Kamis, 12 Oktober 2017 - 06:57:16 WIB
Diduga Kongkalikong Antara Kontraktor dan Pejabat PU di Proyek Rigit Beton 6 MKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 43 kali

Baca Juga:Mau Cari Untung, Kepsek Sakaring SPd Membangun Sekolah Asal-Asalan dan Menyalahi BestekPT Rezeki Kencana Sosialisasikan Penanggulangan Kebakaran HutanDinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten Harus Berani Beri Sangsi Tegas Kontraktor NakalLSM LIRA Kabupaten Labuhan Batu Kumpulkan Koin Untuk Pembangunan Gedung KPK

Kuala Tungkal, Jaya Pos

Proyek rigit beton dalam kota Kuala Tungkal pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Tanjab Barat Propinsi Jambi dengan pagu senilai Rp 6 Milyar sarat muatan korupsi. Indikasi kongkalikong dan korupsi proyek yang dikerjakan oleh PT. Muria Indah menerangkan ada beberapa item pekerjaan yang dengan sengaja dihilangkan tanpa sebab, dengan alasan berbagai macam cara yang menimbulkan produk persekongkolan antara Dinas PU, konsultan perencanaan, dan panitia lelang.

Konsultan perencaan juga amburadul merencanakan perlengkapan pekerjaan tidak ada yang beres, dari mulai alat-alat perlengkapan sampai ke mutu beton tidak juga dicantumkannya, kenapa konsultan perencanaan dan Dinas DPU Kabupaten Tanjab Barat selalu berbuat tidak senonoh seperti ini, pengguna anggaran dan pihak perusahaan PT. Muria Indah ini menawar pekerjaan tersebut dengan nilai Rp. 6.000.000.000,00 dari harga perkiraan sendiri (hps) Rp. 6.000.000.000,00..

Harga yang diajukan perusahaan tersebut bukanlah penawaran yang paling terendah yang bisa menghemat keuangan daerah. Jika diurutkan berdasarkan penawaran terendah PT. Muria Indah ini berada diurutan ke 11. Yang terendah diajukan oleh PT. Nugraha Tyagasupala dengan harga Rp. 4.800.000.000.00, disusul oleh PT. Rogantina Jaya Sakti Rp. 4.920.000.000.00, terus PT. Cahaya Rembulan Rp. 5.248.400.000,00, PT. Andalas Raya Rp. 5.252.900.000,00, Bumi Delta Hatten, PT Rp. 5.602.000.000,00, PT. Multi Karya Family Jaya Utama Rp. 5.638.000.000,00, Karya Agung Jabung Indah PT Rp. 5.708.000.000,00, PT. Belimbing Sriwijaya Rp. 5.708.000.000,00, PT. Keranjang Buana Astindo Rp. 5.729.000.000,00, PT. Yaek Ifda Cont Rp. 5.851.800.000,00, itulah 10 rekanan penawaran yang paling terendah dari PT. Muria Indah perusahaan yang berdomisili di jalan Ki Hajar Dewantara RT 07 Kuala Tungkal Kabupaten Tanjab Barat.

Tidak hanya masalah di dalam tender, pelaksaan pekerjaan ini pun terlihat akal-akalan. Di lapangan terjadi mengurangi kualitas dan kuantitas yang sarat penyimpangan. Proyek rigit beton yang dikerjakan ini sudah tidak sesuai dengan rencana anggaran belanja (RAB) yang dikeluarkan DPU Kabupaten Tanjab Barat. Bahan material berupa lapis pondasi agregat kelas A yang seharusnya dilakoni oleh pihak pelaksana sebanyak 385,94 M3 dengan ketebalan 10 cm ternyata tidak dilakoni oleh PT. Muria Indah. Juga salah satu alat yang untuk menjamin kualitas dan kuantitas yaitu alat slip from pavers tidak ada juga di lokasi pekerjaannya.

