Selasa, 08 Mei 2012 - 05:40:54 WIB
Pembukaan Jalan Luwuk-Asaan Kabupaten Banggai Tersorot Kajian Amdal Akal-akalan Kategori: Sulawesi Tengah - Dibaca: 151 kali

Baca Juga:Bupati Muba Saksikan Penandatanganan Pakta Integritas Dana Bansos Dinikmati Anggota DewanKades Wangun Jaya Instruksikan Pungli Pembuatan KTPYoyok Satibi Rintis Pembangunan Desa Sirna Sari

Banggai-Sulteng, Jaya Pos


Pengamat lingkungan hidup di Kabupaten Banggai Mustarin, SH, menajamkan pengamatannya terhadap program pemerintah akan pemenuhan kebutuhan jalan Luwuk-Asaan, perlu dikaji kembali mengenai dampak lingkungan (Amdal).


Kepada Jaya Pos, dikatakannya, sudah pasti akan menuai masalah yang cukup besar akibat dari dampak pembuatan jalan tersebut. “Saya mempunyai asumsi yang sangat jelas, karena ketika akses jalan yang dibuka dalam kawasan hutan, maka sudah pasti akan berpotensi terjadinya perambahan hutan. Apakah itu pembalakan liar maupun pembukaan lahan perkebunan oleh masyarakat,” katanya.


Diakui, memang setiap pembukaan jalan baru yang membentang ditengah hutan selalu melewati kajian akademisi maupun kajian tehnis dari instansi terkait. “Tapi menurut saya, ketika kajian itu ada, sudah pasti tak pernah melihat dampak lingkungannya. Faktor terpuruk yang akan terjadi di kemudian hari, dan tentunya kajian yang dibuat bila itu benar-benar ada. Dikhawatirkan kajian hanya akal-akalan, hanya untuk formalitas sebagai pelengkap dalam persyaratan saja, dengan tujuan hanya meloloskan program atau proyek pemerintah.

Kalau ada yang mengatakan, dampaknya tidak ada, karena tidak memakan lokasi yang luas karena itu hanya pembuatan jalan, itu pemikiran yang tak jelas Karena bukan tidak luas jalannya, tapi karena sudah ada akses jalan sehingga berpotensi untuk di rambah,” terangnya.


Lebih jauh dikatakannya, sudah banyak contoh kasus didepan mata, seperti jalan kantong produksi yang panjangnya terbatas dan melintasi areal penggunungan lain (APL). Sudah dijadikan askes untuk merambah kawasan hutan komersial yang ada didalamnya.
Ia memberikan conmtoh, Kawasan Swaka Marga Satwa Bakiriang, yang sudah mendapat pengakuan dari dunia internasional sebagai kawasan hutan yang dilindungi, tapi sekarnag ini sudah dijadikan perkebunan kelapa sawit dan perkebunan masyarakat lainnya.
“Itu akibat pembukaan jalan baru yang sedianya menyusuri pantai dan akibat yang ditimbulkan ketika musim penghujan sungai gori-gori meluap sampai kejalan, sehingga melumpuhkan jalan transportasi yang pada akhirnya berimbas pada lumpuhnya roda perekonomian,” tuturnya.


Dikatakannya lagi, sampai saat ini Pemda Banggai dan Propinsi Sulteng tak bisa berbuat banyak, terkesan hanya dibiarkan saja, apalagi hubungan antara Luwuk–Asaan itu adalah hutan perawan, karena disana ada tegakan pohon-pohon komersial yang diameternya lebih dari 60 cm masih mendominasi hutan tersebut.


Disana terdapat hutan produksi atau hutan terbatas (HTP) dan hutan produksi yang dapat dikonversi HPK sudah pasti jadi inceran pada pelaku illegal loging, karena hutan antara Luwuk–Asaan banyak sekali tegakan pohon agathis yang sudah dilingdungi oleh pemerintah terdahulu, namun masih dijadikan kayu komersial bagi masyarakat Kabupaten Banggai.


Tak kalah pentingnya, akibat dari pembukaan lahan perkebunan baru oleh masyarakat yang tak bertanggung jawab, karena sistimnya bukan terbang tebang pilih tetapi tebang habis atau lanclearing, bahkan ada kecurigaan kalau nantinya jalan tersebut tetap dipaksakan untuk dibuka oleh Pemda Banggai, tak menutup kemungkinan akan dijadikan lahan perkebunan Kelapa Sawit.


“Bagaimana nantinya bencana yang kita terima, kalau hanya karena pembukaan jalan Luwuk–Asaan untuk mempersingkat jarak dan mempersingkat waktu tempuh serta menekan biaya transportasi supaya murah, sungguh sangat tak rasional, karena selama ini pengguna jalan dari masyarakat belum pernah ada keluhan soal biaya transportasi, hanya saja yang menjadi keluhan warga adalah bagaimana jalan yang sudah ada diperbaiki saja, sehingga masyarakat bisa menikmati, bukan harus membuat jalan baru yang sudah pasti akan menimbulkan masalah baru pula,” ungkap Mustarin.


Daerah Kabupaten Banggai yang berIbukota Luwuk, berada diujung Timur Sulawesi Tengah, dan mempunyai kondisi daratan yang berbukit-bukit dan atau bergunung-gunung, khususnya diwilayah Kecamatan Luwuk dan Pagimana. Jika, dipandang dari sudut estetika, memang indah, tapi belum tentu terbangun sinergitas dengan sisi dampak lingkungan.


Untuk itu, sebaiknya perencanaan pembangunan  fasilitas umum berupa jalan, sudah sepatutnya berfikir lebih matang berkaitan dampak lingkungannya, baik sisi area sosial, ekonomi dan regulasi yang telah ada sebelumnya. Arvan/ST


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (34839)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13327)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12706)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (7875)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5226)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (4429)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3791)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3544)Pengusaha Ayam Goreng Karawaci Rugi Rp 28 Juta (3467)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (3394)
Bedah JayaposKorupsi Di Disdik Jabar ? Asep Suhanggan : Saya Punya Saudara JaksaBANDUNG, JAYA POS – Dengan anggaran gemuk Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat rentan ...


Warga Desa Indrajaya Komplain Pengerjaan JalanProyek Baja Ringan SMPN 9 Purwakarta Diduga Asal-asalan, Disdik Segera Tegur PemborongPengawasan Dinas Lemah, Inspeksi Tanggul Urukan Pantai Kenjeran (Bronjong) Asal JadiProyek Rp 14 M Lebih Kawalan TP4D Kajati Kalteng Terindikasi Tak Sesuai KontrakProgram BSPS Tahun 2017, Diduga Langgar Peraturan Kemen PUPRProyek Irigasi Banda Usang Di Siguhung Terkesan AmburadulApotik Intan Farma Diduga Jual Obat Diatas HET, Imodium Dijual Rp 145 Ribu, Apotik Lain Rp 91 Ribu
Laporan KhususPT Semen Baturaja (Persero) Tbk. ...


Jelang Lebaran, Harga Stabil di Mendobarat dan MerawangPemkab Mojokerto Kembali Pertahankan Gelar WTPPT Inalum Bagikan Paket Sembako Gratis kepada WargaPelantikan Pejabat Tinggi Pratama Kabupaten Samosir DigelarBupati Dan Ketua TP- PKK Tanjab Barat, Bagikan Zakat MalPUBLIKASI KINERJA DINAS SOSIAL KABUPATEN BOGOR TAHUN 2018WTP Ke Enam Anugerah Terindah Bagi Kabupaten Tanah Datar