Sabtu, 26 Mei 2012 - 06:49:34 WIB
Takut Ketahuan Korupsi Kepsek SDN 19 Sungai Nibung Ancam WartawanKategori: Pendidikan - Dibaca: 426 kali

Baca Juga:Bupati Tapteng Dicurigai Hancurkan TaptengAnak Presiden SBY Nyaris Diamuk MassaTom Pasaribu Lawan Kebobrokan Aetra Hingga Sambungan Air Diputus ke RumahnyaKoswari Resmi Adukan Walikota Hulman Sitorus ke Polisi

Kubu Raya, Jaya Pos

Isu dugaan penyalahgunaan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) di SDN 19 Desa Sungai Nibung Kecamatan Teluk Pakedai Kab Kubu Raya yang diduga dilakukan oknum kepala sekolah bernama Rusdi, yang  pernah diekspos beberapa edisi lalu, masih menyimpan misteri dan tanda tanya sejumlah orangtua dan masyarakat. Pasalnya, sampai saat ini belum juga ada tindakan dari instansi terkait maupun aparat penegak hukum.

Parahnya, untuk menghilangkan kasus tersebut agar tidak mencuat ke permukaan, Rusdi sempat melakukan teror kepada wartawan. Namun, ancaman tersebut disampaikan oleh orang suruhannya bernama Udin dan Ahmadi yang mengaku mantan murid Rusdi.

Berdasarkan UU Keterbukaan Informasi Publik No 14 tahun 2008 menyebutkan bahwa setiap warga Indonesia dapat mengetahui setiap penggunaan anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah termasuk penggunaan dana BOS. Sedangkan UU Pokok Pers No 40 Tahun 1999 mengatakan, bagi siapa saja yang sengaja menghalang-halangi tugas jurnalistik dan tidak memberikan informasi yang akurat akan dikenakan pidana ancaman kurungan 2 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

Salah seorang pemerhati pendidikan yang ditemui Jaya Pos, belum lama ini mengungkapkan, seharusnya pihak sekolah tidak berlaku arogan terhadap control sosial, apalagi sampai melakukan teror.

Untuk itu, dirinya meminta kepada instansi terkait dan aparat penegak hukum agar dapat mengusut tuntas dugaan tersebut. Sebab, selain sudah mengancam keselamatan jurnalistik dalam peliputan juga merugikan uang negara yang dampaknya menyengsarakan bangsa. “Jika terbukti menyalahgunakan dana BOS, seharusnya ditindak sesuai aturan yang berlaku,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Terkait tuduhan itu, Rusdi mengaku bahwa penggunaan dana BOS yang lalu kemungkinan menyalahi aturan atau tidak sesuai program. “Permasalahan ini sudah diketahui Kepala Dinas KUPT Kecamatan Teluk Pakedai, Wan Adnan,” ungkapnya.

Mengenai adanya ancaman yang dilakukan mantan siswanya, dirinya membenarkan bahwa di antara mantan siswanya bernama Ahmadi dan Udin melakukan ancaman melalui pesan singkat SMS. “Kadang kala, keduanya menyanjung dan juga kadang menjatuhkan saya,” ujarnya.

Sedangkan untuk laporan pertanggungjawaban (SPJ), menurutnya, semuanya sudah sesuai prosudur dan diketahui oleh Kepala KUPT Dinas Pendidikan Kec Teluk Pakedai. “Jika memang saya menyalahi aturan, tentu pihak KUPT Dinas  Pendidikan Kecamatan Teleluk Pakedai ikut bertanggung jawab sebab SPJ saya juga diketahui yang bersangkutan,” ucapnya.

Lain lagi menyangkut pembangunan rumah dinas guru yang dibangun masya­rakat Desa Sungai Nibung, dibantah Rusdi. Menurutnya bangunan tersebut bukan untuk rumah dinas guru melainkan  untuk Taman Pendidikan Al Quran (TPA).Is


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (67465)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60973)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52732)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18486)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16302)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15565)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15277)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14969)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14750)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10951)
Bedah JayaposTerkesan Kongkalikong, Baru Hitungan Bulan Dikerjakan Sudah AmburadulKualatungkal, Jaya Pos Kurangnya pengawasan pekerjaan jalan setapak beton oleh konsultan pengawas dan dinas ...


Penggunaan ADD/DD Tertutup, Pembangunan Semenisasi Desa Talang Danto Hitungan Hari Sudah RusakKepala Inspektorat Sumbar Pecat Oknum ASN, Diduga Tilep Dana Masjid Raya Rp 1.5 MKasus YP Galuh Kini di Polda, KPK Diminta MensupervisiProyek Peningkatan Jalan Utama BPTP Babel Diduga MenyimpangMurkayani S, Terdakwa Penipuan CPNS Dituntut 2 Tahun 6 Bulan PenjaraDiduga Gunakan Dana Desa FiktifDiduga Honor Pencegahan Karhutla Tahun 2019 di Ketapang Disunat
Laporan KhususPemkab Asahan Laporkan LKPD 2019 Ke BPK Provinsi SumutKisaran, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan me­nyerah­kan Laporan Keuangan ...


Syafril Miliki 9 Anak Sarjana Salah Satunya Wabup SijunjungKajati Jabar Hadiri Pencanangan WBK/ WBBM di Kejari Kabupaten BandungEmpat Tahun Pimpin Tanah Datar, Duet Irdinansyah Tarmizi dan Zuldafri Darma Bertabur PrestasiMTQ OKI Ke 29, Syiar Al QurKPP Pratama Bukittinggi Bersinergi dengan Pemko PadangpanjangDesa Sukamulya Maju Dan Berkembang Pesat Berkat Kepemimpinan H. NawawiOrmas LACAK Mengajak Masyarakat Mengawal Terus Anggaran Negara Dalam Pemberantasan Korupsi