Sabtu, 12 Agustus 2017 - 07:14:09 WIB
PT Kencana Katara Kewala Cemari LingkunganKategori: Bengkulu - Dibaca: 25 kali

Baca Juga:Bupati Boul Ditangkap KPK Bidik Pembina DemokratKPUD dan Walikota Berebut Kursi Sekretaris KPUDBerita Poto :Pesta Bolon Simbolon Indonesia Dihadiri Megawati Berita Foto :Bupati Buol Amran Batalipu Lagi Digiring ke KPK Jumat (6/7/2012)

Bengkulu Utara, Jaya Pos

Sudah selayaknya, Bupati Bengkulu Utara memberikan teguran keras kepada perusahaan pabrik kelapa Sa­wit, yang terbukti melanggar aturan.

Dalam hal ini PT. Kencana Katara Kewala (K3/SIL), diduga tidak profesio­nal serta tidak bertanggung jawab dan tidak mengacu pada tata kelola kebersihan ruang udara dan lingkungan. PT K3/SIL disinyalir tidak bisa menjaga kebersihan udara dan kenyamanan warga di sekitar Desa Penyangi sebutkan namanya.

Menurut sang dokter dampak bau yang tak sedap lalat dan asap yang dihasilkan cerobong pabrik mengakibatkan tercemarnya karbondioksida (CO2) yang di butuhkan oleh tubuh. Lebih jauh dia menjelaskan, dampak dari itu semua sangat rentan pada anak balita, walaupun proses terdeteksinya penyakit membutuhkan jangka waktu yang lama, dan biasanya di awali dengan batuk-batuk.

Sementara itu di tempat terpisah, Wahyudi selaku Kades Desa Giri Kencana (D1). Yang termasuk salah satu desa penyangga, me­nyampaikan pada Jaya Pos, bahwa dia sering mendapat

keluhan dan laporan dari masyarakatnya, akan dampak bau asap dan lalat, dari aktifitas pabrik K3/SIL. Terutama di wilayah Kadus satu (1). Beliau juga menambahkan kehadiran pabrik K3/SIL, juga ada sisi baiknya bisa membantu masyarakat dan mengurangi pengangguran. Namun terlepas itu semua, dia berharap pihak perusahaan bisa mencari solusi terbaik untuk mengurai permasalahan yang ada sebelum timbul gejolak yang lebih luas dan bisa berakibat buruk baik bagi masyarakat maupun perusahaan itu sendiri.

Hal senada juga disampaikan oleh Kades Bukit Indah Irawan Hadi. Dia tidak menampik bahwa pihak perusahaan sedikit besarnya sudah banyak membantu desanya. Namun permasalahan asap bau dan lalat tidak bisa perusahaan abaikan.

Sementara itu sebelum berita ini diterbitkan, Jaya Pos berusaha konfirmasi ke saudara Haris selaku (ASKEP) Perusahaan K3/SIL melalui via telepon, namun tidak ada jawaban. Sehingga mempersulit Jaya Pos untuk menggali informasi dari pihak perusahaan.

Menyikapi permasalahan seperti ini pemerintah harus peka dan seyogyanya berpihak pada masyarakat. Karena biar bagaimanapun, pemerintah adalah pelayan masyarakat. Dinas terkait harus turun langsung dan mengawasi serta harus berani memberi sanksi tegas kepada perusahaan jika terbukti melanggar aturan. Sudah barang tentu kita semua tidak inginkan Perusahaan seperti ini hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu. Pertanyaannya jika hal seperti ini di biarkan, ada apa di dalamnya….?

Jika lebih dalam kita cermati, patut diduga perusahaan PT. K3/SIL, mengabaikan UU NO 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengolahan lingkungan hidup. Dengan ancaman pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun. paling lama 10 (sepuluh) tahun, dan denda paling sedikit Rp 3.000.000.000.00 (tiga miliar rupiah) dan paling banyak Rp 10.000.000.000.00. (sepuluh miliar rupiah) .

Masih terkait hal ini. Jaya Pos sangat menyayangkan lambannya, pihak-pihak terkait dalam merespon pemberitaan dari media. Seolah-olah mereka hanya tutup mata dan kurang memahami bahwa Media adalah bahagian dari ruang kontrol pemerintah, dalam membantu mensukseskan programnya. Jika media hanya di anggap bacaan semata, lalu siapa yang akan mengontrol pemerintah. Padahal sudah jelas menurut UU tujuan dan fungsi media. (Uslatu)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerDinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (4679)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (2991)Komentari Kasus e-KTP, Andar: Abraham Samad Itu 'Omdo' (1659)Pandangan Umum Fraksi PDIP, PAN, dan RNB Terhadap Nota Keuangan dan Raperda APBD Kota Depok TA 2018 (1085)Sutadi SH dan Oknum Polres Ketapang Diduga Bobol Rumah Walet Milik Akim (660)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (605)PT Jembatan Nusantara Melakukan Pembohongan Terhadap Pelamar Pekerjaan (468)Proyek Jalan Siduk-Ketapang Rp 27 M Diduga Bermasalah (337)Diabetes, Ancaman Yang Harus Diwaspadai (297)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (289)
Bedah JayaposAPBDes Katimoho Terindikasi DikorupsiGresik, Jaya Pos APBDes Desa Katimoho Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik Jawa Timur jadi sorotan. Pasalnya ...


Bendungan Karalloe Senilai 518 M Tidak Selesai PPK dan Kontraktor Enggan KomentarTangani Sengketa Tanah Damang Tewah Turun LapanganPT EBB Supply Puluhan Ribu Ton Solar Perhari ke Penambang di Sei KahayanRehab Sekolah Di Pandeglang Diduga Rawan PenyimpanganBPN Maros Akan Panggil Pemilik Sertifikat Ganda Pada Lahan Proyek Mamminasata Pekerjaan Jalan Pasirkadu-Perdana Dikeluhkan WargaPT. MAJI Diduga Serobot Lahan Kelompok Tani Karya Mandiri
Laporan KhususDinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Depok Gelar Workshop B2SADepok, Jaya Pos Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Depok mengelar acara Workshop penyusunan ...


Memperkenalkan Lebih Dini Budaya Batak Pada Anak-Anak Melalui Natal STM SarohaWaiting List Keberangkatan Jamaah Haji Kabupaten Ciamis Sudah Mencapai 2030Menggali Monumen Quo Lijn, Tim Pusat Sejarah Kepolisian Melakukan PenelitianSiapkan Aparatur Transportasi Handal, Padang Panjang Teken MoU dengan STTDPemkab Mukomuko Memperingati Maulid Nabi Mudammad SAW 1439 H/2017 MImbau Pemkab/Pemkot Ingatkan Masyarakat Lakukan Pencegahan KebakaranPengembangan Pemasaran Melalui Online