Sabtu, 02 Juni 2012 - 18:45:02 WIB
Mempertahankan Tanah dan Makam Leluhur, Delapan Warga Ditahan, Polres Tapteng Diminta Tidak BerpihKategori: Sumatera Utara - Dibaca: 514 kali

Baca Juga:Polisi Tahan Anak Buah Bonaran Karena MemerasPraktek Mafia Proyek (Bag I), Perusahaan Pinjaman Menang Proyek Laboratorium 70 Miliar di Untad PaluAndi Malarangeng Sulap Dana Hambalang Jadi Rp 1,2 TAnggaran Untuk Meubeler DPRD Kab OKU Diduga Dikorupsi

Pandan-Tapteng, Jaya Pos

Permasalahan tanah di Tapanuli Tengah (Tapteng), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bak gunung es yang kapan saja bisa mencair. Ketidak tegasan serta  kelengahan pemerintah dan aparat bisa berbuntut konflik diantara kelompok warga.

Demikian yang terjadi pada Sabtu (26/5) lalu di Desa Huta Gurgur, Kecamatan Sibabangun, Tapteng. Ratusan orang keturunan Oppu Raja Datu Nal-Nal Pasaribu terpaksa turun ke lapangan guna memertahankan tanah dan makam leluhurnya yang ditempati 13 keluarga keturunan Nias.

Aksi itu berakhir ricuh, dimana sejumlah keturunan Oppu Raja Datu Nal-Nal Pasaribu membongkar dan mambakar dua unit rumah milik Atoseki Halawa dan Tolona Nduru. Kemarahan keturunan Pasaribu itu dipicu sikap diam polisi yang tidak mau mengamankan Tolona Nduru cs.

Sebelumnya pada 12 Maret 2012 keturunan Oppu Raja Datu Nal-Nal Pasaribu telah melakukan mediasi dengan Tolona Nduru cs di aula Mapolres Tapteng yang dihadiri seluruh unsur Muspida Tapteng.

Dalam pertemuan tersebut telah disepakati kedua belah pihak bahwa tanah di Lobu Simanosor Dolok (dahulu pusat kerajaan Simanosor Dolok) yang terletak di Dusun VI Sitabo-tabo Desa Simanosor dan Dusun V Gunung Serasi Desa Hutagurgur, Kecamatan Sibabangun yang selama ini dikuasai secara fisik oleh Tolona Nduru cs, dinyatakan status qui alias tidak dapat dikuasai dan diusahai oleh kedua belah pihak.

Namun kesepakatan tersebut dilanggar oleh Nduru cs dengan menempati tanah dimana ada makan leluhur Pasaribu. Keturunan Oppu Raja Datu Nal-Nal Pasaribu telah melaporkan hal itu ke pihak Polres Tapteng, namun tidak ditanggapi. Akibat kesepakatan yang dilanggar serta sikap aparat yang terkesan membiarkan, keturunan Oppu Raja Datu Nal-Nal Pasaribu, Sabtu (26/5) lalu akhirnya ramai-ramai mendatangi lokasi tanah yang dikuasai Nduru cs dan terjadilah konflik.

Polisi baru hadir setelah terjadinya aksi massa di lapangan. Seratusan personil Polres Tapteng dan Polresta Sibolga serta aparat TNI, kepolisian kemudian menyisir dan berhasil mengamankan 8 warga yang diduga pelaku pembakaran rumah. Kedelapan warga tersebut kemudian diboyong ke Mapolres Tapteng, ditahan untuk dimintai keterangan.

Kapolres Tapteng, AKBP Dicky Patrianegara bahkan turun langsung menangani perkara ini. “Peristiwa ini berawal dari konflik yang didasari masalah tanah.

Permasalahan ini sudah beberapa kali kita lakukan mediasi antara kedua belah pihak. Namun masih juga terjadi hal yang lebih buruk.

Ada sebagian kelompok mengatakan tanah tersebut adalah tanah leluhur mereka. Sepihak lagi mengaku tanah tersebut telah dibeli dari seseorang,” tutur Kapolres.

Oloan Pasaribu, salah satu keturunan Oppu Raja Datu Nal-Nal Pasaribu berharap polisi obyektif dan tidak berpihak kepada satu kelompok dalam kasus tanah tersebut. “Tanah yang mereka (Nduru cs) kelola dan tempati ini merupakan tanah leluhur kami. Disitu masih ada makam keluarga besar Pasaribu yaitu Op Gumasang dengan gelar Raja Bonandolok bersama istrinya Op boru Runding Nauli br Tompul.

Makam itu sebagai tanda bahwa tanah itu peninggalan leluhur mereka puluhan tahun lalu,” ucap Oloan. tim


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59646)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51494)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49387)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14977)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14075)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13805)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13301)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11855)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9274)
Bedah JayaposPunya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorSumber, Jaya Pos Seakan tak pernah jera, sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon diduga ...


Pengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka Baru
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres