Minggu, 08 Juli 2012 - 10:00:10 WIB
Calon Siswa Baru SMPN 1 Labuan Melebihi KuotaKategori: Pendidikan - Dibaca: 445 kali

Baca Juga:Desa Karanggetas Siap Mendapat Listrik GratisSidang Kasus Perusakan di PN Siantar Sering Dipimpin Hakim Tunggal, Diminta Agar Dilaporkan ke KYKades Sukaraja Akui Memalsukan Tanda Tangan dan Cap RWSMK Teknologi Plus Padjadjaran Kota Sukabumi Siap Menampung 600 Peserta Didik Baru

Pandeglang, Jaya Pos

Calon siswa baru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Labuan untuk Tahun Ajaran 2012-2013 ternyata melebihi kuota yang ada. Menurut catatan pihak sekolah bahwa calon siswa baru yang sudah mendaftar dan terdaftar dari beberapa lulusan SDN yang ada di Kec Labuan Kab Pandeglang mencapai 412 sementara ruang kelas yang tersedia hanya mampu menampung  324 siswa.

Hal yang sama disampaikan Drs Iip Saepudin M.MPd, Kepala Sekolah SMPN 1 Labuan dalam acara sosialisasi bersama Ketua dan Anggota Komite sekaligus para orang tua murid yang digelar di pilar Geduang SMPN 1 Labuan, belum lama ini.

Menurut Iip, jika sejumlah 412 calon siswa  harus diterima semua tanpa melalui test dan seleksi, jelas SMPN 1 Labuan sangat tidak mungkin sebab kapasitas yang ada sangat terbatas. “Akan tetapi, melalui acara sosialisasi ini mari kita berembuk dan bermusyawarah bagaimana cara dan upaya kita sehingga keinginan para orang tua yang memiliki putra-putri melanjutkan sekolah ke SMPN 1 Labuan ini sama halnya dengan keinginan kami,” katanya.

Sementara Ketua Komite SMPN 1 Labuan, Enjat Sudrajat memberikan pemahaman kepada sejumlah calon wali murid yang hadir, bisa saja semua calon siswa baru diterima di SMPN 1 Labuan, akan tetapi sebagaimana dikatakan kepsek mengingat, terbatasnya ruang kelas dan mobiler yang ada, maka satu-satunya upaya yang harus dilakukan adalah dengan cara memberian sumbangsih pembelian mobiler baru dan nilai  Rp 125 ribu per orang,” katanya.

Usulan yang dilontarkan oleh Ketua Komite pada umumnya disepakati oleh sebahagian  calon wali murid, meski sebahagian lainnya masih diliputi pertanyaan yang tidak terjawab mengingat ruang waktu yang terbatas dan acara sosialisasi itu pun layak dipertanyakan sebab jumlah sumbangsih yang ditentukan tidak disikapi dengan berita acara kesepakatan dan penandatanganan dari Ketua Komite sekaligus diketahui oleh kepsek.

“Ini kan sifatnya sumbangsih, berarti nilainya tidak boleh ditentukan. Artinya, di sesuaikan dengan keridhoan dan kemampuannya. Akan tetapi jika nilai sumbangsih itu ditentukan, terus terang kami tidak paham,” kata Jumahdi Samaun, salah satu calon wali murid saat dikonfirmasi.

Masih menurut Jumahdi, acara sosialisasi itu merupakan urun rembuk bagaimana cara semua calon siswa baru dapat tercover di SMPN 1 Labuan. “Kalau kita uji materil dari 412 calon siswa yang terdaftar sementara kebutuhan ruang belajar 324 siswa berarti kita harus mempertahankan 88 calon siswa. Nah, dari 88 calon siswa tersebut jelas harus kita atasi bersama,” katanya.

Hanya saja, menurut Jumahdi, jika 88 calon siswa tersebut diatasi oleh yang harus memberikan sumbangan Rp 125 per orang, hasilnya cukup fantastik. Padahal hanya sebatas kebutuhan mobiler semata.

encermati hal itu, salah satu calon wali murid yang namanya tidak mau disebutkan mengatakan, pihak komite terlalu pagi membicarakan masalah yang berkaitan dengan uang.

“Seharusnya ajak dulu sebahagian calon wali murid melihat langsung, apa betul ruang kelas terbatas sebagai acuan dan bahan dasar dari acara sosialisasi yang digelar sebagaimana yang diterangkan dari Pedum BOS bahwa wali murid dan komite berhak membantu membangun sekolah jika betul-betul diperlukan berdasarkan kenyataan yang terdengar dan terlihat,” tegasnya. Yan/Rus


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (113031)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (81950)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (14409)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (10287)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (8207)Masyarakat Tapanuli Tengah Demo Didepan Kantor KPK Minta Ketua KPK Tangkap Bonaran Situmeang (8040)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (7460)Harian JAYA POS (6585)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (6447)Demo di Kantor Bupati Tapteng, Minta Bonaran Situmeang Segera Ditangkap (6404)
Bedah JayaposDiduga Proyek Bermasalah 3 LSM Laporkan ke KPKBantaeng, Jaya Pos Kegiatan reklamasi proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga ...


Kejaksaan Akan Usut Dugaan Korupsi PDAM TirtaweningProyek peningkatan Sistem Lalu Lintas Kapal di Dumai, Publik Pertanyakan Bentuk Proyek dan KeberadaaAhli Waris Keluarga Tiga Menteng, Menuntut Pembayaran Ganti Rugi Lahan SDN No 14 dan 41Putihkan 5.000 Ha Sawit Ilegal Milik PT. BGA Group, Pejabat Ketapang Diisukan Terima Fee Rp 40 M52 unit Perumahan Dibangun PT Erminta Diduga Tanpa IMBButuh Perhatian Kapoldasu, Pemerasan dan Perampokan Marak di JalinsumDiduga Manager PT. PAL Main dengan Mafia Tanah
Laporan KhususJokowi - JK deklarasikan kemenangannya di Sunda KelapaJakarta, Jaya Pos Setelah Komisi Pemilihan Umum Pusat Jakarta, Selasa Malam, menetapkan Joko Widodo dan ...


"Ida Hinadenggan ni Angka na Sarohai"Tradisi Budaya Mudik Tradisi Mudik Bagi Kaum PerantauQuck Count dari Berbagai Lembaga Survei, Pasangan Jokowi-JK Unggul SementaraKelompok Tani Pribumi Kalbar Dukung Jokowi-JK Jadi Presiden RIGerakan Batak Bersatu Dukung Jokowi-JKBudaya Adat Totokng Simpang Pasir Dukung Jokowi-JKPuisi Gejolak Asmara & Kaca Oleh: Sarah Engeline Joseph.