Sabtu, 12 Mei 2012 - 07:24:11 WIB
Polres Simalungun Diduga akan SP3 Kasus Cabul Anak Dibawah UmurKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 609 kali

Baca Juga:Pendidikan di Perbatasan Kalbar Ibarat Bumi dengan LangitDugaan Pemerasan Anak Buah Bupati Tapteng, Aswal Desak Polres Tapteng Segera Tetapkan TersangkaDemo di Kantor Bupati Tapteng, Minta Bonaran Situmeang Segera DitangkapSuami-Istri Warga Labura Tewas Tabrak Lari, Sementara Anaknya Selamat

Simalungun, Jaya Pos


Polres Simalungun diduga membuat skenario atas kasus cabul anak dibawah umur yang dilakukan pelaku DR.HN, seorang Kepala Puskesmas di Kecamatan Bah Kapul, Kota Siantar, Propinsi Sumatera Utara.

Dimana pelaku diduga sudah dilepas sebelum dilimpahkan ke kejaksaan dengan alasan penangguhan penahanan, sehingga pelaku cabul ini bisa menghirup udara segar. Sementara ancaman hukumannya adalah 15 tahun penjara.


Informasi yang dihimpun Jaya Pos di lapangan, Polres Simalungun sengaja menangguhkan penahanan pelaku dan hanya mewajibkan lapor tiap Senin dan Kamis saja. Bila situasi memungkinkan, mungkin Polres Simalungun akan melakukan SP3 kasus ini.


Hingga berita ini diturunkan, baik Kapolres Simalungun AKBP Agus Fajar  melalui Kasat Reskrim AKP Adenan belum dapat memberikan keterangan kepada Jaya Pos terkait SP3 tersbeut dan juga penangguhan penahanan pelaku.


Sekedar diketahui, bahwa korban adalah salah satu siswi SMPN di Siantar, sebut saja namanya Intan, warga Siantar Martoba. Pada Jumat sore (09/03) sekira jam 16.30 Wib ia mengaku telah dicabuli oleh pelaku.


Menurut Oppung Intan, M Rajagukguk, di Polres Siantar awalnya keluarganya telah menaruh curiga terhadap Intan yang tak kunjung pulang ke rumah, apalagi sejak dari sekolah.


Mengetahui hal itu, keluarga melakukan pencarian ke rumah keluarga maupun teman-temannya. Lalu malam harinya, keluarga pun berhasil menemui salah satu teman Intan dan mendapatkan informasi tentang Intan.


Indri warga Siantar Martoba yang sudah putus sekolah itu menyatakan bahwa pada hari Rrabu siang (07/03), sekira jam 11.00 Wib, tepatnya setelah pulang bersama Intan dan satu lagi teman sekolah Intan yang bernama Dewi (15) pergi makan diseputaran Siantar Square.


Lalu setibanya di Siantar Square, mereka bertemu dengan pelaku, kemudian pelaku yang didampingi dua orang temannya sesama dokter masing masing Drg Jhonson Siahaan dan Dr Umum H Silalahi mengajak untuk makan bersama.


Tidak ada firasat buruk, mereka pun naik ke mobil Terrios warna hitam BK 1130 JZ, sehingga pelaku yang mengemudikan mobilnya terdapat lambang DPR RI tersebut membawa ke salah satu rumah makan diseputaran Jalan Sidamanik Kabupaten Simalungun.
Setelah makan, pelaku sempat mengajak membawa jalan-jalan, akan tetapi kedua teman Intan yakni Indri dan Dewi menolak sehingga diantar kembali seputaran Siantar Square. Lalu setelah dikembalikan, kedua teman Intan itu tidak tahu lagi dimana Intan dibawa ketiga dokter tersebut.

Meskipun demikian, Kamis pagi (08/07), tiba-tiba pelaku dihubungi mempertanyakan keberadaan Indri untuk “dipakai” (setubuhi-red). Tidak hanya itu saja pelaku memberitahukan kalau Intan yang merupakan anak sulung dari dua bersaudara dari hasil pernikahan M Rajagukguk dan R boru Siregar sudah diturunkan didaerah Balata. Hal inilah yang membuat pelaku dikenakan Pasal 82 UU Perlindungan anak No 23 tahun 2002. Hrp


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (112977)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (81903)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (14226)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (9563)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (8119)Masyarakat Tapanuli Tengah Demo Didepan Kantor KPK Minta Ketua KPK Tangkap Bonaran Situmeang (7982)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (7330)Harian JAYA POS (6535)Demo di Kantor Bupati Tapteng, Minta Bonaran Situmeang Segera Ditangkap (6348)Demo di Jakarta dan Tapteng Desak Tangkap Bonaran Situmeang (6093)
Bedah JayaposDiduga Proyek Bermasalah 3 LSM Laporkan ke KPKBantaeng, Jaya Pos Kegiatan reklamasi proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga ...


Kejaksaan Akan Usut Dugaan Korupsi PDAM TirtaweningProyek peningkatan Sistem Lalu Lintas Kapal di Dumai, Publik Pertanyakan Bentuk Proyek dan KeberadaaAhli Waris Keluarga Tiga Menteng, Menuntut Pembayaran Ganti Rugi Lahan SDN No 14 dan 41Putihkan 5.000 Ha Sawit Ilegal Milik PT. BGA Group, Pejabat Ketapang Diisukan Terima Fee Rp 40 M52 unit Perumahan Dibangun PT Erminta Diduga Tanpa IMBButuh Perhatian Kapoldasu, Pemerasan dan Perampokan Marak di JalinsumDiduga Manager PT. PAL Main dengan Mafia Tanah
Laporan KhususJokowi - JK deklarasikan kemenangannya di Sunda KelapaJakarta, Jaya Pos Setelah Komisi Pemilihan Umum Pusat Jakarta, Selasa Malam, menetapkan Joko Widodo dan ...


"Ida Hinadenggan ni Angka na Sarohai"Tradisi Budaya Mudik Tradisi Mudik Bagi Kaum PerantauQuck Count dari Berbagai Lembaga Survei, Pasangan Jokowi-JK Unggul SementaraKelompok Tani Pribumi Kalbar Dukung Jokowi-JK Jadi Presiden RIGerakan Batak Bersatu Dukung Jokowi-JKBudaya Adat Totokng Simpang Pasir Dukung Jokowi-JKPuisi Gejolak Asmara & Kaca Oleh: Sarah Engeline Joseph.