Sabtu, 19 Mei 2012 - 06:33:51 WIB
Membongkar Gurita Korupsi Permai Group (Bag 11), Proyek BPPT Rp 48,9 M Digarap PT. Ananto JempieterKategori: Jakarta - Dibaca: 417 kali

Baca Juga:KP3-I: Banggar DPR Sarang Penyamun APBNRem Blong, Truk Bermuatan Sirtu TerperosokRehab SDN Tropodo1 Main-MainPolsek Cengkareng Jalin Kemitraan Dengan Mengaktifkan Pokdar Kantibmas

Jakarta, Jaya Pos

Sepak terjang PT Ananto Jempie­ter tidak berhenti pada empat proyek kakap seperti yang dilansir Jaya Pos sebelumnya. Ternyata, perusahaan spesialis pinjaman itu juga mengggarap beberapa proyek jumbo pada sejumlah instansi lain sepanjang tahun 2009 hingga 2011, satu diantaranya proyek pengadaan peralatan uji emisi senilai Rp 48.983.873.000 pada Balai Termodinamika Motor dan Propulsi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Proyek pengadaan itu sarat praktik mafia proyek, persekongkolan dan korupsi. PT Ananto Jempieter memenangkan proyek kakap tersebut dengan kontrak Rp 48.954.152.­500 hanya beda Rp 29.720.500 dari harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 48.983.873.000.

Indikasi persekongkolan dalam tender sangat jelas terlihat. Tender diikuti 11 perusahaan yang merupakan satu kelompok dengan PT Ananto Jempieter. Perusahaan-perusaha­an itu antara lain PT. Buana Ramosari Gemilang, PT. Irma Graha Pra­tama, PT. Paramitra Multi Pra­kasa, PT Magna Sardo dll. Bahkan sebagian dari perusahaan itu terin­dikasi masuk dalam kelompok Permai Group yang dipimpin Muhammad Nazaruddin. Salah satu yang sangat jelas adalah PT Buana Ramosari Gemilang dimana sekarang direktur utama perusahaan itu, Bantu Marpaung sudah berstatus tersangka di Kejaksaan Agung dalam kasus korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar di Kementerian Kesehatan pada tahun 2010 lalu.

Dua perusahaan yakni PT Ananto Jempieter dan PT. Buana Ramosari Gemilang dipersiapkan memasukkan surat penawaran harga (SPH). Dokumen-dokumen yang digunakan kedua perusahaan itu sangat mirip, demikian juga dalam SPH hanya berselisih Rp 4 juta. Kedua perusahaan itu merupakan perusahaan yang dipinjam oleh pihak lain.

Selain praktik persekongkolan, proses tender pengadaan pengadaan peralatan uji emisi itu juga terindikasi manipulasi dimana pengalaman PT Ananto Jempieter yang sangat diragukan serta syarat-syarat yang direkayasa. PT Ananto Jempieter juga bukan pelaksana langsung proyek, namun  disubkontrakkan kepada pihak lain yang sudah diatur sebelumnya.

Indikasi korupsi juga tercium dalam proyek ini diantaranya penggelembungan harga, subkontrak kepada pihak lain termasuk setoran mulai dari oknum anggota DPR, pejabat BPPT, Panitia Pengadaan serta koordinator pemenangan proyek yang membawa puluhan perusahaan untuk tender.

Seperti diberitakan sebelumnya dengan dorongan kelompok dan kaki tangan Nazaruddin, PT Ananto Jempieter memenangkan sejumlah proyek di perguruan tinggi negeri pada Kemendiknas dan Kemenhub.

Pertama, proyek yang dijajal perusahaan ‘kaki tangan Nazaruddin’ ini adalah pekerjaan laboratorium pengujian dan kontrol kendaraan bermotor dengan anggaran Rp 38.500.000.000 di Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi. Anggaran untuk proyek tersebut berasal dari DIPA STTD Bekasi Tahun Anggaran (TA) 2011. Pada akhir April 2011 lalu, proyek itu dimenangkan PT Ananto Jempieter dengan kontrak yang sangat tipis dari pagu yakni Rp 38.115.000.000.

Kedua, PT Ananto Jempieter memenangkan proyek Pengadaan Peralatan Pendidikan pada Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Provinsi Nangroe Aceh Darussalam dengan kontrak Rp 21.779.130.000.

Ketiga, PT Ananto Jempieter memenangkan pengadaan Peralatan Laboratorium Jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik Listrik Politeknik Negeri Sriwijaya dengan nilai Rp 27.770.000.000.

Keempat, PT Ananto Jempieter memenangkan proyek pengadaan alat praktikum Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Kalimantan Selatan dengan kontrak Rp 27.900.200.000 dari pagu Rp 30 miliar. L30 P1000


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59646)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51494)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49392)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14977)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14075)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13805)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13302)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11856)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9274)
Bedah JayaposMaladministrasi Pelayanan Mutasi Kendaraan di Samsat Kota Bekasi Semakin ParahBekasi, Jaya Pos Pelayanan mutasi kendaraan di Samsat Kota Bekasi sarat dengan maladministrasi, dimana ...


Punya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorPengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres