Minggu, 01 Juli 2012 - 10:12:04 WIB
Kebobrokan Pembangunan Gedung VIP Bandara Surtan Syarif II PekanbaruKategori: Riau - Dibaca: 42 kali

Baca Juga:Akibat Ulah Spekulan BBM Solar Langka di KakapSejumlah SDN di Pandeglang Gelar Acara Kenaikan Kelas dan Pelepasan Siswa Kelas VIEmpat Parpol Pendukung Jokowi Beralih ke Fauzi BowoDi Bawah Kendali Bonaran Situmeang Keuangan Tapteng Diduga Merugi Rp 2,4 M

Pekanbaru, Jaya Pos

Paras pucat dan ge­lisah yang membuat ketakutan terpancar jelas di wajah Vifi, pimpinan pro­yek pembangunan Gedung VIP Bandaran Sul­tan Syarif Ka­sim II Pekanbaru, ke­tika Ja­ya Pos me­na­n­ya­kan­nya tentang du­gaan penyelewe­ngan da­na pada pem­ba­ng­un­an gedung tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumya, pembangunan gedung VIP Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, yang di kerjakan PT Pindo Muda, sejak awal pelaksanaanya ter indikasi adanya KKN antara pejabat Dinas Perhubungan Riau  dengan kontraktor pelaksana.

Vifi, ketika ditanya mengenai pembangunan gedung VIP itu, dikantornya, terkesan menyembunyikan sesuatu. Vifi sepertinya sangat takut untuk mengatakan yang sebenarnya. “Maaf ya pak, saya tidak bisa menjawab pertanyaan bapak. Mengenai masalah pembangunan VIP, semuanya sudah diserahkan kepada Pak Kadis. Jadi, bapak langsung sja sama Pak Kadis. Sekali lagi, maaf pak saya mau pigi, ada hal penting yang mau saya kerjakan,” kata Vifi ketakutan.

Vifi selama ini memang jarang di kantor. Setiap pagi habis apel langsung meninggalkan ruangannya di Dinas Perhubungan Riau. Sebab, selain menjadi PNS, ia juga aktif mengajar sebagai dosen teknik di salah satu perguruan tinggi di Riau sehingga sangat sulit untuk bisa bertemu dengannya. Dari pagi dia harus mengajar sebagai dosen. Itu diakui oleh Kebag Kepegawaian Dinas Perhubungan Riau.

Namun apa yang membuat Vifi ketakutan untuk membicarakan proyek VIP, menjadi pertanyaan besar. Sumber Jaya Pos, yang juga sebagai pegawai di Dinas Perhubunganh Riau itu sendiri, mengatakan, seharusnya pada tahun anggaran 2011, gedung tersebut sudah selesai hingga seratus persen, dengan anggaran sekitar Rp 7 miliar.

Namun persoalannya, pada tahun 2011, APBD murni kontraknya sebesar Rp 6,7 miliar. Volume pekerjaannya sudah mencapai 75 persen atau sebesar Rp 5,025 miliar. Sisa dana masih ada sebesar Rp 1,675 miliar. Kemudian, pada APBD perubahan ditambah lagi sebesar Rp 2,4 miliar, untuk menyelesaikan  interior dan elektrikal. Namun pekerjaan itu tidak dilaksanakan walaupun kontrak sudah dibuat.

“Saya tidak tahu apakah dananya dicairkan atau tidak. Coba tanyakan sama PPTK nya,” ujar sumber suatu ketika kepada Jaya Pos.
Anehnya, lanjut sumber, pada tahun 2012 ini dianggarkan juga sebesar Rp 5,4 miliar. Padahal, pekerjaan tinggal 25 persen lagi. Untuk menyelesaikan pekerjaan yang 25 persen itu hanya membutuhkan dana sebesar Rp 1,675 miliar saja.

Dana sebesar Rp 2,4 miliar yang dianggarkan pada APBD perubahan tahun 2011 itu sudah termasuk dengan penyelesaian fisik, interior dan mekanikal serta elektrikal.

“Jadi, saya perkirakan ada marke up sebesar Rp 3 miliar dalam pekerjaan pembangunan gedung ini. Siapa yang berani  membantah Darto, bahkan kepala dinas sendiri bisa dipelintirnya. Makanya tak ada yang berani sama Darto, ini karena dia kolega pak  Gubernur Riau HM Rusli Zainal. Jangankan PPTK, kepala dinas saja ketakutan sama si Darto ini, sehingga seperti  inilah yang terjadi. Untuk memuluskan proyeknya, Darto tidak segan-segan mengancam dan mencatut nama Gubernur. Bahkan Vifi itu sudah pernah mendapat tekanan dan acaman akan dipecat dari PNS,” urai sumber.

