Minggu, 01 Juli 2012 - 09:41:47 WIB
Akibat Ulah Spekulan BBM Solar Langka di KakapKategori: Kalimantan Barat - Dibaca: 475 kali

Baca Juga:Sejumlah SDN di Pandeglang Gelar Acara Kenaikan Kelas dan Pelepasan Siswa Kelas VIEmpat Parpol Pendukung Jokowi Beralih ke Fauzi BowoDi Bawah Kendali Bonaran Situmeang Keuangan Tapteng Diduga Merugi Rp 2,4 MKasus Hambalang Segera Naik ke Penyidikan, Anas di Ujung Tanduk

Kubu Raya, Jaya Pos

Ada dugaan bahwa penyaluran BBM bersubsidi solar di Kecamatan Kakap Kabupaten Kubu Raya telah melanggar ketentuan dan UU Migas. Pasalnya, masih saja ada jirigen yang berjejer menghiasi dan menjadi pemandangan sehari-hari di SPBB dan SPBN di Kakap.

Didugaan diantara jirigen tersebut merupakan milik oknum spekulan yang menggunakan jasa orang lain untuk mengantri guna mendapatkan bahan bakar bersubsidi, dan selanjutnya dijual kembali kepada perusahaan jasa industri maupun para kontraktor yang sekarang sedang melaksanakan program proyek pemerintah.

Tujuannya, untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda, sementara nelayan kecil yang seharusnya mendapatkan pelayan dari SPBB maupun SPBN menjadi penonton dan gigit jari. Para nelayan justru membeli kembali dari pengecer dengan harga yang cukup mahal yaitu mencapai Rp 6 ribu/liter.

Beberapa nelayan kecil menyampaikan kekecewaan dan rasa kekesalannya  akibat ulah oknum dan petugas SPBB maupun SPBN yang ada di Kecamatan Kakap.

Menurut mereka, ingin melaut tapi belum juga mendapatkan bahan bakar minyak solar. “Sekarang susah mendapatkan solar, karena telah dijual oleh oknum tak bertanggungjawab ke pihak industri dengan harga yang cukup tinggi,” ujar Edi, salah satu warga.
dia juga mengungkapkan kekesalannya melihat ulah para petugas SPBB dan SPBN yang menurutnya memprioritaskan para spekulan yang diduga menjual kembali bahan bakar bersubsidi itu keluar untuk kepentingan proyek dan pelaku industri.

“Saya harap ada tindakan tegas dari aparat untuk menertibkan pelayanan SPBB dan SPBN yang ada di Kakap sehingga bahan bakar bersubsudi tepat sasaran dan betul-betul menyentuh kepentingan masyarakat nelayan, bukan untuk kepentingan para oknum spekulan yang sengaja mencari keuntungan pribadi,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, Kapolsek Kakap, AKP Sunaryo mengingatkan kepada petugas SPBB maupun SPBN agar mengutamakan pelayanan terhadap para nelayan kecil. Ia juga tidak menutup mata terhadap segala laporan dari masyarakat dan jika terbukti ada penyalahgunaan penyaluran bahan bakar bersubsidi di wilayah kerjanya maka akan menindak oknum tersebut sesuai hukum yang berlaku.Is


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66450)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60952)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52716)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18423)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16281)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15541)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15263)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14952)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14712)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10931)
Bedah JayaposProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKetapang, Jaya Pos Proyek Peningkatan Jalan Pelang-Batu Tajam yang dilaksanakan oleh PT Marga Mulya senilai ...


Kejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan MulusPetugas Tahanan Kejari Kabupaten Bandung Amankan Pembesuk Bawa SabuDaud Pasaribu SH, : Fakta Persidangan, Objek Perkara Merupakan Harta Warisan Ibu Sinap Untuk PoniyemDewan Kunjungi Proyek 2.2 Milyar, Pelaksana Tuding Bekas PPK Persulit MerekaMerasa Dirugikan, Afrets Elat Melaporkan Keluarga Tumbel ke Polresta Manado
Laporan KhususKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanCatatan Aliman Tua Limbong (Wartawan Jaya Pos) Menurut beberapa sumber penelitian, para ilmuwan, setelah ...


DPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021Kabid Humas Polda Sulsel Silaturrahmi Dengan Wartawan MarosEbid Diana Putra: Kita Akan Wujudkan Masyarakat SejahteraPemkab Sukabumi Kembali Pertahankan Opini WTPBupati Gumas Lantik 12 Pejabat Struktural Kecamatan Manuhing