Minggu, 01 Juli 2012 - 10:12:04 WIB
Kebobrokan Pembangunan Gedung VIP Bandara Surtan Syarif II PekanbaruKategori: Riau - Dibaca: 191 kali

Baca Juga:Akibat Ulah Spekulan BBM Solar Langka di KakapSejumlah SDN di Pandeglang Gelar Acara Kenaikan Kelas dan Pelepasan Siswa Kelas VIEmpat Parpol Pendukung Jokowi Beralih ke Fauzi BowoDi Bawah Kendali Bonaran Situmeang Keuangan Tapteng Diduga Merugi Rp 2,4 M

Pekanbaru, Jaya Pos

Paras pucat dan ge­lisah yang membuat ketakutan terpancar jelas di wajah Vifi, pimpinan pro­yek pembangunan Gedung VIP Bandaran Sul­tan Syarif Ka­sim II Pekanbaru, ke­tika Ja­ya Pos me­na­n­ya­kan­nya tentang du­gaan penyelewe­ngan da­na pada pem­ba­ng­un­an gedung tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumya, pembangunan gedung VIP Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, yang di kerjakan PT Pindo Muda, sejak awal pelaksanaanya ter indikasi adanya KKN antara pejabat Dinas Perhubungan Riau  dengan kontraktor pelaksana.

Vifi, ketika ditanya mengenai pembangunan gedung VIP itu, dikantornya, terkesan menyembunyikan sesuatu. Vifi sepertinya sangat takut untuk mengatakan yang sebenarnya. “Maaf ya pak, saya tidak bisa menjawab pertanyaan bapak. Mengenai masalah pembangunan VIP, semuanya sudah diserahkan kepada Pak Kadis. Jadi, bapak langsung sja sama Pak Kadis. Sekali lagi, maaf pak saya mau pigi, ada hal penting yang mau saya kerjakan,” kata Vifi ketakutan.

Vifi selama ini memang jarang di kantor. Setiap pagi habis apel langsung meninggalkan ruangannya di Dinas Perhubungan Riau. Sebab, selain menjadi PNS, ia juga aktif mengajar sebagai dosen teknik di salah satu perguruan tinggi di Riau sehingga sangat sulit untuk bisa bertemu dengannya. Dari pagi dia harus mengajar sebagai dosen. Itu diakui oleh Kebag Kepegawaian Dinas Perhubungan Riau.

Namun apa yang membuat Vifi ketakutan untuk membicarakan proyek VIP, menjadi pertanyaan besar. Sumber Jaya Pos, yang juga sebagai pegawai di Dinas Perhubunganh Riau itu sendiri, mengatakan, seharusnya pada tahun anggaran 2011, gedung tersebut sudah selesai hingga seratus persen, dengan anggaran sekitar Rp 7 miliar.

Namun persoalannya, pada tahun 2011, APBD murni kontraknya sebesar Rp 6,7 miliar. Volume pekerjaannya sudah mencapai 75 persen atau sebesar Rp 5,025 miliar. Sisa dana masih ada sebesar Rp 1,675 miliar. Kemudian, pada APBD perubahan ditambah lagi sebesar Rp 2,4 miliar, untuk menyelesaikan  interior dan elektrikal. Namun pekerjaan itu tidak dilaksanakan walaupun kontrak sudah dibuat.

“Saya tidak tahu apakah dananya dicairkan atau tidak. Coba tanyakan sama PPTK nya,” ujar sumber suatu ketika kepada Jaya Pos.
Anehnya, lanjut sumber, pada tahun 2012 ini dianggarkan juga sebesar Rp 5,4 miliar. Padahal, pekerjaan tinggal 25 persen lagi. Untuk menyelesaikan pekerjaan yang 25 persen itu hanya membutuhkan dana sebesar Rp 1,675 miliar saja.

Dana sebesar Rp 2,4 miliar yang dianggarkan pada APBD perubahan tahun 2011 itu sudah termasuk dengan penyelesaian fisik, interior dan mekanikal serta elektrikal.

“Jadi, saya perkirakan ada marke up sebesar Rp 3 miliar dalam pekerjaan pembangunan gedung ini. Siapa yang berani  membantah Darto, bahkan kepala dinas sendiri bisa dipelintirnya. Makanya tak ada yang berani sama Darto, ini karena dia kolega pak  Gubernur Riau HM Rusli Zainal. Jangankan PPTK, kepala dinas saja ketakutan sama si Darto ini, sehingga seperti  inilah yang terjadi. Untuk memuluskan proyeknya, Darto tidak segan-segan mengancam dan mencatut nama Gubernur. Bahkan Vifi itu sudah pernah mendapat tekanan dan acaman akan dipecat dari PNS,” urai sumber.

