Rabu, 02 Agustus 2017 - 05:37:02 WIB
Program Camat Renaldi, Cileungsi Bersih dan IndahKategori: Bekasi - Dibaca: 720 kali

Baca Juga:Bupati Karawang Menyampaikan Nota Perhitungan APBD 2011 Kepada DPRDSMK Bina Mandiri BerprestasiStatemen Pegawai Sudin Kesmas Jakbar, Adipura , Adi Pura-Pura ?Karyawan POS Indonesia Menuntut Persamaan Uang Pensiun

Cileungsi, Jaya Pos

Camat Cileungsi Renaldi mengatakan, penggusuran lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di bawah jembatan fly over Cileungsi merupakan bagian dari program pihaknya untuk menciptakan Cileungsi yang bersih dan indah.

Seperti diberitakan, puluhan lapak PKL liar yang berada di kolong fly over Cileungsi dibongkar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Selasa (25/7). Aksi pembongkaran itu juga didampingi pihak kepolisian dari Polres dan Polsek, serta aparat Kodim dan Koramil.

Para PKL itu sudah lama bercokol di kolong fly over. “Mereka menjamur di situ, menyebar sampai ke jalan raya dan akibatnya terjadi penyempitan badan jalan. Akibat lanjutannya adalah tiada hari tanpa kemacetan di situ. Para PKL tidak memikirkan pengguna jalan lainnya,” kata Renaldi.

Menurutnya, penertiban itu dilakukan oleh Pemkab Bogor dan muspika Cileungsi dengan tujuan agar Cileungsi bersih dan indah. Selanjutnya kolong fly over itu akan dijaga secara rutin agar tak lagi ditempati oleh PKL.

Salah seorang warga Desa Cileungsikidul, Kecamatan Cileungsi, Acun mengatakan, pembongkaran ini cukup menarik perhatian warga, karena biasanya banyak warga yang berbelanja sayuran di kolong fly over ini.

Menurutnya tindakan Camat Renaldi didukung warga yang dudah gerah melihat kesemrawutan yang terjadi tiap hari di bawah fly over Cileungsi. Namun pihaknyajuga meragukan penertiban tersebut. “Tapi jangan hangat hangat tai ayam. Sekitar empat bulan lalu, kata Acun, Dinas Perhubungan memasang rambu rambu dan lampu pangatur lalu lintas di bawah fly over Cileungsi. Tapi karena tak dijaga, semuanya mubazir dan kesemrawutan di situ terus berlanjut. Anggarannya pasti besar itu. Sayang uang rakyat. Kita ingin agar digunakan secara benar,” kata Acun.

Kritikan warga tersebut agaknya benar. Sejak dibangun empat bulan lalu, rambu lalu lintas dan lampu merah traffic light tak pernah difungsikan secara benar. Cuma lampu kuning yang berkedip kedip, lampu hijau serta merah ta pernah menyala. Akibat bus bus antarprovinsi yang ngetem bareng angkot di situ, terjadilah kesemrawutan. Sambil ngetem, bus bus diberihkan dan sampahnya dibuang ke badan jalan. Bau busuk dari sampah menyebar setiap hari.

Sementara itu para PKL mengeluhkan penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP Kabupaten Bogor itu. Hal tersebut terkait retribusi yang dipungut oknum anggota Satpol PP.

“Tetap aja dibongkar. Padahal setiap hari kita dimintain uang sebesar Rp12 Ribu. Dengan rincian Rp3 ribu untuk kebersihan, Rp3 ribu untuk organisasi Karang Taruna, Rp5 ribu untuk pembayaran listrik,” ungkapnya.

Menurut penjual sayuran ini, dia hanya berdagang malam hari hingga dinihari, setelah itu tidak lagi. Bahkan selama ini hanya mencari nafkah de­ngan membuka lapak PKL serta untuk kepentingan makan anak-anaknya. “Sekarang kalau digusur siapa yang mau ngasih makan anak-anak saya,” keluhnya.(hot)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59698)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52464)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51552)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15040)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14309)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14133)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13849)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13356)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12403)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9328)
Bedah JayaposEksekusi bergaya premanisme, Hendra Laporkan ACC Finance ke BPSK Bukittinggi Bukittinggi, Jaya Pos Karena merasa dirugikan, Hendra Sutoto (39) melaporkan peristiwa yang dialaminya 3 ...


Kasus Tanah Kas Desa RancaudikTerkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RABDenpom Pekanbaru Menertibkan Perjudian di Tapung
Laporan KhususPemdes Sukaramai Jalin Kerjasama Dengan Praktisi Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Tentang PerikaKampar, Jaya Pos Pemerintahan Desa (Pemdes) Sukaramai menjalin kerjasama dengan pegiat/praktisi pelatihan ...


Ketua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliPolsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik50 Anggota DPRD Subang Periode 2019-2024 Dilantik