Sabtu, 12 Agustus 2017 - 07:14:09 WIB
PT Kencana Katara Kewala Cemari LingkunganKategori: Bengkulu - Dibaca: 248 kali

Baca Juga:Bupati Boul Ditangkap KPK Bidik Pembina DemokratKPUD dan Walikota Berebut Kursi Sekretaris KPUDBerita Poto :Pesta Bolon Simbolon Indonesia Dihadiri Megawati Berita Foto :Bupati Buol Amran Batalipu Lagi Digiring ke KPK Jumat (6/7/2012)

Bengkulu Utara, Jaya Pos

Sudah selayaknya, Bupati Bengkulu Utara memberikan teguran keras kepada perusahaan pabrik kelapa Sa­wit, yang terbukti melanggar aturan.

Dalam hal ini PT. Kencana Katara Kewala (K3/SIL), diduga tidak profesio­nal serta tidak bertanggung jawab dan tidak mengacu pada tata kelola kebersihan ruang udara dan lingkungan. PT K3/SIL disinyalir tidak bisa menjaga kebersihan udara dan kenyamanan warga di sekitar Desa Penyangi sebutkan namanya.

Menurut sang dokter dampak bau yang tak sedap lalat dan asap yang dihasilkan cerobong pabrik mengakibatkan tercemarnya karbondioksida (CO2) yang di butuhkan oleh tubuh. Lebih jauh dia menjelaskan, dampak dari itu semua sangat rentan pada anak balita, walaupun proses terdeteksinya penyakit membutuhkan jangka waktu yang lama, dan biasanya di awali dengan batuk-batuk.

Sementara itu di tempat terpisah, Wahyudi selaku Kades Desa Giri Kencana (D1). Yang termasuk salah satu desa penyangga, me­nyampaikan pada Jaya Pos, bahwa dia sering mendapat

keluhan dan laporan dari masyarakatnya, akan dampak bau asap dan lalat, dari aktifitas pabrik K3/SIL. Terutama di wilayah Kadus satu (1). Beliau juga menambahkan kehadiran pabrik K3/SIL, juga ada sisi baiknya bisa membantu masyarakat dan mengurangi pengangguran. Namun terlepas itu semua, dia berharap pihak perusahaan bisa mencari solusi terbaik untuk mengurai permasalahan yang ada sebelum timbul gejolak yang lebih luas dan bisa berakibat buruk baik bagi masyarakat maupun perusahaan itu sendiri.

Hal senada juga disampaikan oleh Kades Bukit Indah Irawan Hadi. Dia tidak menampik bahwa pihak perusahaan sedikit besarnya sudah banyak membantu desanya. Namun permasalahan asap bau dan lalat tidak bisa perusahaan abaikan.

Sementara itu sebelum berita ini diterbitkan, Jaya Pos berusaha konfirmasi ke saudara Haris selaku (ASKEP) Perusahaan K3/SIL melalui via telepon, namun tidak ada jawaban. Sehingga mempersulit Jaya Pos untuk menggali informasi dari pihak perusahaan.

Menyikapi permasalahan seperti ini pemerintah harus peka dan seyogyanya berpihak pada masyarakat. Karena biar bagaimanapun, pemerintah adalah pelayan masyarakat. Dinas terkait harus turun langsung dan mengawasi serta harus berani memberi sanksi tegas kepada perusahaan jika terbukti melanggar aturan. Sudah barang tentu kita semua tidak inginkan Perusahaan seperti ini hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu. Pertanyaannya jika hal seperti ini di biarkan, ada apa di dalamnya….?

Jika lebih dalam kita cermati, patut diduga perusahaan PT. K3/SIL, mengabaikan UU NO 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengolahan lingkungan hidup. Dengan ancaman pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun. paling lama 10 (sepuluh) tahun, dan denda paling sedikit Rp 3.000.000.000.00 (tiga miliar rupiah) dan paling banyak Rp 10.000.000.000.00. (sepuluh miliar rupiah) .

Masih terkait hal ini. Jaya Pos sangat menyayangkan lambannya, pihak-pihak terkait dalam merespon pemberitaan dari media. Seolah-olah mereka hanya tutup mata dan kurang memahami bahwa Media adalah bahagian dari ruang kontrol pemerintah, dalam membantu mensukseskan programnya. Jika media hanya di anggap bacaan semata, lalu siapa yang akan mengontrol pemerintah. Padahal sudah jelas menurut UU tujuan dan fungsi media. (Uslatu)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50355)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13446)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12779)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8004)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5326)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (4817)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3942)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (3739)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3615)Pengusaha Ayam Goreng Karawaci Rugi Rp 28 Juta (3527)
Bedah JayaposPerusakan Pagar Beton Diperintah Oleh TerdakwaTangerang, JAYAPOS - Sungguh berani, walaupun usia tua tapi semangat tetap muda. Kalau pada ...


Penggunaan Anggaran Pendidikan PAUD Mantan Pjs Mekar Jaya Diduga Tidak TransparanPungli di CV BB Travel Catut Nama Polres Penyidik Dilapor Ke Propam Polda KaltengPedestrian Merr-Kalidami Senilai Rp 3 Milyar Terkesan Asal JadiGalian C Desa Treman Kabupaten Minut Diduga Tidak Mengantongi IzinProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung JawabKinerja PPDP KPU Way Kanan DipertanyakanSatpol PP Kota Tanjungbalai Tertibkan PKL Berdagang di Trotoar
Laporan KhususSrikandi Pasegeran Multi Peran di TMMDBanjarnegara, JAYAPOS - Suparti (45) petani dari Dusun Kroya Rt 02 Rw 03 Desa Pasegeran Kecamatan ...


Sembako Malam Disalurkan Kepada Warga Sasaran TMMD BanjarnegaraPeringatan Harganas XXV Tahun 2018, Bupati Irdinansyah Peroleh Tanda Kehormatan Manggala Karya KencaSuport Ibu-ibu Karanggondang Luar Biasa "Tak Ragu Langsir Material"Pemprov Jambi Dukung Pelestarian Olahraga Tradisional dan Liga SantriBerkah TMMD Bagi Pedagang TernakPembangunan Drainase di Lokasi TMMD Reg 102 DikebutRehab RTLH di Lokasi TMMD Reg 102 Pasegeran