Sabtu, 12 Mei 2012 - 07:24:11 WIB
Polres Simalungun Diduga akan SP3 Kasus Cabul Anak Dibawah UmurKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 440 kali

Baca Juga:Pendidikan di Perbatasan Kalbar Ibarat Bumi dengan LangitDugaan Pemerasan Anak Buah Bupati Tapteng, Aswal Desak Polres Tapteng Segera Tetapkan TersangkaDemo di Kantor Bupati Tapteng, Minta Bonaran Situmeang Segera DitangkapSuami-Istri Warga Labura Tewas Tabrak Lari, Sementara Anaknya Selamat

Simalungun, Jaya Pos


Polres Simalungun diduga membuat skenario atas kasus cabul anak dibawah umur yang dilakukan pelaku DR.HN, seorang Kepala Puskesmas di Kecamatan Bah Kapul, Kota Siantar, Propinsi Sumatera Utara.

Dimana pelaku diduga sudah dilepas sebelum dilimpahkan ke kejaksaan dengan alasan penangguhan penahanan, sehingga pelaku cabul ini bisa menghirup udara segar. Sementara ancaman hukumannya adalah 15 tahun penjara.


Informasi yang dihimpun Jaya Pos di lapangan, Polres Simalungun sengaja menangguhkan penahanan pelaku dan hanya mewajibkan lapor tiap Senin dan Kamis saja. Bila situasi memungkinkan, mungkin Polres Simalungun akan melakukan SP3 kasus ini.


Hingga berita ini diturunkan, baik Kapolres Simalungun AKBP Agus Fajar  melalui Kasat Reskrim AKP Adenan belum dapat memberikan keterangan kepada Jaya Pos terkait SP3 tersbeut dan juga penangguhan penahanan pelaku.


Sekedar diketahui, bahwa korban adalah salah satu siswi SMPN di Siantar, sebut saja namanya Intan, warga Siantar Martoba. Pada Jumat sore (09/03) sekira jam 16.30 Wib ia mengaku telah dicabuli oleh pelaku.


Menurut Oppung Intan, M Rajagukguk, di Polres Siantar awalnya keluarganya telah menaruh curiga terhadap Intan yang tak kunjung pulang ke rumah, apalagi sejak dari sekolah.


Mengetahui hal itu, keluarga melakukan pencarian ke rumah keluarga maupun teman-temannya. Lalu malam harinya, keluarga pun berhasil menemui salah satu teman Intan dan mendapatkan informasi tentang Intan.


Indri warga Siantar Martoba yang sudah putus sekolah itu menyatakan bahwa pada hari Rrabu siang (07/03), sekira jam 11.00 Wib, tepatnya setelah pulang bersama Intan dan satu lagi teman sekolah Intan yang bernama Dewi (15) pergi makan diseputaran Siantar Square.


Lalu setibanya di Siantar Square, mereka bertemu dengan pelaku, kemudian pelaku yang didampingi dua orang temannya sesama dokter masing masing Drg Jhonson Siahaan dan Dr Umum H Silalahi mengajak untuk makan bersama.


Tidak ada firasat buruk, mereka pun naik ke mobil Terrios warna hitam BK 1130 JZ, sehingga pelaku yang mengemudikan mobilnya terdapat lambang DPR RI tersebut membawa ke salah satu rumah makan diseputaran Jalan Sidamanik Kabupaten Simalungun.
Setelah makan, pelaku sempat mengajak membawa jalan-jalan, akan tetapi kedua teman Intan yakni Indri dan Dewi menolak sehingga diantar kembali seputaran Siantar Square. Lalu setelah dikembalikan, kedua teman Intan itu tidak tahu lagi dimana Intan dibawa ketiga dokter tersebut.

Meskipun demikian, Kamis pagi (08/07), tiba-tiba pelaku dihubungi mempertanyakan keberadaan Indri untuk “dipakai” (setubuhi-red). Tidak hanya itu saja pelaku memberitahukan kalau Intan yang merupakan anak sulung dari dua bersaudara dari hasil pernikahan M Rajagukguk dan R boru Siregar sudah diturunkan didaerah Balata. Hal inilah yang membuat pelaku dikenakan Pasal 82 UU Perlindungan anak No 23 tahun 2002. Hrp


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60012)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (54805)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51855)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15357)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14622)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14437)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14129)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13693)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (13683)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9642)
Bedah JayaposPAD Dishub Bukittinggi Diduga Terjadi Kebocoran, Oknum ASN Tidak Beretika Perlu PembinaanBukittinggi, Jaya Pos Tingkat kebocoran sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi perparkiran di ...


Kasektor Citata Kramat Jati Diduga Lindungi Bangunan BermasalahProyek Jalan PUPR Lahat AmburadulPT DWK Diduga Produksi CPO Dioplos MikoTiang Oktagonal Segi 8 Bengkok, Dishub Surabaya Lakukan PembiaranKegiatan Pamsimas di Kabupaten Sidoarjo Diduga Mark UpPembangunan Gerai Pusat Oleh-Oleh Diduga Gunakan Bangunan LamaPendataan Dinas Sosial Bukittinggi Diduga Pilih Kasih Pada Warga Miskin
Laporan KhususPemkab Gumas Raih Penghargaan Dari Menkumham RIKuala Kurun, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Bagian ...


Menjelang Hari Jadi Kabupaten Indramayu Lantik WabupWalikota Padang Panjang Kembali Terima Penghargaan Pembina ProklimPemkab Bantaeng Raih Penghargaan STBM Award Tingkat NasionalJumaga Nadeak Kembali Dilantik Pimpin DPRD KepriPimpinan Tiga Daerah ke Bantaeng Ikuti Monev Bersama KPKHari Kesaktian Pancasila Pemkot Manado Gelar Upacara Bendera45 Anggota DPRD Labuhanbatu Periode 2019 - 2014 Dilantik