Senin, 16 Oktober 2017 - 07:14:43 WIB
445 Mesin Parkir Jadi Mubazir, Ada Politik Dibalik Pengadaan ?Kategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 202 kali

Baca Juga:Pengawasan BPOM Dinilai LemahRaskin di Mancak Kab Serang Diduga Marak PenyelewenganTim Kejagung Sita Dokumen Dinas PPKAD Siantar Terkait Dugaan Korupsi APBD TA 2010Mau Cari Untung, Kepsek Sakaring SPd Membangun Sekolah Asal-Asalan dan Menyalahi Bestek

Capaian pendapatan retribusi mesin yang dipasang di 57 ruas jalan dan pengerahan 700 juru parkir itu tidak seperti yang
diharapkan.

Bandung, Jaya Pos

Sebanyak 445 unit mesin parkir elektronik di kota Bandung diindikasikan tak bermanfaat alias mubazir. Hal ini tampak dari capaian pendapatan retribusi mesin yang dipasang di 57 ruas jalan dan pengerahan 700 juru parkir itu tidak seperti yang diharapkan. Baik masyarakat pengguna parkir maupun juru parkir ma­sih enggan menggunakan alat canggih buatan Swedia itu.

Sumber Jaya Pos menyebut ada kekeliruan manajemen dalam pelaksanaan perubahan pembayaran retribusi parkir dari cara lama dengan uang cash menjadi cara elektronik dengan menggunakan e-Money.

“Seharusnya disiapkan dulu BLUD (Badan Layanan Umum Daerah-red.) agar ada wadah yang dapat mengelola keuangan secara otonom. Bukan belanja modal dengan menganggarkan dari APBD sampai Rp. 56 miliar tapi dengan cara lelang investasi. Kalau tidak salah dulu sebelum Kadishub diganti desainnya lelang investasi. Dengan pembagian hasil 70 : 30. 70 % untuk investor dan 30 % untuk BLUD. Tapi entah mengapa Kadishub pengganti justru menganggarkan dan menjadi belanja modal. Bisa saja ada kekuatan politik merubah rencana lelang investasi menjadi penganggaran melalui APBD. Kalau lelang investasi uang Pemkot bisa aman karena menggunakan dana pihak investor. Seharusnya dihindarkan melakukan spekulasi dengan cara swakelola yang 100 % menggunakan uang negara dalam hal ini Pemkot Bandung”, ungkap sumber tersebut.

Masih kata sumber, ada indikasi pengoperasian mesin parkir seharga Rp 125 juta/unit itu akan sia-sia mengingat pelaksanaannya tidak bertahap dan diikuti edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat pengguna.

“Pelaksanaan serentak dan seperti yang perencanaannya tergesa-gesa berpotensi pengoperasian alat canggih itu sia-sia, akhirnya akan jadi barang rongsokan. Walaupun TP4D (Tim Pe­ngawalan, Pengamanan Pe­­me­rintahan dan Pemba­ngunan Daerah) dari kejaksaan dilibatkan untuk mensupervisi pengadaannya, kondisi ini tetap akan membuat masuk­nya penyidik karena berpotensi merugikan negara dengan jumlah tidak kecil. “Kalau sudah menjadi masalah hukum pasti semua saling tuding dan enggan untuk bertanggungjawab”, paparnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Riswandi mengakui pendapatan dari mesin parkir belum memuaskan. “Saya akui memang pendapatan dari mesin parkir baru mencapai Rp 200 juta/bulan. Kita sedang berupaya untuk melakukan perubahan dan sedang mempersiapkan BLUD agar pengelolaan keuangan­nya otonom. Di Jakarta BLUD mengelola perparkiran dan pendapatan mesin parkir justru sangat jauh dibandingkan sistem uang cash”, kata Didi kepada Jaya Pos di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dipaparkan Didi, awalnya lelang investasi, investor mengajukan 70:30. Namun setelah ada pemenang, pada saat persiapan kerjasama perubahan Perwal yang isinya perubahan tarif parkir. “Pengajuan asumsi penawaran mereka awalnya Rp 5 ribu/jam ternyata yang disetujui hanya Rp 3 ribu. Menurut mereka kurang fisible, tambah lagi ada zoning yang mereka asumsikan semuanya kota lebih mahal,” ujarnya.@LF


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50610)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (41256)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13887)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13381)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13014)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12281)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8350)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (6429)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (5795)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5574)
Bedah JayaposPT PLN (Persero) Riau Memasang Jaringan Arus Listrik Asal JadiRiau, Beberapa anggota masyarakat kembali lagi mempertayakan sudah sejauh mana pertanggung jawaban ...


Tersangka Jansaiman Saragih Menguasai Asset GBI ICC Rayon 11 Pekanbaru Kasus Penebangan Pohon Jati Milik PTPN 2 Tandem MengambangDirut Rumah Sakit Diduga Pungli, Massa Berunjuk RasaAnggaran DD Desa Cimanis- Sobang Pantas DiauditCatut Nama Emil Dardak Akun FB Pencari Sumbangan DipolisikanTipu Nasabah, Developer KSU Penyang Sangkalemu DipolisikanDamparit Kabupaten Barru Sul-Sel Diduga Tidak Sesuai Bestek
Laporan KhususBupati Emil Dardak Sambut Baik Lawatan Danrem 081/DSJ MadiunDitengah kesibukan kerjanya, Emil Dardak meluangkan waktu bersilaturahmi dan menjalin komunikasi dengan ...


TMMD Reg 103 Wilayah Kodim 0736/ Batang, Percepat Pembangunan Wilayah dan Masyarakat Pemkab Gumas Gelar Bursa Inovasi Desa 20182019, Seluruh Kegiatan di OPD Gumas Terintegrasi Secara OnlineUsai Dilantik, Fadly Amran dan Asrul Resmi Jabat Walikota dan Wakil Walikota Padang PanjangPemkab Gumas Rakor Pilkades Serentak 2018HUT OKI Jadi Energi Tuntaskan PembangunanPemko Tanjungbalai Menerima Kedatangan Kafilah MTQN XXVII Asal Kepri di Bandara Kuala Namu