Sabtu, 14 Oktober 2017 - 08:00:12 WIB
Hasil Kerjaan Amburadul Tanpa Referensi Dan Kemampuan Dasar PT Nasrip Indonesia Menang 3 PaketKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 186 kali

Baca Juga:Raskin di Mancak Kab Serang Diduga Marak PenyelewenganTim Kejagung Sita Dokumen Dinas PPKAD Siantar Terkait Dugaan Korupsi APBD TA 2010Mau Cari Untung, Kepsek Sakaring SPd Membangun Sekolah Asal-Asalan dan Menyalahi BestekPT Rezeki Kencana Sosialisasikan Penanggulangan Kebakaran Hutan

Surabaya, Jaya Pos

Paket pekerjaan pedestrian dimenangkan oleh P.T Nasrip Indonesia berlokasi 3 titik, berada tak jauh dari tempat yang dikerjakan yaitu Manyar. Berdasarkan pantauan Jaya Pos terhadap berkas PT tersebut, pemilik P.T Nasrip Indonesia itu atas nama Pujo Wiyatno ST bersama Akhmad Januar Harianto dan beralamat JL.Gunung Anyar Harapan/NPWP: 03.238.247.5-615.000 total nilai paket kurang lebih 11 milyar bila berhasil terselesaikan sebelum Januari 2018.

Bagaimana bias lolos, dalam suatu kontrak lelang bila tidak memiliki kemampuan dasar atau yang disebut referensi/pengalaman. Padahal proses lelang yang dilakukan panitia sangat ketat di tahun 2017. Sementara di lapangan tampak secara kasat mata pekerjaan PT tersebut sangat amburadul. Banyak item yang tertuang di dalam BOQ diduga dengan sengaja dihilangkan guna kepentingan isi saku ataukah faktor lain.

Berdasarkan pantauan Jaya Pos terkait pekerjaan pedestrian yang berlokasi Kertajaya Indah Tengah-Manyar Kertoadi dengan nilai tawar Rp. 2.924.526.000,00 dikerjakan asal tanpa memikirkan dampak hingga menyebabkan tiang listrik ambruk. Penurunan tanah samping biasanya terdapat pagar rumah warga ambrol akibat galian alat excavator.

Seharusnya sebelum melakukan galian memasang SSP (Steel Sheet Pile) L=6M+braching, item ini yang tidak terlihat padahal jumlah yang ditentukan 121 batang SSP, tiang penyangga uttulitas 5 buah, untuk pekerjaan, urukan sirtu padat dan dan pasir padat tidak maximal. Padahal sudah tertuang 313,90 M3 untuk pasangan top bottem terdapat trucuk bambu dibawah diametter 10-12 panjang 2M,5 titik bawah top bottem, urukan pasir tebal 5 CM, betton B0 bawah box, item ini diduga tidak maksimal terpenuhi.

Menurut Bowo selaku warga sekitar ketika Jaya Pos mengorek keterangan terkait proyek pedestrian mengatakan, “Yang sampean
tanyakan terpenuhi tapi hanya beberapa mungkin hanya untuk dokumen saja guna pencairan pak ?..setelah itu pekerjaan di pollos
lihat aja sertu samping box culver banyak kotoran batuan, paving, kotoran pohon kecil juga lihat aja sertu samping box culver banyak kotoran batuan,paving,kotoran pohon kecil juga ikut masuk, proyek gak jelas tanpa ada papan nama, ini kan jamannya keterbukaan informasi publik seperti tercantum dalam UUD nomer 14 tahun 2008 tentang KIP jadi warga harus tahu berapa nilai anggaran dan dari APBD Apa APBN, “ ujarnya sambil pergi.

Di sisi lain menurut Ketua LSM Goverdmant Watch,Renaldy terkait proyek pedestrian kuantitas dan kualitas di suatu proyek harus terlaksana dengan baik. Jangan sampai terindikasi sengaja menghilangkan atau mensiasati banyak item yang sudah tertuang itu bisa dikatakan korupsi apalagi syarat kepentingan seharusnya Kabid Pendestrian lebih tegas melakukan koreksi minimal sanksi black list atau putus kontrak guna efek jera bagi penyedia jasa yang nakal apalagi jelas PP 29 tahun 2000 sebagai penyelenggara agar kedepan tidak terjadi kegagalan kontruksi seperti pada UUD 18 tahun 1999, jangan tutup mata dan matanya tertutup rapat terkait proyek pedestrian senilai hampir 3 milyar itu (Junn)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (121670)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (90982)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (69678)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (50763)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (45936)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (45832)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (37607)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (33028)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (31756)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (24290)
Bedah JayaposPeningkatan Jalan di Desa Kali Pucang Diduga Tidak Sesuai SpekPasuruan, Jaya Pos Begitu banyak pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Pasuruan yang saat ini masih ...


Wabah Korupsi Diduga Melanda Desa PelemwatuPolres Bolmong Diminta Usut Tuntas Dugaan Pungli DDDiduga Banyak Item Hilang, Proyek 5,5 Milyar Layak Di SorotRekanan Dispora Diduga Curangi Proyek Lapangan Futsal, Kabid Lakukan PembiaranPengerjaan Trotoar Kota Padangpanjang Diduga Tidak Sesuai SpekProyek Pusyangatra Ditengarai Tidak Sesuai SpeckPemkab Siak Kebal Hukum Atau Tidak Mengerti Hukum
Laporan KhususDPA DP3AP2KB Dorong Anak Aktif Mengembangkan Minat dan KemampuanBogor, Jaya Pos Saat ini jumlah penduduk usia anak (dibawah 18 tahun) di Kabupaten Bogor cukup tinggi yaitu ...


FBBI Sumbangkan Buku ke SDN 106149 Bulu CinaPemkab Kampanyekan Program Gemar Makan IkanTingkatkan Potensi Wisata di Tatar Galuh Ciamis, Dispar Menggelar Rally Nyukcruk LemburCamat Cengkareng Gelar Jumling ke Wilayah KapukUntuk Kali Kedua Menteri Susi Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa dari Undip SemarangDimeriahkan Penghafal 30 Juz, Kegiatan Wakaf 1.000 Hafidz di Istano Basa PagaruyungWakil Bupati Kabupaten Mukomuko Resmikan Pelaksanaan Karya Bhakti Kodim 0423/BU