Senin, 02 Oktober 2017 - 10:54:49 WIB
Dalihan Na Tolu Bagian dari Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Orang BatakKategori: Advertorial - Dibaca: 1347 kali

Baca Juga:Masyarakat Jakarta Pusat Pertanyakan Kunjungan Inspektorat ke KecamatanPerusakan Papan Nama Kantor Pengacara, Polsek Medan Baru dan Polresta Medan Diminta ProfesionalHasil Bumi Melimpah, Warga Lempuing Gelar Selamatan Bumi Forum Masyarakat Panei Demo Minta PTPN IV Bertanggungjawab Terhadap Sawah Mereka

Oleh : Dr (C) Liberty Simbolon, M.Kom

 JAKARTA ,Jaya Pos

Bangsa Indonesia khususnya di Tanah Batak, Pancasila merupakan harta terbesar anugerah Tuhan yang tidak dapat ditukarkan dengan apa pun. Pancasila untuk merangkul keberagaman bangsa. Dimana memberikan nilai kesejukan seperti toleransi dan menghargai keberagaman dalam mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia khususnya Tanah Batak.

Dikatakannya, Pancasila terancam dari tiga sudut. Pertama, pragmatisme suatu generasi yang hanya mau satu, maju dan masuk ke dalam the golden crowd yaitu kalangan yang dapat memanfaatkan mall dan hidup dalam gaya globalisme international. Kedua, puritanisme eksklusif keagamaan. Ketiga, korupsi kelas politik yang membuat omongan tentang Pancasila tidak credible.

Saat ini Pancasila menjadi Panglima Manajemen dalam keberagaman atau kemajemukan dalam menjawab tantangan bangsa, karena nilai-nilai yang berakar dari budaya nusantara. Sehingga terbukti Pancasila menjadi wadah pemersatu bangsa Indonesia yang beraneka ragam dan multikultutal. “Yang perlu kita lakukan adalah menjiwai dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Dalihan Na Tolu (Tiga Tungku), 'penyebutan dalam beragam bahasa sub etnis suku Batak pasa penamaan Tiga Tungku' hal yang representatif dalam menjaga kemajemukan warga negara,' ujarnya.

Liber Simbolon yang merupakan dosen di Universitas Bung Karno Jakarta ini menambahkan, dengan implementasi maka nilai-nilai Pancasila akan tetap kuat, sejahtera, dan makmur. Untuk itu, perlu ke depan berdasarkan kompetensi dan kualitas sehingga bisa menempatkan orang sesuai dengan keahliannya. “Misalnya, dalam promosi atau pengisian jabatan. Jangan lagi melihat unsur SARA, tetapi harus berdasarkan kompetensi dan kualitas orang,” imbuhnya.

Menurutnya, saat ini penjiwaan dan kultur yang kuat dari suku Batak sangat beragam tanpa memandang SARA. Bukan saatnya lagi egaliter membicarakan perbedaan dan menonjolkannya atau pemimpin yang ekslusif karena sudah bermajemuk, artinya bertetangga dengan suku-suku lainnya bahkan secara global.(...)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59700)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52465)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51552)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15040)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14310)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14133)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13851)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13359)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12415)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9331)
Bedah JayaposEksekusi bergaya premanisme, Hendra Laporkan ACC Finance ke BPSK Bukittinggi Bukittinggi, Jaya Pos Karena merasa dirugikan, Hendra Sutoto (39) melaporkan peristiwa yang dialaminya 3 ...


Kasus Tanah Kas Desa RancaudikTerkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RABDenpom Pekanbaru Menertibkan Perjudian di Tapung
Laporan KhususPemdes Sukaramai Jalin Kerjasama Dengan Praktisi Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Tentang PerikaKampar, Jaya Pos Pemerintahan Desa (Pemdes) Sukaramai menjalin kerjasama dengan pegiat/praktisi pelatihan ...


Ketua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliPolsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik50 Anggota DPRD Subang Periode 2019-2024 Dilantik