Kapal Praktek Siswa milik SMKN 2 Ketapang. Sebagaimana yang terjadi pada 20 Februari 2012 sekitar pukul 04.20 pagi, dimana oleh warga menemukan kapal tersebut sedang membongkar sekitar 136 drum BBM jenis solar tanpa Delivery Order (DO) yang diduga berasal dari hasil “kencing” sebuah tongkang angkutan BBM milik PT Sumber Alam Utama Kalbar (SAUK) Ketapang yang dibawa dari Tanjung Uban.


Sebelum masuk Muara Sukabangun, sumber yang tidak mau disebutkan iden­titas­nya mengungkapkan, tong­kang terlebih dahulu “kencing” di laut. Bahkan, hal itu telah menjadi rutinitas, dan BBM yang statusnya tidak jelas itu ditampung oleh As­muni, oknum pensiunan guru warga Jalan Tegas Dalam, Ke­camatan Delta Pawan Ketapang.


Biasanya, lanjut sumber yang berprofesi sebagai nelayan menambahkan, mereka (pelaku) itu memuat minyak di sekitar Muara Sukabangun dan Pulau Penebang, selalu malam hari sehingga tidak begitu jelas jenis dan kapal apa yang digunakan untuk mengangkut BBM tersebut.


Ironisnya, walau bisnis ilegal ini telah berlangsung lama namun tidak pernah tersentuh hukum. Sehingga disinyalir ada oknum aparat ikut bermain di dalamnya. Bahkan, aktivitas ini terbilang terorganisir sehingga ‘mung­kin’ susah dilacak oleh aparat penegak hukum setempat.
Kepala SMKN 2 Ketapang didampingi Samad yang dikonfirmasi, belum lama ini mengakui bahwa Kapal Praktik milik sekolah yang dipimpinnya sudah lama diserahkan kepada pihak kedua (Asmuni-red). Bahkan, terkait hal ini ada kesepahaman bersama alias MoU (Memorandum of Understanding) secara tertulis antara pihak sekolah dengan Asmuni.


Sementara Samad menambahkan, hal itu dilakukan karena pihak sekolah merasa tidak mampu merawat kapal tersebut, sebab biaya operasional dan perawatan cukup tinggi. “Awalnya, kapal itu kami serahkan kepada pengusaha pengelola renjong, karena mereka tidak mampu juga, kemudian kami serahkan kepada pak Asmuni untuk dikelola,” ungkapnya.


Tetapi, apabila kapal itu dibutuhkan, kepsek menjelaskan, pihaknya tinggal berkoordinasi dengan Asmuni. “Untuk kontribusinya kami mendapat Rp 1 juta perbulan,” ungkap Samad yang merupakan guru olahraga di SMKN 2 Ketapang.


Untuk diketahui, kapal praktik siswa milik SMKN 2 Ketapang diadakan pada tahun 2004 yang dianggarkan melalui APBD Kabupaten Ketapang. Hingga saat ini, status kapal masih resmi milik SMKN 2 Ketapang.


Permasalahan ini juga mendapat respon dari kalangan masyarakat, termasuk tokoh masyarakat setempat, menilai telah terjadi penyalahgunaan armada kapal untuk fasilitas bisnis ilegal oleh oknum tertentu. “Seharusnya aparat penegak hukum, terutama pihak kepolisian proaktif dan segera menyelidiki masalah ini agar pelakunya dapat segera dihukum,” ujar sumber.


Kalau memang pihak sekolah tidak mampu mengelolanya, lanjut sumber, kapal itu hendaknya dikembalikan saja ke pemerintah daerah. “Sekarang ‘kan peruntukannya disalahgunakan, jadi pihak sekolah harus legowo mengembalikannya ke pemda,” tandasnya.Hardi


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59646)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51491)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49333)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14977)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14074)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13805)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13301)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11848)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9274)
Bedah JayaposPunya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorSumber, Jaya Pos Seakan tak pernah jera, sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon diduga ...


Pengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka Baru
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres