Kamis, 14 Juni 2012 - 15:49:05 WIB
Oknum Kades Gelapkan Hampir 1 Ton Beras RaskinKategori: Sumatera Utara - Dibaca: 592 kali

Baca Juga:Sophie Paris Karo Express Style SuksesDua Tahun Jembatan Ambruk, Sampai Sekarang Tidak Ada PerbaikanDugaan Mark-up gedung VIP, Pejabat Dishub Riau Saling Lempar Tangung jawab SMAN 1 Margaasih Sekolah Rintisan Berprestasi

Tanjungbalai Asahan, Jaya Pos

Oknum Plt. Kepala Desa Baganasahan Pekan, Kec. Tanjungbalai, Kab. Asahan, berinisial YA diduga menggelapkan beras untuk warga miskin (raskin) mencapai 1 ton per bulan.

Demikian informasi dari masyarakat yang diterima Jayapos. Seorang warga yang diwawancara, Johan Asmiri, 51, membenarkan bahwa kabar penggelapan itu telah santer ke telinga dari mulut ke mulut dan bukan rahasia umum lagi. 

Dikatakan, dari kabar itu terkuak bahwa sejak enam tahun lalu hingga kini, Desa Bagan asahan Pekan mendapat jatah raskin sebesar 7.875 kilogram dan jumlah penerima sebanyak 525 kepala rumah tangga. Anehnya beras itu dijual dengan harga Rp2.000 per kilogram,

 Padahal Pemerintah menetapkan hanya Rp1.600 per kilogram Umumnya warg di bagan asahan ini adalah Pelaut/nelayan.
Memang sangat tertolongkali yang dapat Raskin Yang Di beri Pemerintah Melalui Kepaladesa.
"Setiap rumah tangga mendapat jatah lima belas kilogram setiap bulan tetapi dengan harga yang tinggi yakni dua ribu rupiah per kilogram," ujar pria bertubuh kurus itu.

Dijelaskan Asmiri, ketika tahun 2010, Kepala Desa yang lama berinisial Zul, ternyata mengambil kebijakan pribadi dengan menaikkan jumlah penerima raskin dari 525 kk menjadi 1.200 kk. Ironisnya, setiap rumah tangga hanya mendapat jatah sebanyak 6 kilogram padahal seharusnya 15 kilogram.

"Dari data tambahan itu, banyak masuk nama-nama orang yang tidak berhak menerima raskin bahkan pegawai negeri sipil pun mendapat jatah," ujar warga lain menimpali. Akibat penambahan jumlah itu, masyarakat mengeluh karena jatahnya berkurang dari 15 menjadi hanya 6 kilogram.

Lebih lanjut diterangkan, jika total raskin yang masuk sebesar 7.875 kilogram dibagikan kepada warga sebanyak 6 kilogram per bulan, maka jumlah penerima sebanyak 1.312. Sementara, data yang ada di Kantor Kepala Desa, warga penerima raskin hanya 1.200 kk. 

"Berarti masih ada sisa beras sebanyak 672 kilogram yang seharusnya diserahkan kepada 112 kepala rumah tangga. Nah, sisa beras inilah yang kita pertanyakan kemana perginya," kata Asmiri.

Sementara, seorang petugas yang biasa membagian beras mengungkapkan bahwa dirinya menyalurkan raskin kepada 1.200 kepala keluarga dengan jumlah beras sebesar 6 kilogram per kk. Namun, dirinya mengaku heran, saat melihat data milik Sekeretaris Desa, bahwa jumlah penerima raskin hanya 1.154 kepala keluarga.

"Saya heran, kenapa jumlah penerima raskin di data milik Sekdes berbeda dengan yang kami pegang. Berarti ada sekitar 46 rumah tangga yang tidak terdaftar di data Sekdes," terang sumber yang enggan disebut namanya.

Jadi tambah sumber, jika beras dibagikan sebanyak 6 kilogram kepada 1.154 kk, maka total beras miskin yang dikeluarkan hanya 6.924 kilogram beras. Padahal, total beras yang diminta Kepala Desa dari Bulog untuk Desa Bagasahan Pekan sebesar 7.875 kilogram.

"Artinya, masih ada beras tersisa sebanyak 951 kilogram, dan saya tidak tahu kemana perginya," paparnya. Menurut keterangan yang diperoleh Asmiri, sisa beras itu dijual kepada pedagang sebesar Rp4.000 per kilogram.

Plt Kepala Desa Baganasahan Pekan Yahya Arifin saat dikonfirmasi Jayapos mengaku kurang menguasai jumlah warga penerima raskin dengan dalih baru bekerja selama dua bulan. Namun, dia mengaku penerima beras wajib membayar sebesar Rp2.000 per kilogram Perkaka.

"Data ada di tangan anggota saya, jadi besok ajalah kita jumpa lagi ya," kata Yahya. Dia juga mengatakan belum dapat memberikan ketarangan soal dugaan sisa beras sebanyak 951 kilogram yang dijual kepada pedagang sebesar Rp4.000 per kilogram. (KN).


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66351)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60952)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52715)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18422)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16278)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15540)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15263)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14952)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14712)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10931)
Bedah JayaposProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKetapang, Jaya Pos Proyek Peningkatan Jalan Pelang-Batu Tajam yang dilaksanakan oleh PT Marga Mulya senilai ...


Kejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan MulusPetugas Tahanan Kejari Kabupaten Bandung Amankan Pembesuk Bawa SabuDaud Pasaribu SH, : Fakta Persidangan, Objek Perkara Merupakan Harta Warisan Ibu Sinap Untuk PoniyemDewan Kunjungi Proyek 2.2 Milyar, Pelaksana Tuding Bekas PPK Persulit MerekaMerasa Dirugikan, Afrets Elat Melaporkan Keluarga Tumbel ke Polresta Manado
Laporan KhususKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanCatatan Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) Menurut beberapa sumber penelitian, para ilmuwan, setelah ...


DPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021Kabid Humas Polda Sulsel Silaturrahmi Dengan Wartawan MarosEbid Diana Putra: Kita Akan Wujudkan Masyarakat SejahteraPemkab Sukabumi Kembali Pertahankan Opini WTPBupati Gumas Lantik 12 Pejabat Struktural Kecamatan Manuhing