Sabtu, 12 Mei 2012 - 07:24:11 WIB
Polres Simalungun Diduga akan SP3 Kasus Cabul Anak Dibawah UmurKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 1186 kali

Baca Juga:Pendidikan di Perbatasan Kalbar Ibarat Bumi dengan LangitDugaan Pemerasan Anak Buah Bupati Tapteng, Aswal Desak Polres Tapteng Segera Tetapkan TersangkaDemo di Kantor Bupati Tapteng, Minta Bonaran Situmeang Segera DitangkapSuami-Istri Warga Labura Tewas Tabrak Lari, Sementara Anaknya Selamat

Simalungun, Jaya Pos


Polres Simalungun diduga membuat skenario atas kasus cabul anak dibawah umur yang dilakukan pelaku DR.HN, seorang Kepala Puskesmas di Kecamatan Bah Kapul, Kota Siantar, Propinsi Sumatera Utara.

Dimana pelaku diduga sudah dilepas sebelum dilimpahkan ke kejaksaan dengan alasan penangguhan penahanan, sehingga pelaku cabul ini bisa menghirup udara segar. Sementara ancaman hukumannya adalah 15 tahun penjara.


Informasi yang dihimpun Jaya Pos di lapangan, Polres Simalungun sengaja menangguhkan penahanan pelaku dan hanya mewajibkan lapor tiap Senin dan Kamis saja. Bila situasi memungkinkan, mungkin Polres Simalungun akan melakukan SP3 kasus ini.


Hingga berita ini diturunkan, baik Kapolres Simalungun AKBP Agus Fajar  melalui Kasat Reskrim AKP Adenan belum dapat memberikan keterangan kepada Jaya Pos terkait SP3 tersbeut dan juga penangguhan penahanan pelaku.


Sekedar diketahui, bahwa korban adalah salah satu siswi SMPN di Siantar, sebut saja namanya Intan, warga Siantar Martoba. Pada Jumat sore (09/03) sekira jam 16.30 Wib ia mengaku telah dicabuli oleh pelaku.


Menurut Oppung Intan, M Rajagukguk, di Polres Siantar awalnya keluarganya telah menaruh curiga terhadap Intan yang tak kunjung pulang ke rumah, apalagi sejak dari sekolah.


Mengetahui hal itu, keluarga melakukan pencarian ke rumah keluarga maupun teman-temannya. Lalu malam harinya, keluarga pun berhasil menemui salah satu teman Intan dan mendapatkan informasi tentang Intan.


Indri warga Siantar Martoba yang sudah putus sekolah itu menyatakan bahwa pada hari Rrabu siang (07/03), sekira jam 11.00 Wib, tepatnya setelah pulang bersama Intan dan satu lagi teman sekolah Intan yang bernama Dewi (15) pergi makan diseputaran Siantar Square.


Lalu setibanya di Siantar Square, mereka bertemu dengan pelaku, kemudian pelaku yang didampingi dua orang temannya sesama dokter masing masing Drg Jhonson Siahaan dan Dr Umum H Silalahi mengajak untuk makan bersama.


Tidak ada firasat buruk, mereka pun naik ke mobil Terrios warna hitam BK 1130 JZ, sehingga pelaku yang mengemudikan mobilnya terdapat lambang DPR RI tersebut membawa ke salah satu rumah makan diseputaran Jalan Sidamanik Kabupaten Simalungun.
Setelah makan, pelaku sempat mengajak membawa jalan-jalan, akan tetapi kedua teman Intan yakni Indri dan Dewi menolak sehingga diantar kembali seputaran Siantar Square. Lalu setelah dikembalikan, kedua teman Intan itu tidak tahu lagi dimana Intan dibawa ketiga dokter tersebut.

Meskipun demikian, Kamis pagi (08/07), tiba-tiba pelaku dihubungi mempertanyakan keberadaan Indri untuk “dipakai” (setubuhi-red). Tidak hanya itu saja pelaku memberitahukan kalau Intan yang merupakan anak sulung dari dua bersaudara dari hasil pernikahan M Rajagukguk dan R boru Siregar sudah diturunkan didaerah Balata. Hal inilah yang membuat pelaku dikenakan Pasal 82 UU Perlindungan anak No 23 tahun 2002. Hrp


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (119370)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (89557)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (44689)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (40436)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (39108)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (35372)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (34171)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (30325)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (29122)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (21817)
Bedah JayaposProyek Saluran Bulak Banteng Tengah Diduga Bentur PerpresSurabaya, Jaya Pos Mendekati akhir tahun anggaran 2016 Pemerintah Kota Surabaya gencar menggelontorkan ...


Rekanan Mendesak Kepolisian dan Kejaksaan Tindak Oknum DisdikKerusakan di Kawasan Hulu DAS Cimanuk, Akibatkan Banjir BandangBiaya Pembangunan Penyediaan Sarana Air Baku Intake Tirawan Mencapai Rp. 25 MilyarProyek Jalan Baru Lokal Tipe 2 Gagal Kontruksi, PT Diatasa Jaya Mandiri Layak Diblack ListTambang Emas Ilegal Leluasa Beraktifitas, 4 WNA Tiongkok Diringkus Polres SolselPeningkatan Jalan Dengok-BTS Pacitan Terindikasi Dikorupsi (bag 2)Kuasa Pengguna Anggaran Harus Beri Sanksi Tegas Rekanan Yang Asal-Asalan
Laporan KhususPaulus: ASN Harus Ditempatkan Sesuai JurusanMelawi, Jaya Pos Kebutuhan Aparatur Sipil Nasional (ASN) harus disesuaikan dengan beground masing-masing ...


Pawai Taaruf Pembukaan MTQ XVI Kabupaten Rohul 2016 MeriahKades Sumber Deras Launching Budi Daya Jamur MerangAPBD Perubahan Kabupaten OKU Tahun 2016 Disetujui DewanWabub Tinjau Penanaman Padi Secara Nasional Dalam Bekerja, Wartawan Harus ProfesionalKumendong Terima Kunjungan DPRD KotamobaguMasyarakat Rumah Bayu Simalungun Gotong Royong Memperbaiki Jalan