Rabu, 14 Juni 2017 - 09:07:32 WIB
Jabar Memilik Tingkat Kerawanan Bencana Alam yang TinggiKategori: Laporan Khusus - Dibaca: 87 kali

Baca Juga:Kebobrokan Pembangunan Gedung VIP Bandara Surtan Syarif II PekanbaruAkibat Ulah Spekulan BBM Solar Langka di KakapSejumlah SDN di Pandeglang Gelar Acara Kenaikan Kelas dan Pelepasan Siswa Kelas VIEmpat Parpol Pendukung Jokowi Beralih ke Fauzi Bowo

Ciamis, Jaya Pos

Selain berada di daerah pertemuan lempeng Euro-Asia dan Indo-Australia, pada bagian selatan dan timur Indonesia juga terdapat sabuk vulkanik yang memanjang dari pulau Sumatera–Jawa- Nusa Tenggara–Sulawesi. Sehingga wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat memiliki tingkat kerawanan bencana alam yang tinggi seperti tsunami, gempa bumi, dan letusan gunung berapi.

Selain itu, wilayah Indonesia juga terletak di daerah iklim tropis, dengan dua musim yaitu kemarau dan hujan, serta kondisi topografi permukaan dan bantuan yang relatif beragam, tidak terkecuali Jawa Barat yang memiliki bentuk topografi berupa pegunungan yang curam di bagian selatan, lereng bukit yang landai di bagian tengah, dan wilayah daratan luas di bagian utara, sehingga berpotensi menimbulkan bencana hydrometeorology berupa banjir, tanah longsor, angin puting beliung, kebakaran hutan, hingga kekeringan.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) mengungkapkan, berdasarkan data Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, terhitung sejak Januari sampai April 2017, tercatat bahwa Jawa Barat telah mengalami 333 kali bencana, yaitu bencana tanah longsor sebanyak 136 kali, banjir 67 kali, angin puting beliung 58 kali, kebakaran 68 kali, gempa bumi 3 kali, dan gelombang pasang sebanyak 1 kali.

“Kejadian bencana tersebut menelan korban jiwa sebanyak 11 orang, 4 orang hilang atau belum ditemukan, 38.820 orang luka, dan mengungsi sebanyak 1.268 orang. Sedangkan kerusakan fisik berupa rumah, mulai dari kerusakan ringan hingga berat jumlahnya sebanyak 7.995 rumah, dengan kerugian diperkirakan mencapai 18 miliar rupiah,” ungkap Demiz pada Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana, dalam rangka Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-13 Tagana Jabar tahun 2017, di Detasemen Kavaleri Berkuda, Kabupaten Bandung Barat.

Demiz menambahkan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus dilakukan dengan terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh mulai dari tahap pra-bencana, pada saat terjadi bencana, sampai dengan paska bencana, pada saat terjadi bencana, sampai dengan paska bencana, termasuk dengan menambah dan memperkuat Kampung Siaga Bencana sehingga dampak resiko bencana dapat diminimalisir.

“Kesiapsiagaan terkait sumber daya dan peralatan menjadi sebuah keniscayaan, agar kita dapat memberikan respon secara cepat dan tepat terhadap bencana yang terjadi, terutama pada masa tanggap darurat atau 72 jam pertama meliputi pendataan secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan dan sumber daya penentuan status keadaan darurat bencana, penyelamatan dan evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar,” tuturnya.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia Harry Himat mengakui Tagana Provinsi Jawa Barat dapat mengemban amanah ketika Jawa Barat terjadi bencana, satu jam siap berada di tempat, dan selalu berupaya sekeras mungkin, melakukan pertolongan, dan perlindungan bagi para korban yang terkena bencana alam, maupun bencana sosial.

Akhir-akhir ini kata Harry, terlihat cukup prihatin dengan beberapa bencana yang terjadi di Provinsi Jawa Barat, dari data nasional yang ia sebutkan, ada 323 kabupaten/kota yang termasuk rawan bencana, dan sebagian diantaranya ada di Provinsi Jawa Barat. “Ada banjir, longsor, pergerakan tanah, mewarnai kehidupan kita. Dan kami melihat cara nyata Tagana hadir berjibaku mendedikasikan diri dan melakukan berbagai upaya pertolongan secara militan tanpa kenal lelah,” katanya. (Mamay)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (18862)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13262)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12659)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (7800)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5165)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3698)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3505)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (3335)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (2829)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (2755)
Bedah JayaposKomnas PAN Subang Gugat Sertifikat HGB PT.Central Georgente NusantaraSubang, Jaya Pos Sidang gugatan perbuatan melawan hukum atas terbitnya sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB), ...


6 Bulan Tidak Ditindaklanjuti Kejagung Koleksi Laporan Pengaduan?Poktan Penerima Program Kedelai Keluhkan Kualitas BenihPutusan Merasa Tidak Adil, Penggugat Curahkan Kemarahannya Pada HakimBantuan Keuangan Khusus Senilai Rp 2 M Jadi Ajang Bancakan (Bag 3)Bantuan Keuangan Khusus Senilai Rp 2 Milyar Jadi Ajang Bancakan (bag 2)Sering Dilalui Truk Tanah Milik PT Basuki, Jalan Menuju Kompleks Perkantoran Parbaba Rusak ParahDiduga Gunakan Ijazah Palsu, Kadus Dipecat
Laporan KhususStudy KomparasiAcara Study Komparasi dari DPRD Kabupaten Minaha Utara Provinsi Sulawesi Utara diterima dan dipimpin oleh ...


Kegiatan Ketahanan Pangan NasionalKegiatan Peningkatan Kapasitas TP-PKKPisah Sambut Dandim 0307/Tanah Datar, Sekaligus Penyambutan Komandan Secata B dan Ketua PA PadangpanJelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok di Depok Masih Stabil Bupati Labuhanbatu Apresiasi Pelaksanaan Isra Mi'raj Yang Diprakarsai Oleh Kodim 0209/LBBupati Instruksikan Warga Pungut Sampah di Deli SerdangKautsar Sarankan Bangun Monumen Reformasi, Walikota: Lokasinya di Banda Aceh