Sabtu, 12 Agustus 2017 - 06:14:53 WIB
Bisnis Esek-Esek di Ketapang 700 Ribuan Untuk Sekali KencanKategori: Kalimantan Barat - Dibaca: 974 kali

Baca Juga:Bupati Boul Ditangkap KPK Bidik Pembina DemokratKPUD dan Walikota Berebut Kursi Sekretaris KPUDBerita Poto :Pesta Bolon Simbolon Indonesia Dihadiri Megawati Berita Foto :Bupati Buol Amran Batalipu Lagi Digiring ke KPK Jumat (6/7/2012)

Ketapang, Jaya Pos

Diduga banyak Penjaja Seks Komersial (PSK) melakukan aktivitasnya di Kota Ketapang Kalimantan Barat. Bisnis esek-esek ini mereka lakukan secara terang-terangan dan ada juga secara terselubung.

Untuk terang-terangan, PSK ini dikelola secara khusus di sebuah lokasi. Dimana, keberadaan lokasi tersebut berada di jantung kota Ketapang, Desa Paya Kumang atau dikenal dengan nama ‘Lokalisasi Kolam’.

Pantauan Jaya Pos lokalisasi yang menggunakan lahan eks Perusahaan Kawedar ini sudah cukup lama beroperasi dan tak pernah sepi dari pengunjung. Selain menyediakan jasa ese-esek, mereka juga menyediakan tempat hiburan seperti karaoke. Diperkirakan, perputaran uang bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta permalam.

Sementara PSK yang ada di sana pada umumnya berasal dari Pulau Jawa, dengan usia bervariasi sekitar 20 s/d 35 tahunan. Untuk shot time atau sekali kencan mereka mematok tarif Rp 150 ribu, dan long time atau nginap Rp 400 s/d 500 ribu permalam, tergantung nego.

Menurut Iyem (23 th) - bukan nama sebenarnya, mengaku dia datang ke lokalisasi baru pertama kalinya. Tepatnya sekitar sepuluh hari setelah lebaran. Dia di ajak oleh teman dengan cara mengenalkan kepada pengelola.

Ketika ditanya berapa banyak jumlah tamu dia dapat dalam sehari, Iyem mengatakan tidak bisa dipastikan. “Nggak tetap mas, waktu sepi ya sepi, waktu ramai ya lumayanlah. Yaa…, sekitar 5 s/d 10 orang Mas,” kata Iyem kepada Jaya Pos, saat melakukan investigasi.

Selain lokalisasi, bisnis esek-esek ini diduga juga banyak dilakukan secara terselubung. Bahkan, PSK yang bergerak secara diam-diam itu terkesan marak, bak dikatakan jamur tumbuh subur di musim hujan.

Bagi mereka yang menjalankan secara terselubung, modus operandi bermacam-macam. Ada yang beralasan bekerja sebagai pelayan karaoke atau bertamengkan menemankan tamu bernyanyi/karaoke, ada yang mangkal di hotel atau penginapan, dan ada juga yang mangkal di kafe remang-remang. Namun, ada  juga yang menyewa kost dan menunggu deringnya telepon seluler dari mucikari maupun tamu guna memboking mereka di hotel.

Sementara bagi mereka yang bergerak secara terselubung, tarif kencannya juga bervariasi. Untuk shot time mereka mematok harga Rp 400 s/d 700 ribu sekali kencan, dan long time atau menginap mereka mematok sebesar Rp 1 juta s/d 2  juta.

Seperti diceritakan Kenanga (nama samaran) kepada Jaya Pos, dia lebih senang mangkal di kost dan menuggu panggilan lelaki hidung belang. Menurutnya, modus operandi seperti itu dinilainya eksklusif dan lebih terjaga rahasianya.

Janda (20th) berdarah sunda dan beranak satu ini mengaku baru 3 bulan di kota bertuah ini. Menurutnya,  bekerja atau menyandang sebagai PSK bukan cita-citanya. Dia melakukan ini karena keterpaksaan demi mengatasi kebutuhan ekonomi.

Banyak yang diceritakan. Pendek kisah, keberadaan Kenanga di kota Ketapang karena mengikuti teman yang datangnya lebih dahulu yang juga berbisnis sebagai penjaja seks. “Demi anak dan  kebutuhan hidup, saya terpaksa seperti ini. Mudah-mudahan cepat dapat jodoh dan keluar dari berbagai persoalan,” harapnya.

Lain Kenanga lain pula Mawar (bukan nama sebenarnya). Menurutnya, dia senang mencari mangsa sambil bekerja di tempat karaoke. Jika di tempat karaoke Mawar bisa mendapat uang tambahan. Uang tambahan itu dia peroleh dari komisi uang botol dan jasa uang table. Bahkan dikatakan, tak jarang tamu memberinya uang cash. “Jika tamu senang dan baik hati, selain uang botol dan table, biasaya saya juga diberi uang cash. Semua itu diluar uang jasa kencan,” ujar Mawar yang mengaku asal Pontianak ini.(Tris)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (121558)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (90934)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (63530)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (50531)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (45785)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (45618)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (37463)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (32919)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (31612)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (24049)
Bedah JayaposKades Stroke, BPD Pertanyakan Sikap Bupati SubangDesakan warga ini murni guna menciptakan kondusifitas pemerintahan dalam pelayanan terhadap warga dan ...


Tutupi Indikasi Persekongkolan Tender, ULP Ketapang Manipulasi Data?Pelaksanaan 2 Proyek Bandara Kuala Kurun, Diduga Tidak Sesuai Kontrak445 Mesin Parkir Jadi Mubazir, Ada Politik Dibalik Pengadaan ?Peningkatan Jalan Coban Blimbing-Wonosari Diduga Asal JadiHasil Kerjaan Amburadul Tanpa Referensi Dan Kemampuan Dasar PT Nasrip Indonesia Menang 3 PaketKanwil DJBC Riau dan Sumbar Musnahkan Barang Selundupan Senilai Rp13 M LebihDiduga Kongkalikong Antara Kontraktor dan Pejabat PU di Proyek Rigit Beton 6 M
Laporan KhususBerhasil Kendalikan Kaki Gajah Depok Raih PenghargaanDepok, Jaya Pos Pemerintah Kota (Pemkot) Depok meraih penghargaan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia ...


Tahapan Seleksi Sekda Memasuki Penulisan MakalahBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Tahun 2017Ketua Dewan Pimpin Paripurna Istimewa APBD-P 2017Inovasi Disbun Jatim Untuk Petani KakaoHUT Kabupaten Natuna Bupati Berikan Penghargaan Pada PegawaiJaksa Pangkalpinang Masuk SekolahPDAM Kab Melawi Peroleh Predikat WTP