Sebenarnya, katanya, sebagai PPTK, Vifi itu sudah melaksanakan tugasnya sesuai kewenangannya. “Yang saya tahu, ketika PT Pindo tidak dapat menyelesaikan pembangunan gedung itu sesuai dengan waktu yang tertera di kontrak, Vifi sudah membuat laporan dan masukan kepada pimpinannya, waktu itu Ruslaini, supaya PT Pindio dimasukkan dalam daftar hitam (dibleklies) sesuai Perpres No. 54 tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Namun usulan itu langsung dikoyakkan  oleh Ruslaini Rahman,” beber sumber lagi.

Sepengetahuan sumber, kendati Vifi kembali membut dan menda tangani usulan bleklis PT Pindo itu, kejadian itulah membuat Vifi trauma, karena mendapat tekanan dari Darto, Ruslaini. Akibatnya, Vifi yang tadinya sbagai staf di Sekretariat Bidang Perencanaan Dinas Perhubungan Riau dimutasi menjadi Staf Bidang Perhubungan Laut.

“Tapi Ruslaini juga dianggap tidak bisa menjinakkan Vifi untuk memuluskan proyek Darto, sehingga jabatannya pun tidak diperpanjang oleh Gubernur Riau, yang tadinya direncanakan jabatan Ruslaini sebagai Kepala Dinas Perhubungan Riau akan diperpanjang hingga akhir 2012,” ujar sumber.

Surya Maulana, Kepala Dinas Perhubungan Riau yang baru, sepertinya tidak berdaya pula untuk melakukan perubahan dan perbaikan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah di SKPD yang dipimpinya, terutama dalam menghadapi si Darto itu.

Surya terkesan melakukan pembiaran terhadap praktek dugaan pelanggran Perpres 54 yang dilakukan oleh pejabat panitia pengadaan barang jasa. Dimana PT Pindo jelas-jelas wanprestasi masih diikutsertakan tender lanjutan pembangunan gedung VIP itu. Bahkan menjadi pemenang ke tiga.

Hal ini semakin menguatkan indikasi yang mengarah pada kebenaran bahwa si Darto ini merupakan ‘anak mas’ Gubernur Riau HM Rusli Zainal.

Baik Darto maupun Ruslaini, hingga kini sangat sulit untuk dikonfirmasi terkait ‘intervensi’ pembangunan gedung VIP tersebut. Tun


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerDinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (10050)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (3041)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (1853)Komentari Kasus e-KTP, Andar: Abraham Samad Itu 'Omdo' (1691)Pandangan Umum Fraksi PDIP, PAN, dan RNB Terhadap Nota Keuangan dan Raperda APBD Kota Depok TA 2018 (1115)Sutadi SH dan Oknum Polres Ketapang Diduga Bobol Rumah Walet Milik Akim (997)PT Jembatan Nusantara Melakukan Pembohongan Terhadap Pelamar Pekerjaan (844)10,8 Miliar Proyek Pembangunan Jembatan Ulim Dikerjakan Asal Jadi (586)Endorsement Operational Level Untuk Kelas III dan IV Merugikan Pelaut (534)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (504)
Bedah JayaposPT MRIA Harus Bertanggung Dalam Kasus Yang Menyeret Danyon Zipur 8 SMG Jadi TersangkaMakassar, Jaya Pos Kasus keterlibatan Danyon Zipur 8 SMG yang terlibat dalam peledakan bukit (blasting), ...


Proyek Rehabilitasi Jembatan Terkesan Asal Jadi, BPKP Diminta Turun TanganPengusaha Nakal Berkeliaran Memburuh Proyek Di Kabupaten DharmasrayaSoal Kasus Lampu Jalan di Maros, Kompolnas Minta Klarifikasi Kepada Kapolri10,8 Miliar Proyek Pembangunan Jembatan Ulim Dikerjakan Asal JadiAPBDes Katimoho Terindikasi DikorupsiBendungan Karalloe Senilai 518 M Tidak Selesai PPK dan Kontraktor Enggan KomentarTangani Sengketa Tanah Damang Tewah Turun Lapangan
Laporan KhususPerantau Asal Samosir Merintis Obyek Wisata di KampungSamosir, Jaya Pos Sejak dicanangkan oleh Presiden Jokowi bahwa Samosir adalah salah satu tempat kunjungan ...


TNI Peduli Atas Penderitaan Seorang Anak BOB Berikan Bantuan Mesin Pengolah Pakan Ikan Kepada Warga Desa KasikanDPRD Muba Sambut Baik Inisiatif Pemkab MubaPemkab Muba Sampaikan Raperda Tentang Pinjaman Daerah Kepada DPRDDinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Depok Gelar Workshop B2SAMemperkenalkan Lebih Dini Budaya Batak Pada Anak-Anak Melalui Natal STM SarohaWaiting List Keberangkatan Jamaah Haji Kabupaten Ciamis Sudah Mencapai 2030