Sebenarnya, katanya, sebagai PPTK, Vifi itu sudah melaksanakan tugasnya sesuai kewenangannya. “Yang saya tahu, ketika PT Pindo tidak dapat menyelesaikan pembangunan gedung itu sesuai dengan waktu yang tertera di kontrak, Vifi sudah membuat laporan dan masukan kepada pimpinannya, waktu itu Ruslaini, supaya PT Pindio dimasukkan dalam daftar hitam (dibleklies) sesuai Perpres No. 54 tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Namun usulan itu langsung dikoyakkan  oleh Ruslaini Rahman,” beber sumber lagi.

Sepengetahuan sumber, kendati Vifi kembali membut dan menda tangani usulan bleklis PT Pindo itu, kejadian itulah membuat Vifi trauma, karena mendapat tekanan dari Darto, Ruslaini. Akibatnya, Vifi yang tadinya sbagai staf di Sekretariat Bidang Perencanaan Dinas Perhubungan Riau dimutasi menjadi Staf Bidang Perhubungan Laut.

“Tapi Ruslaini juga dianggap tidak bisa menjinakkan Vifi untuk memuluskan proyek Darto, sehingga jabatannya pun tidak diperpanjang oleh Gubernur Riau, yang tadinya direncanakan jabatan Ruslaini sebagai Kepala Dinas Perhubungan Riau akan diperpanjang hingga akhir 2012,” ujar sumber.

Surya Maulana, Kepala Dinas Perhubungan Riau yang baru, sepertinya tidak berdaya pula untuk melakukan perubahan dan perbaikan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah di SKPD yang dipimpinya, terutama dalam menghadapi si Darto itu.

Surya terkesan melakukan pembiaran terhadap praktek dugaan pelanggran Perpres 54 yang dilakukan oleh pejabat panitia pengadaan barang jasa. Dimana PT Pindo jelas-jelas wanprestasi masih diikutsertakan tender lanjutan pembangunan gedung VIP itu. Bahkan menjadi pemenang ke tiga.

Hal ini semakin menguatkan indikasi yang mengarah pada kebenaran bahwa si Darto ini merupakan ‘anak mas’ Gubernur Riau HM Rusli Zainal.

Baik Darto maupun Ruslaini, hingga kini sangat sulit untuk dikonfirmasi terkait ‘intervensi’ pembangunan gedung VIP tersebut. Tun


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50355)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13446)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12779)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8004)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5326)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (4817)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3942)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (3739)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3615)Pengusaha Ayam Goreng Karawaci Rugi Rp 28 Juta (3527)
Bedah JayaposPerusakan Pagar Beton Diperintah Oleh TerdakwaTangerang, JAYAPOS - Sungguh berani, walaupun usia tua tapi semangat tetap muda. Kalau pada ...


Penggunaan Anggaran Pendidikan PAUD Mantan Pjs Mekar Jaya Diduga Tidak TransparanPungli di CV BB Travel Catut Nama Polres Penyidik Dilapor Ke Propam Polda KaltengPedestrian Merr-Kalidami Senilai Rp 3 Milyar Terkesan Asal JadiGalian C Desa Treman Kabupaten Minut Diduga Tidak Mengantongi IzinProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung JawabKinerja PPDP KPU Way Kanan DipertanyakanSatpol PP Kota Tanjungbalai Tertibkan PKL Berdagang di Trotoar
Laporan KhususSrikandi Pasegeran Multi Peran di TMMDBanjarnegara, JAYAPOS - Suparti (45) petani dari Dusun Kroya Rt 02 Rw 03 Desa Pasegeran Kecamatan ...


Sembako Malam Disalurkan Kepada Warga Sasaran TMMD BanjarnegaraPeringatan Harganas XXV Tahun 2018, Bupati Irdinansyah Peroleh Tanda Kehormatan Manggala Karya KencaSuport Ibu-ibu Karanggondang Luar Biasa "Tak Ragu Langsir Material"Pemprov Jambi Dukung Pelestarian Olahraga Tradisional dan Liga SantriBerkah TMMD Bagi Pedagang TernakPembangunan Drainase di Lokasi TMMD Reg 102 DikebutRehab RTLH di Lokasi TMMD Reg 102 Pasegeran