Minggu, 03 Juni 2012 - 09:53:27 WIB
Menggelapkan Uang Perusahaan Akhirnya Asmara Berujung di PenjaraKategori: Jakarta - Dibaca: 407 kali

Baca Juga:Kades Silutung Memperjualbelikan Tanah NegaraMempertahankan Tanah dan Makam Leluhur, Delapan Warga Ditahan, Polres Tapteng Diminta Tidak BerpihPolisi Tahan Anak Buah Bonaran Karena MemerasPraktek Mafia Proyek (Bag I), Perusahaan Pinjaman Menang Proyek Laboratorium 70 Miliar di Untad Palu

Jakarta, Jaya Pos

Sidang kasus penggelapan dana perusahaan senilai Rp 412 juta dengan terdakwa Hendra dan pasangan sirinya, Susi yang tak lain merupakan karyawan dan staf keuangan di PT Darma Ayu yang bergerak sebagai penyalur tenaga kerja ke luar negeri yang berkantor di Condet, Jakarta Timur, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (31/5) dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi.

Sidang yang diketuai majelis hakim, Tri  SH, dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fahmi dari Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Jakarta, kali ini mengetengahkan saksi yang sekaligus terdakwa Susi dan saksi kunci masing-masing Fitri, Direktur PT Darma Ayu, Auditor Umum dan Konsultan Accounting PT Darma Ayu.

Dalam kesaksiannya, Fitri membenarkan bahwa kedua terdakwa adalah karyawanya. Menurutnya, Hendra adalah karyawan biasa sedang Susi Staf Keuangan sekaligus pemegang brangkas, penggajian atas karyawan dan mengurus yang berhubungan dengan bank.

Terbongkarnya penggelapan uang perusahaan sekitar Juni 20011, dimana salah satu owner menagih untuk melakuan pembayaran dengan nominal Rp300 juta. Selaku pimpinan merintahkan kepada Susi agar segera mentransfer tagihan dengan nominal tersebut.Tapi ternyata tidak kunjung dibayar padahal pihak owner tersebut terus meminta agar segera ditransfer.

Akhirnya, Susi diminta laporan keuangan. Alhasil, uang nominal Rp 266 juta tidak bisa dipertanggungjawabkan dengan alasan sudah terpakai untuk kebutuhan pribadinya.

“Susi diangkat menjadi staf keuangan karena selama bekerja menunjukkan kinerja yang baik. Tapi setelah bermain asmara dengan Hendra, akhirnya melakukan terkait tuduhan penyalahgunaan keuangan perusahaan,” ujar Fitri di hadapan Majelis Hakim.

Dalam kesaksiannya, Susi menceritakan secara panjang-lebar awal mula bertemu sampai akhirnya jatuh cinta terhadap Hendra. Susi juga diiming-imingi akan dinikahi secra resmi oleh Hendra, sekalipun mereka telah melakukan pernikahan secara siri sekitar bulan November 2010 yang tanpa disaksikan oleh keluarga Susi di Indramayu.

Berbgai dalih yang Hendra berikan agar Susi mengirimkan sejumlah uang untuk beli HP, mobil dan alasan sakit di rumah sakit. Hitung punya hitung, nominal seluruhnya mencapai Rp 266 juta. Susi selalu mengirimkan sejumlah uang melalui transfer dan adapun secara cash uang yang diberikan total keseluruhan Rp 412 juta.

Sekalipun untuk mengembalikan uang yang sudang dipakainya, Susi pernah menjaminkan kalung, gelang juga cincin milik pribadinya, namun dikembalikan kepada Susi karena tidak mencukupi untuk menutupi semuanya.

Sementara, selaku auditor umum dan konsultan accounting PT  Darma Ayu diminta untuk melakukan audit terhadap keuangan di perusahaan itu ditemukan adanya kejanggalan pada pengelolaan keuangan perusahaan.

Adapun keterangan kesaksian Susi, dibantah terdakwa Hendra. Dirinya berkelit bahwa apa yang diutarakan Susi tidak semua benar. Sidang ditunda selama sepekan.DD


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59929)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (54184)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51775)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15269)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14541)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14352)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14064)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13613)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (13471)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9566)
Bedah JayaposPAD Dishub Bukittinggi Diduga Terjadi Kebocoran, Oknum ASN Tidak Beretika Perlu PembinaanBukittinggi, Jaya Pos Tingkat kebocoran sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi perparkiran di ...


Kasektor Citata Kramat Jati Diduga Lindungi Bangunan BermasalahProyek Jalan PUPR Lahat AmburadulPT DWK Diduga Produksi CPO Dioplos MikoTiang Oktagonal Segi 8 Bengkok, Dishub Surabaya Lakukan PembiaranKegiatan Pamsimas di Kabupaten Sidoarjo Diduga Mark UpPembangunan Gerai Pusat Oleh-Oleh Diduga Gunakan Bangunan LamaPendataan Dinas Sosial Bukittinggi Diduga Pilih Kasih Pada Warga Miskin
Laporan KhususPemkab Gumas Raih Penghargaan Dari Menkumham RIKuala Kurun, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Bagian ...


Menjelang Hari Jadi Kabupaten Indramayu Lantik WabupWalikota Padang Panjang Kembali Terima Penghargaan Pembina ProklimPemkab Bantaeng Raih Penghargaan STBM Award Tingkat NasionalJumaga Nadeak Kembali Dilantik Pimpin DPRD KepriPimpinan Tiga Daerah ke Bantaeng Ikuti Monev Bersama KPKHari Kesaktian Pancasila Pemkot Manado Gelar Upacara Bendera45 Anggota DPRD Labuhanbatu Periode 2019 - 2014 Dilantik