Sekarang dikerjakan secara manual, masih banyak lagi kekurangan-kekurangan yang di lokasi pekerjaan yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Oleh sejumlah ahli rigit beton, tehnik pekerjaan ini dinilai salah dari awal dan berakibatkan buruk pada akhirnya karena tidak mengikuti Rencana Anggaran Belanja (RAB).

Sementara itu, Anggota DPRD Komisi 3 Kabupaten Tanjab Barat H. Syaifuddin Marzuki SE mengatakan, pekerjaan rigit beton itu bisa saja distop sementara, kalau memang alat slip from pavers itu memang ada di penawaran si pemenang dan juga kalau memang alat itu benar untuk menjadi tolak ukur jalan rigit beton tersebut agar berkualitas dan kwantitas, alat tersebut memang harus digunakan.

“Untuk apa di penawaran alat tersebut ada, tetapi begitu dibutuhkan dilokasi ternyata alat slip from paversnya tidak ada, jangan banyak alasan, ada apa Dinas PU dan konsultan perencanaan jika diributkan baru melakukan CCO ada apa, kenapa tidak dari awal saja semua itu dihilangkan, jadi tidak menjadi polemik seperti ini.  Komisi 3 berhak mempertanyakan alat tersebut, ya kalau memang alat itu tidak ada kenapa disaat lelang alat tersebut ditampilkan, jika pekerjaan itu mau distop silahkan, hadirkan orang Dinas PU itu, langsung suruh dia menghentikan pekerjaannya untuk sementara, hadirkan alat berat itu sesuai dengan dokumen penawarannya.  Yang penting kita ikut sesuai dangan aturan yang berlaku, ya bisa jadi kalau alat slif from pavers itu menjadi senjata untuk memukul mundur 10 rekanan yang mengikuti proses disaat lelang tempo hari.  Nanti kita juga akan mempertanyakan tentang aturan lelang kepada dinas terkait, sesuai dengan kendala yang terjadi dilapangan. Kita akan panggil orang-orang yang bersangkutan, nanti kita dari Komisi 3 akan adakan rapat internal untuk membahas apa-apa yang kawan-kawan laporkan ini, kebetulan untuk pengawasan dibidang pembangunan di pemerintahan itu memang bidang kami dari Komisi 3. ya ini segera akan kami tindaklanjuti,” tegas politisi Partai PBB, H.Syaifuddin Marzuki SE.(Tenk)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (121558)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (90934)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (63531)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (50531)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (45785)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (45618)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (37463)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (32919)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (31612)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (24049)
Bedah JayaposKades Stroke, BPD Pertanyakan Sikap Bupati SubangDesakan warga ini murni guna menciptakan kondusifitas pemerintahan dalam pelayanan terhadap warga dan ...


Tutupi Indikasi Persekongkolan Tender, ULP Ketapang Manipulasi Data?Pelaksanaan 2 Proyek Bandara Kuala Kurun, Diduga Tidak Sesuai Kontrak445 Mesin Parkir Jadi Mubazir, Ada Politik Dibalik Pengadaan ?Peningkatan Jalan Coban Blimbing-Wonosari Diduga Asal JadiHasil Kerjaan Amburadul Tanpa Referensi Dan Kemampuan Dasar PT Nasrip Indonesia Menang 3 PaketKanwil DJBC Riau dan Sumbar Musnahkan Barang Selundupan Senilai Rp13 M LebihDiduga Kongkalikong Antara Kontraktor dan Pejabat PU di Proyek Rigit Beton 6 M
Laporan KhususBerhasil Kendalikan Kaki Gajah Depok Raih PenghargaanDepok, Jaya Pos Pemerintah Kota (Pemkot) Depok meraih penghargaan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia ...


Tahapan Seleksi Sekda Memasuki Penulisan MakalahBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Tahun 2017Ketua Dewan Pimpin Paripurna Istimewa APBD-P 2017Inovasi Disbun Jatim Untuk Petani KakaoHUT Kabupaten Natuna Bupati Berikan Penghargaan Pada PegawaiJaksa Pangkalpinang Masuk SekolahPDAM Kab Melawi Peroleh Predikat WTP