Sabtu, 05 Mei 2012 - 06:17:23 WIB
Bisnis BBM Ilegal Tak Tersentuh Hukum, Diduga Melibatkan Oknum Pensiunan GuruKategori: Kalimantan Barat - Dibaca: 594 kali

Baca Juga:KPK Garap Lagi Kasus Anggoro WidjojoBupati Samosir Serahkan LKPJ Tahun 2011Warga Keluhkan Kualitas RaskinKecamatan Sukaratu Daerah Potensi Kurang Diperhatikan Pemerintah

Ketapang, Jaya Pos

Bisnis bahan bakar minyak (BBM) ilegal di Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), hingga kini belum terjamah hukum. Padahal, dalam kondisi sekarang ini, pemerintah begitu pusing mencarikan solusi tentang bagiaman menangani melonjaknya minyak dunia yang berdampak pada harga BBM di Indonesia.


Ironisnya, armada untuk mengangkut BBM ilegal itu, menggunakan Kapal Praktek Siswa milik SMKN 2 Ketapang. Sebagaimana yang terjadi pada 20 Februari 2012 sekitar pukul 04.20 pagi, dimana oleh warga menemukan kapal tersebut sedang membongkar sekitar 136 drum BBM jenis solar tanpa Delivery Order (DO) yang diduga berasal dari hasil “kencing” sebuah tongkang angkutan BBM milik PT Sumber Alam Utama Kalbar (SAUK) Ketapang yang dibawa dari Tanjung Uban.


Sebelum masuk Muara Sukabangun, sumber yang tidak mau disebutkan iden­titas­nya mengungkapkan, tong­kang terlebih dahulu “kencing” di laut. Bahkan, hal itu telah menjadi rutinitas, dan BBM yang statusnya tidak jelas itu ditampung oleh As­muni, oknum pensiunan guru warga Jalan Tegas Dalam, Ke­camatan Delta Pawan Ketapang.


Biasanya, lanjut sumber yang berprofesi sebagai nelayan menambahkan, mereka (pelaku) itu memuat minyak di sekitar Muara Sukabangun dan Pulau Penebang, selalu malam hari sehingga tidak begitu jelas jenis dan kapal apa yang digunakan untuk mengangkut BBM tersebut.


Ironisnya, walau bisnis ilegal ini telah berlangsung lama namun tidak pernah tersentuh hukum. Sehingga disinyalir ada oknum aparat ikut bermain di dalamnya. Bahkan, aktivitas ini terbilang terorganisir sehingga ‘mung­kin’ susah dilacak oleh aparat penegak hukum setempat.
Kepala SMKN 2 Ketapang didampingi Samad yang dikonfirmasi, belum lama ini mengakui bahwa Kapal Praktik milik sekolah yang dipimpinnya sudah lama diserahkan kepada pihak kedua (Asmuni-red). Bahkan, terkait hal ini ada kesepahaman bersama alias MoU (Memorandum of Understanding) secara tertulis antara pihak sekolah dengan Asmuni.


Sementara Samad menambahkan, hal itu dilakukan karena pihak sekolah merasa tidak mampu merawat kapal tersebut, sebab biaya operasional dan perawatan cukup tinggi. “Awalnya, kapal itu kami serahkan kepada pengusaha pengelola renjong, karena mereka tidak mampu juga, kemudian kami serahkan kepada pak Asmuni untuk dikelola,” ungkapnya.


Tetapi, apabila kapal itu dibutuhkan, kepsek menjelaskan, pihaknya tinggal berkoordinasi dengan Asmuni. “Untuk kontribusinya kami mendapat Rp 1 juta perbulan,” ungkap Samad yang merupakan guru olahraga di SMKN 2 Ketapang.


Untuk diketahui, kapal praktik siswa milik SMKN 2 Ketapang diadakan pada tahun 2004 yang dianggarkan melalui APBD Kabupaten Ketapang. Hingga saat ini, status kapal masih resmi milik SMKN 2 Ketapang.


Permasalahan ini juga mendapat respon dari kalangan masyarakat, termasuk tokoh masyarakat setempat, menilai telah terjadi penyalahgunaan armada kapal untuk fasilitas bisnis ilegal oleh oknum tertentu. “Seharusnya aparat penegak hukum, terutama pihak kepolisian proaktif dan segera menyelidiki masalah ini agar pelakunya dapat segera dihukum,” ujar sumber.


Kalau memang pihak sekolah tidak mampu mengelolanya, lanjut sumber, kapal itu hendaknya dikembalikan saja ke pemerintah daerah. “Sekarang ‘kan peruntukannya disalahgunakan, jadi pihak sekolah harus legowo mengembalikannya ke pemda,” tandasnya.Hardi


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60689)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (60281)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52473)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16002)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (15334)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15280)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15058)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14741)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14362)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (10282)
Bedah JayaposTanpa SP Grop Wilmar Mutasi Karyawan Semena MenaPasaman Barat, Jaya Pos Wilmar Grop, induk perusahaan yang membidangi eksport CPO bertaraf internasional, ...


Proyek Rehab Bangunan Pelabuhan Diduga MenyimpangPT Adira Finance Pasaman Barat Terkesan Tutup Mata Terhadap Konsumen yang TertipuDugaan SPJ Fiktif di DisdukCapil BukittinggiKegiatan Pembangunan di Desa Gedangrowo Jadi BancakanDana Bumdes Kolelet-Picung Diduga Masuk Kantong PribadiPanitia TdS di Agam Gerah Karena DiberitakanModus Rekomendasi, SPBU 14.284.135 Tapung Hulu Diduga Pungli
Laporan KhususGubernur Jambi Anggarkan Bantuan dan Fasilitasi Kesepakatan PMI, DMI dan LPP TVRI Untuk MasyarakatJambi, Jaya Pos Kedatangan mantan Wakil Presiden Republik Indonesia HM Jusuf Kalla disambut Gubernur Jambi ...


Kecamatan Kurun Juara Umum Festival Tandak Intan KaharinganPemkab Asahan Laksanakan Upacara Peringatan HKN Peringati HKN Ke-55, Pemkab Gumas Gelar Senam Sehat dan Germas Hidup SehatPemkab Tasikmalaya Gelar Upacara HUT Korpri Ke-48Kembali Terpilih Menjadi Anggota DPRD Kab Samosir Jonny Sagala Gelar Syukuran di Kampung HalamanDua Hari Pemkot Mojokerto Panen PenghargaanPersiapan Menghadapi PON 2020 Bupati Karo Buka Kompetisi Catur PRA-PON 2019