Rabu, 14 Juni 2017 - 09:03:40 WIB
Kades Sungai Melayu Bangun Proyek Desa, Disinyalir Garap Hutan Lindung Bukit Belaban TujuhKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 34 kali

Baca Juga:Kebobrokan Pembangunan Gedung VIP Bandara Surtan Syarif II PekanbaruAkibat Ulah Spekulan BBM Solar Langka di KakapSejumlah SDN di Pandeglang Gelar Acara Kenaikan Kelas dan Pelepasan Siswa Kelas VIEmpat Parpol Pendukung Jokowi Beralih ke Fauzi Bowo

Ketapang, Jaya Pos

Proyek jalan Desa Sungai Melayu Kecamatan Sungai Melayu Rayak Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat disinyalir menggunakan bahan material batu dari Hutan Lindung Bukit Belaban Tujuh.

Menurut keterangan salah satu warga masyarkat yang enggan disebut identitasnya, bahwa proyek Jalan Desa Sungai Melayu menggunakan batu yang diambil dari areal hutan lindung.

Areal hutan lindung tersebut dikuasai oleh Amansius Kidung selaku kepala desa di Desa Sungai Melayu, sehingga anggaran material batu tersebut masuk ke kantong pribadi.

Jika dilihat dari asas manfaat proyek jalan tersebut juga sarat kepentingan pribadi Amansius Kidung selaku kades, karena proyek dibagun di arial kebun sawit miliknya, disinyalir untuk mempermudah pengangkutan buah sawit, bukan untuk kepetingan masyarakat Desa Sungai Melayu sebagaimana seharusnya.

Jenis materil batu yang digunakan dalam proyek tersebut adalah material batu kapur yang secara kualitas rendah untuk pembangunan jalan desa dengan struktur rabat beton. Papan plang proyek juga tidak dipasang dalam proyek tersebut sehingga tidak diketahui pagu dana, sumber dan tahun proyek tersebut.

“Areal hutan lindung Bukit Belaban Tujuh tersebut dikuasai oleh Amansius Kidung selaku kepala desa. Disana telah ditanami sawit, dan batu-batuan untuk membangun proyek jalan desa diambil dari hutan lindung tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Amansius Kidung Kepala Desa Sungai Melayu yang ditemui di kantor desa beberapa waktu lalu, enggan berkomentar dan hanya meminta agar mendatangkan narasumber untuk menghadap dirinya.(Agustinus)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (120851)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (90540)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (51413)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (46971)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (45482)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (43816)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (37116)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (32124)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (30983)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (23110)
Bedah JayaposMaskur Anang Diduga Korban Kriminalisasi PT WKSJambi, Jaya Pos Puluhan anggota Aliansi Demokrasi Indonesia (ADI) melakukan unjuk rasa di depan Pengadilan ...


Memalukan, Kabid DP3 Ketapang Berkelahi Dengan KontraktorKades Sungai Melayu Bangun Proyek Desa, Disinyalir Garap Hutan Lindung Bukit Belaban TujuhBiaya Pernikahan Di Subang MembengkakDiduga Gunakan Ijazah Palsu Kades Terancam DipecatPembuatan Pagar Puskesmas Pekanbaru Diduga Mark UpPenyelidikan Dugaan Korupsi Proyek TPA di Kajari Pekanbaru Diduga MandegBupati Yasti Tutup PT Conch Diduga Aktifitas Tak Mengatongi Ijin
Laporan KhususNikman Pimpin Tim 3 Safari Ramadhan Kunjungi Kecamatan Rebang TangkasWay Kanan, Jaya Pos Momen silaturahmi ramadhan para pejabat Pemerintah Kabupaten Way Kanan yang dilaksanakan ...


Kali Kedua, Kabupaten OKU Raih WTP 2017Jabar Memilik Tingkat Kerawanan Bencana Alam yang TinggiHasil RUPS Perusda Bupati Rohul Komitmen Majukan Pasar Modern Kampung PadangBupati Inhil Himbau Masyarakat Pro-Aktif Ikut Awasi Pelaksanaan Program DMIJAgam Kembali Raih Opini WTPKembali Pimpin Rohul Suparman Ajak Berlayar Seluruh Aparatur BerprestasiPT BGA Region IV Adakan Pelatihan Pengendalian dan Penanggulangan Karhutla Lanjutan