Kamis, 12 Oktober 2017 - 06:57:16 WIB
Diduga Kongkalikong Antara Kontraktor dan Pejabat PU di Proyek Rigit Beton 6 MKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 13 kali

Baca Juga:Mau Cari Untung, Kepsek Sakaring SPd Membangun Sekolah Asal-Asalan dan Menyalahi BestekPT Rezeki Kencana Sosialisasikan Penanggulangan Kebakaran HutanDinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten Harus Berani Beri Sangsi Tegas Kontraktor NakalLSM LIRA Kabupaten Labuhan Batu Kumpulkan Koin Untuk Pembangunan Gedung KPK

Kuala Tungkal, Jaya Pos

Proyek rigit beton dalam kota Kuala Tungkal pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Tanjab Barat Propinsi Jambi dengan pagu senilai Rp 6 Milyar sarat muatan korupsi. Indikasi kongkalikong dan korupsi proyek yang dikerjakan oleh PT. Muria Indah menerangkan ada beberapa item pekerjaan yang dengan sengaja dihilangkan tanpa sebab, dengan alasan berbagai macam cara yang menimbulkan produk persekongkolan antara Dinas PU, konsultan perencanaan, dan panitia lelang.

Konsultan perencaan juga amburadul merencanakan perlengkapan pekerjaan tidak ada yang beres, dari mulai alat-alat perlengkapan sampai ke mutu beton tidak juga dicantumkannya, kenapa konsultan perencanaan dan Dinas DPU Kabupaten Tanjab Barat selalu berbuat tidak senonoh seperti ini, pengguna anggaran dan pihak perusahaan PT. Muria Indah ini menawar pekerjaan tersebut dengan nilai Rp. 6.000.000.000,00 dari harga perkiraan sendiri (hps) Rp. 6.000.000.000,00..

Harga yang diajukan perusahaan tersebut bukanlah penawaran yang paling terendah yang bisa menghemat keuangan daerah. Jika diurutkan berdasarkan penawaran terendah PT. Muria Indah ini berada diurutan ke 11. Yang terendah diajukan oleh PT. Nugraha Tyagasupala dengan harga Rp. 4.800.000.000.00, disusul oleh PT. Rogantina Jaya Sakti Rp. 4.920.000.000.00, terus PT. Cahaya Rembulan Rp. 5.248.400.000,00, PT. Andalas Raya Rp. 5.252.900.000,00, Bumi Delta Hatten, PT Rp. 5.602.000.000,00, PT. Multi Karya Family Jaya Utama Rp. 5.638.000.000,00, Karya Agung Jabung Indah PT Rp. 5.708.000.000,00, PT. Belimbing Sriwijaya Rp. 5.708.000.000,00, PT. Keranjang Buana Astindo Rp. 5.729.000.000,00, PT. Yaek Ifda Cont Rp. 5.851.800.000,00, itulah 10 rekanan penawaran yang paling terendah dari PT. Muria Indah perusahaan yang berdomisili di jalan Ki Hajar Dewantara RT 07 Kuala Tungkal Kabupaten Tanjab Barat.

Tidak hanya masalah di dalam tender, pelaksaan pekerjaan ini pun terlihat akal-akalan. Di lapangan terjadi mengurangi kualitas dan kuantitas yang sarat penyimpangan. Proyek rigit beton yang dikerjakan ini sudah tidak sesuai dengan rencana anggaran belanja (RAB) yang dikeluarkan DPU Kabupaten Tanjab Barat. Bahan material berupa lapis pondasi agregat kelas A yang seharusnya dilakoni oleh pihak pelaksana sebanyak 385,94 M3 dengan ketebalan 10 cm ternyata tidak dilakoni oleh PT. Muria Indah. Juga salah satu alat yang untuk menjamin kualitas dan kuantitas yaitu alat slip from pavers tidak ada juga di lokasi pekerjaannya.

Sekarang dikerjakan secara manual, masih banyak lagi kekurangan-kekurangan yang di lokasi pekerjaan yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Oleh sejumlah ahli rigit beton, tehnik pekerjaan ini dinilai salah dari awal dan berakibatkan buruk pada akhirnya karena tidak mengikuti Rencana Anggaran Belanja (RAB).

