Sabtu, 12 Agustus 2017 - 07:14:09 WIB
PT Kencana Katara Kewala Cemari LingkunganKategori: Bengkulu - Dibaca: 197 kali

Baca Juga:Bupati Boul Ditangkap KPK Bidik Pembina DemokratKPUD dan Walikota Berebut Kursi Sekretaris KPUDBerita Poto :Pesta Bolon Simbolon Indonesia Dihadiri Megawati Berita Foto :Bupati Buol Amran Batalipu Lagi Digiring ke KPK Jumat (6/7/2012)

Bengkulu Utara, Jaya Pos

Sudah selayaknya, Bupati Bengkulu Utara memberikan teguran keras kepada perusahaan pabrik kelapa Sa­wit, yang terbukti melanggar aturan.

Dalam hal ini PT. Kencana Katara Kewala (K3/SIL), diduga tidak profesio­nal serta tidak bertanggung jawab dan tidak mengacu pada tata kelola kebersihan ruang udara dan lingkungan. PT K3/SIL disinyalir tidak bisa menjaga kebersihan udara dan kenyamanan warga di sekitar Desa Penyangi sebutkan namanya.

Menurut sang dokter dampak bau yang tak sedap lalat dan asap yang dihasilkan cerobong pabrik mengakibatkan tercemarnya karbondioksida (CO2) yang di butuhkan oleh tubuh. Lebih jauh dia menjelaskan, dampak dari itu semua sangat rentan pada anak balita, walaupun proses terdeteksinya penyakit membutuhkan jangka waktu yang lama, dan biasanya di awali dengan batuk-batuk.

Sementara itu di tempat terpisah, Wahyudi selaku Kades Desa Giri Kencana (D1). Yang termasuk salah satu desa penyangga, me­nyampaikan pada Jaya Pos, bahwa dia sering mendapat

keluhan dan laporan dari masyarakatnya, akan dampak bau asap dan lalat, dari aktifitas pabrik K3/SIL. Terutama di wilayah Kadus satu (1). Beliau juga menambahkan kehadiran pabrik K3/SIL, juga ada sisi baiknya bisa membantu masyarakat dan mengurangi pengangguran. Namun terlepas itu semua, dia berharap pihak perusahaan bisa mencari solusi terbaik untuk mengurai permasalahan yang ada sebelum timbul gejolak yang lebih luas dan bisa berakibat buruk baik bagi masyarakat maupun perusahaan itu sendiri.

Hal senada juga disampaikan oleh Kades Bukit Indah Irawan Hadi. Dia tidak menampik bahwa pihak perusahaan sedikit besarnya sudah banyak membantu desanya. Namun permasalahan asap bau dan lalat tidak bisa perusahaan abaikan.

Sementara itu sebelum berita ini diterbitkan, Jaya Pos berusaha konfirmasi ke saudara Haris selaku (ASKEP) Perusahaan K3/SIL melalui via telepon, namun tidak ada jawaban. Sehingga mempersulit Jaya Pos untuk menggali informasi dari pihak perusahaan.

Menyikapi permasalahan seperti ini pemerintah harus peka dan seyogyanya berpihak pada masyarakat. Karena biar bagaimanapun, pemerintah adalah pelayan masyarakat. Dinas terkait harus turun langsung dan mengawasi serta harus berani memberi sanksi tegas kepada perusahaan jika terbukti melanggar aturan. Sudah barang tentu kita semua tidak inginkan Perusahaan seperti ini hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu. Pertanyaannya jika hal seperti ini di biarkan, ada apa di dalamnya….?

Jika lebih dalam kita cermati, patut diduga perusahaan PT. K3/SIL, mengabaikan UU NO 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengolahan lingkungan hidup. Dengan ancaman pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun. paling lama 10 (sepuluh) tahun, dan denda paling sedikit Rp 3.000.000.000.00 (tiga miliar rupiah) dan paling banyak Rp 10.000.000.000.00. (sepuluh miliar rupiah) .

Masih terkait hal ini. Jaya Pos sangat menyayangkan lambannya, pihak-pihak terkait dalam merespon pemberitaan dari media. Seolah-olah mereka hanya tutup mata dan kurang memahami bahwa Media adalah bahagian dari ruang kontrol pemerintah, dalam membantu mensukseskan programnya. Jika media hanya di anggap bacaan semata, lalu siapa yang akan mengontrol pemerintah. Padahal sudah jelas menurut UU tujuan dan fungsi media. (Uslatu)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (121558)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (90934)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (63531)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (50531)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (45785)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (45618)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (37463)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (32919)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (31612)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (24049)
Bedah JayaposKades Stroke, BPD Pertanyakan Sikap Bupati SubangDesakan warga ini murni guna menciptakan kondusifitas pemerintahan dalam pelayanan terhadap warga dan ...


Tutupi Indikasi Persekongkolan Tender, ULP Ketapang Manipulasi Data?Pelaksanaan 2 Proyek Bandara Kuala Kurun, Diduga Tidak Sesuai Kontrak445 Mesin Parkir Jadi Mubazir, Ada Politik Dibalik Pengadaan ?Peningkatan Jalan Coban Blimbing-Wonosari Diduga Asal JadiHasil Kerjaan Amburadul Tanpa Referensi Dan Kemampuan Dasar PT Nasrip Indonesia Menang 3 PaketKanwil DJBC Riau dan Sumbar Musnahkan Barang Selundupan Senilai Rp13 M LebihDiduga Kongkalikong Antara Kontraktor dan Pejabat PU di Proyek Rigit Beton 6 M
Laporan KhususBerhasil Kendalikan Kaki Gajah Depok Raih PenghargaanDepok, Jaya Pos Pemerintah Kota (Pemkot) Depok meraih penghargaan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia ...


Tahapan Seleksi Sekda Memasuki Penulisan MakalahBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Tahun 2017Ketua Dewan Pimpin Paripurna Istimewa APBD-P 2017Inovasi Disbun Jatim Untuk Petani KakaoHUT Kabupaten Natuna Bupati Berikan Penghargaan Pada PegawaiJaksa Pangkalpinang Masuk SekolahPDAM Kab Melawi Peroleh Predikat WTP