Sabtu, 19 Mei 2012 - 06:28:43 WIB
KP3-I: Banggar DPR Sarang Penyamun APBNKategori: Jakarta - Dibaca: 378 kali

Baca Juga:Rem Blong, Truk Bermuatan Sirtu TerperosokRehab SDN Tropodo1 Main-MainPolsek Cengkareng Jalin Kemitraan Dengan Mengaktifkan Pokdar KantibmasAnggota DPRD Pangkep Tersandung Kepemilikan Ijasah Palsu

- Dijadikan Alat ATM

- Alat kelengkapan parlemen itu terlibat dalam praktik korupsi APBN

Jakarta, Jaya Pos

Temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) adanya aliran dana mencurigakan masuk ke rekening milik salah satu anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR bukan kali pertama menjadi pembuktian bahwa alat kelengkapan parle­men itu tidak beres.

Direktur Eksekutif Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I), Tom Pasaribu mengatakan bahwa Banggar DPR merupakan sarang penyamun, dimana para anggota dewan mengutak-atik proyek yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Terungkapnya dugaan aliran dana suap kasus Kemenakertrans ke Banggar DPR, pengaturan puluhan paket proyek kakap oleh Angelina Sondakh dkk serta yang terakhir hasil temuan PPATK adanya transaksi mencurigakan hingga ratusan miliar rupiah di rekening salah satu anggota dewan, semakin menguatkan anggapan bahwa DPR adalah sarang koruptor.

Dan publik tidak bisa disalahkan jika kian hari kian mengganggap Banggar DPR sebagai sarang koruptor,” kata Tom Pasaribu kepada Jaya Pos, Jumat (18/5) di Ja­karta.

Ketidakberesan pada Banggar, lanjut Tom, membuat citra DPR semakin buruk di mata publik seiring terkuaknya permainan-permainan anggaran yang mereka lakukan. Untuk itu, wacana pembubaran Banggar DPR untuk meniminalisasi terjadinya korupsi APBN, merupakan hal yang cukup baik untuk ditindaklanjuti.

Sebab, alat kelengkapan parlemen itu dikritik banyak kalangan kerap terlibat dalam praktik korupsi APBN. Jika Banggar dibubarkan, menurut Tom, pembahasan anggaran akan dikembalikan ke komisi.

Jadi ATM

Sementara itu, Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Yuna Farhan, temuan rekening gendut anggota Banggar bukanlah hal yang mengagetkan. Pasalnya, selama ini sejumlah koruptor yang tertangkap KPK, ialah anggota-anggota Banggar DPR.   

“Itu bukan temuan baru, sebelumnya juga dirilis bahwa ada 2.000 transaksi mencurigakan di DPR, dan itu kebanyakan ada di badan anggaran. Melihat kasus sekarang tak mengherankan bila anggota Banggar memiliki rekening miliaran rupiah,” kata Yuna.  

Ia mengatakan, sejumlah anggota DPR yang saat ini bermasalah dengan KPK, rata-rata ialah anggota Badan Anggaran, antara lain Wa Ode, Angelina Sondahk dan Muhammad Nazaruddin.  Banggar, kata Yuna, kebanyakan diduduki oleh bendahara partai.

“Dan Partai politik di Indonesia itu tradisional, bendaharanya disuruh mencari uang. Dan disinyalir selama ini banggar menjadi ATM Parpol,” katanya.  

Dikatakan Yuna, sepanjang biaya politik masih tinggi, banggar akan terus menjadi mesin uang bagi partai politik.   Menurutnya, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk meminimalisir praktik korupsi di Banggar.

“Anggota banggar harus dikurangi sekarang. Tak boleh ada pembahasan di luar DPR, dan tentu saja pembahasan anggaran harus direkam kalau perlu menggunakan CCTV, selama ini putusan anggaran ada di level banggar,” tukasnya.

Diserahkan ke KPK

Rekening gendut mencurigakan milik salah satu anggota Banggar DPR telah diserahkan PPATK kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada, Rabu (16/5) lalu. PPATK  menyerahkan empat laporan terkait rekening mencurigakan anggota Banggar. Dengan penyerahan ini, KPK diharapkan dapat segera menyelesaikan kasus rekening gendut anggota Banggar DPR.

Ketua PPATK, M Yusuf mengatakan, pihaknya menemukan aliran dana mencurigakan senilai ratusan miliaran rupiah masuk ke rekening milik salah satu anggota Banggar. “Ratusan miliar transaksi atas satu orang tapi dalam beberapa tahun,” kata Yunus.

Kata dia, transaksi terjadi sejak 2006 lalu. Hasil analisa tersebut juga sudah disampaikan ke KPK bulan lalu. Namun, dia mengaku tidak etis jika harus berkomentar lebih jauh mengenai hal itu. Menurutnya, KPK sudah mengetahui siapa orang yang dimaksud.

Ke depan, pihaknya akan terus berkoordinasi untuk menuntaskan masalah rekening mencurigakan anggota Banggar. “Kita belum tahu, yang pasti kita akan terus koordinasi,” katanya.

Sebelumnya, PPATK pernah menyatakan sedang menganalisa 2.000 rekening anggota DPR. Namun pernyataan yang ditulis dalam jawaban resmi PPATK ini dicoret dengan stabilo hitam. L30 P1000


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59646)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51494)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49391)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14977)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14075)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13805)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13302)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11856)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9274)
Bedah JayaposMaladministrasi Pelayanan Mutasi Kendaraan di Samsat Kota Bekasi Semakin ParahBekasi, Jaya Pos Pelayanan mutasi kendaraan di Samsat Kota Bekasi sarat dengan maladministrasi, dimana ...


Punya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorPengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres