Minggu, 01 Juli 2012 - 10:12:04 WIB
Kebobrokan Pembangunan Gedung VIP Bandara Surtan Syarif II PekanbaruKategori: Riau - Dibaca: 1052 kali

Baca Juga:Akibat Ulah Spekulan BBM Solar Langka di KakapSejumlah SDN di Pandeglang Gelar Acara Kenaikan Kelas dan Pelepasan Siswa Kelas VIEmpat Parpol Pendukung Jokowi Beralih ke Fauzi BowoDi Bawah Kendali Bonaran Situmeang Keuangan Tapteng Diduga Merugi Rp 2,4 M

Pekanbaru, Jaya Pos

Paras pucat dan ge­lisah yang membuat ketakutan terpancar jelas di wajah Vifi, pimpinan pro­yek pembangunan Gedung VIP Bandaran Sul­tan Syarif Ka­sim II Pekanbaru, ke­tika Ja­ya Pos me­na­n­ya­kan­nya tentang du­gaan penyelewe­ngan da­na pada pem­ba­ng­un­an gedung tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumya, pembangunan gedung VIP Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, yang di kerjakan PT Pindo Muda, sejak awal pelaksanaanya ter indikasi adanya KKN antara pejabat Dinas Perhubungan Riau  dengan kontraktor pelaksana.

Vifi, ketika ditanya mengenai pembangunan gedung VIP itu, dikantornya, terkesan menyembunyikan sesuatu. Vifi sepertinya sangat takut untuk mengatakan yang sebenarnya. “Maaf ya pak, saya tidak bisa menjawab pertanyaan bapak. Mengenai masalah pembangunan VIP, semuanya sudah diserahkan kepada Pak Kadis. Jadi, bapak langsung sja sama Pak Kadis. Sekali lagi, maaf pak saya mau pigi, ada hal penting yang mau saya kerjakan,” kata Vifi ketakutan.

Vifi selama ini memang jarang di kantor. Setiap pagi habis apel langsung meninggalkan ruangannya di Dinas Perhubungan Riau. Sebab, selain menjadi PNS, ia juga aktif mengajar sebagai dosen teknik di salah satu perguruan tinggi di Riau sehingga sangat sulit untuk bisa bertemu dengannya. Dari pagi dia harus mengajar sebagai dosen. Itu diakui oleh Kebag Kepegawaian Dinas Perhubungan Riau.

Namun apa yang membuat Vifi ketakutan untuk membicarakan proyek VIP, menjadi pertanyaan besar. Sumber Jaya Pos, yang juga sebagai pegawai di Dinas Perhubunganh Riau itu sendiri, mengatakan, seharusnya pada tahun anggaran 2011, gedung tersebut sudah selesai hingga seratus persen, dengan anggaran sekitar Rp 7 miliar.

Namun persoalannya, pada tahun 2011, APBD murni kontraknya sebesar Rp 6,7 miliar. Volume pekerjaannya sudah mencapai 75 persen atau sebesar Rp 5,025 miliar. Sisa dana masih ada sebesar Rp 1,675 miliar. Kemudian, pada APBD perubahan ditambah lagi sebesar Rp 2,4 miliar, untuk menyelesaikan  interior dan elektrikal. Namun pekerjaan itu tidak dilaksanakan walaupun kontrak sudah dibuat.

“Saya tidak tahu apakah dananya dicairkan atau tidak. Coba tanyakan sama PPTK nya,” ujar sumber suatu ketika kepada Jaya Pos.
Anehnya, lanjut sumber, pada tahun 2012 ini dianggarkan juga sebesar Rp 5,4 miliar. Padahal, pekerjaan tinggal 25 persen lagi. Untuk menyelesaikan pekerjaan yang 25 persen itu hanya membutuhkan dana sebesar Rp 1,675 miliar saja.

Dana sebesar Rp 2,4 miliar yang dianggarkan pada APBD perubahan tahun 2011 itu sudah termasuk dengan penyelesaian fisik, interior dan mekanikal serta elektrikal.

“Jadi, saya perkirakan ada marke up sebesar Rp 3 miliar dalam pekerjaan pembangunan gedung ini. Siapa yang berani  membantah Darto, bahkan kepala dinas sendiri bisa dipelintirnya. Makanya tak ada yang berani sama Darto, ini karena dia kolega pak  Gubernur Riau HM Rusli Zainal. Jangankan PPTK, kepala dinas saja ketakutan sama si Darto ini, sehingga seperti  inilah yang terjadi. Untuk memuluskan proyeknya, Darto tidak segan-segan mengancam dan mencatut nama Gubernur. Bahkan Vifi itu sudah pernah mendapat tekanan dan acaman akan dipecat dari PNS,” urai sumber.

Sebenarnya, katanya, sebagai PPTK, Vifi itu sudah melaksanakan tugasnya sesuai kewenangannya. “Yang saya tahu, ketika PT Pindo tidak dapat menyelesaikan pembangunan gedung itu sesuai dengan waktu yang tertera di kontrak, Vifi sudah membuat laporan dan masukan kepada pimpinannya, waktu itu Ruslaini, supaya PT Pindio dimasukkan dalam daftar hitam (dibleklies) sesuai Perpres No. 54 tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Namun usulan itu langsung dikoyakkan  oleh Ruslaini Rahman,” beber sumber lagi.

Sepengetahuan sumber, kendati Vifi kembali membut dan menda tangani usulan bleklis PT Pindo itu, kejadian itulah membuat Vifi trauma, karena mendapat tekanan dari Darto, Ruslaini. Akibatnya, Vifi yang tadinya sbagai staf di Sekretariat Bidang Perencanaan Dinas Perhubungan Riau dimutasi menjadi Staf Bidang Perhubungan Laut.

“Tapi Ruslaini juga dianggap tidak bisa menjinakkan Vifi untuk memuluskan proyek Darto, sehingga jabatannya pun tidak diperpanjang oleh Gubernur Riau, yang tadinya direncanakan jabatan Ruslaini sebagai Kepala Dinas Perhubungan Riau akan diperpanjang hingga akhir 2012,” ujar sumber.

Surya Maulana, Kepala Dinas Perhubungan Riau yang baru, sepertinya tidak berdaya pula untuk melakukan perubahan dan perbaikan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah di SKPD yang dipimpinya, terutama dalam menghadapi si Darto itu.

Surya terkesan melakukan pembiaran terhadap praktek dugaan pelanggran Perpres 54 yang dilakukan oleh pejabat panitia pengadaan barang jasa. Dimana PT Pindo jelas-jelas wanprestasi masih diikutsertakan tender lanjutan pembangunan gedung VIP itu. Bahkan menjadi pemenang ke tiga.

Hal ini semakin menguatkan indikasi yang mengarah pada kebenaran bahwa si Darto ini merupakan ‘anak mas’ Gubernur Riau HM Rusli Zainal.

Baik Darto maupun Ruslaini, hingga kini sangat sulit untuk dikonfirmasi terkait ‘intervensi’ pembangunan gedung VIP tersebut. Tun


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (121378)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (90824)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (59239)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (49757)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (45722)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (45278)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (37350)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (32800)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (31465)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (23823)
Bedah JayaposPT Karya Res Lisbet Mineral Diduga Loloskan Circon Ilegal Gunakan Dokumen AspalPT Karya ResLisbet Mineral ini, diduga telah menyalahgunakan dokumen pertambangan, karena beroperasi ...


15 Paket Proyek T.A 2017 Di Ketapang Terindikasi Persekongkolan TenderDianggap Tidak Berfungsi, Nama TP4D Kejati Sulsel Dihapus Dari Papan Proyek100 M Dana APBD Katingan di Bank BTN Raib?26 M Bangun Peningkatan Puskesmas/RSU di Kec. Merlung Dinilai MubazirEmpat Perusahan Siap Cairkan Uang Proyek Spandek Tanpa TenderPeningkatan Jalan Kp.Gardu-Kp.Cibayana Kab.Tangerang Diduga Tak Sesuai RabProyek Perbaikan Atap dan Interior Dinas PKPP Provinsi Sulsel Diduga Sarat Kongkalikong
Laporan KhususEnam Kali WTP, Kabupaten OKI Terima Penghargaan dari Presiden Kayuagung, Jaya Pos Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian ...


Idris Abdul Somad : Alhamdulillah Depok Kembali Meraih Penghargaan dari PresidenWakil Bupati Natuna Hadiri Wisuda ke IV TPQ Desa SepempangFery Pemda Natuna Tiba di Pelabuhan PenagiPengamen Jalanan Menjamur di Kota CiamisRadio Smooth FM Ajukan Permohonan Perpanjangan Izin SiaranPemkot Depok Berikan Bantuan Langsung Kepada 457 RTLHBupati Pastikan Proyek Rp 17,9 M Lancar