Sementara itu, Anggota DPRD Komisi 3 Kabupaten Tanjab Barat H. Syaifuddin Marzuki SE mengatakan, pekerjaan rigit beton itu bisa saja distop sementara, kalau memang alat slip from pavers itu memang ada di penawaran si pemenang dan juga kalau memang alat itu benar untuk menjadi tolak ukur jalan rigit beton tersebut agar berkualitas dan kwantitas, alat tersebut memang harus digunakan.

“Untuk apa di penawaran alat tersebut ada, tetapi begitu dibutuhkan dilokasi ternyata alat slip from paversnya tidak ada, jangan banyak alasan, ada apa Dinas PU dan konsultan perencanaan jika diributkan baru melakukan CCO ada apa, kenapa tidak dari awal saja semua itu dihilangkan, jadi tidak menjadi polemik seperti ini.  Komisi 3 berhak mempertanyakan alat tersebut, ya kalau memang alat itu tidak ada kenapa disaat lelang alat tersebut ditampilkan, jika pekerjaan itu mau distop silahkan, hadirkan orang Dinas PU itu, langsung suruh dia menghentikan pekerjaannya untuk sementara, hadirkan alat berat itu sesuai dengan dokumen penawarannya.  Yang penting kita ikut sesuai dangan aturan yang berlaku, ya bisa jadi kalau alat slif from pavers itu menjadi senjata untuk memukul mundur 10 rekanan yang mengikuti proses disaat lelang tempo hari.  Nanti kita juga akan mempertanyakan tentang aturan lelang kepada dinas terkait, sesuai dengan kendala yang terjadi dilapangan. Kita akan panggil orang-orang yang bersangkutan, nanti kita dari Komisi 3 akan adakan rapat internal untuk membahas apa-apa yang kawan-kawan laporkan ini, kebetulan untuk pengawasan dibidang pembangunan di pemerintahan itu memang bidang kami dari Komisi 3. ya ini segera akan kami tindaklanjuti,” tegas politisi Partai PBB, H.Syaifuddin Marzuki SE.(Tenk)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerDinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (4677)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (2991)Komentari Kasus e-KTP, Andar: Abraham Samad Itu 'Omdo' (1659)Pandangan Umum Fraksi PDIP, PAN, dan RNB Terhadap Nota Keuangan dan Raperda APBD Kota Depok TA 2018 (1085)Sutadi SH dan Oknum Polres Ketapang Diduga Bobol Rumah Walet Milik Akim (660)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (605)PT Jembatan Nusantara Melakukan Pembohongan Terhadap Pelamar Pekerjaan (468)Proyek Jalan Siduk-Ketapang Rp 27 M Diduga Bermasalah (337)Diabetes, Ancaman Yang Harus Diwaspadai (297)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (289)
Bedah JayaposAPBDes Katimoho Terindikasi DikorupsiGresik, Jaya Pos APBDes Desa Katimoho Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik Jawa Timur jadi sorotan. Pasalnya ...


Bendungan Karalloe Senilai 518 M Tidak Selesai PPK dan Kontraktor Enggan KomentarTangani Sengketa Tanah Damang Tewah Turun LapanganPT EBB Supply Puluhan Ribu Ton Solar Perhari ke Penambang di Sei KahayanRehab Sekolah Di Pandeglang Diduga Rawan PenyimpanganBPN Maros Akan Panggil Pemilik Sertifikat Ganda Pada Lahan Proyek Mamminasata Pekerjaan Jalan Pasirkadu-Perdana Dikeluhkan WargaPT. MAJI Diduga Serobot Lahan Kelompok Tani Karya Mandiri
Laporan KhususDinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Depok Gelar Workshop B2SADepok, Jaya Pos Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Depok mengelar acara Workshop penyusunan ...


Memperkenalkan Lebih Dini Budaya Batak Pada Anak-Anak Melalui Natal STM SarohaWaiting List Keberangkatan Jamaah Haji Kabupaten Ciamis Sudah Mencapai 2030Menggali Monumen Quo Lijn, Tim Pusat Sejarah Kepolisian Melakukan PenelitianSiapkan Aparatur Transportasi Handal, Padang Panjang Teken MoU dengan STTDPemkab Mukomuko Memperingati Maulid Nabi Mudammad SAW 1439 H/2017 MImbau Pemkab/Pemkot Ingatkan Masyarakat Lakukan Pencegahan KebakaranPengembangan Pemasaran Melalui Online