Selasa, 17 Oktober 2017 - 07:13:22 WIB
Pelaksanaan 2 Proyek Bandara Kuala Kurun, Diduga Tidak Sesuai KontrakKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 191 kali

Baca Juga:Rehab Empat SDN di Kecamatan Wonoayu Berjalan LancarPeresmian Kantor dan Launching e-KTP Kec Bunguran Timur Layani Masyarakat Secara ProfesionalPengawasan BPOM Dinilai LemahRaskin di Mancak Kab Serang Diduga Marak Penyelewengan

Meski dikawal TP4D Kejaksaan Negeri Kuala Kurun. Tak menjamin proyek tersebut,
dilaksanakan dengan benar dan sesuai kontrak.

Kuala Kurun, Jaya Pos

Meskipun kegiatan sejumlah proyek di Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah, dikawal Tim Pengawal Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Kuala Kurun. Namun, tak menjamin proyek tersebut, dilaksanakan dengan benar dan sesuai kontrak.

Buktinya, 2 (dua) paket proyek Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara, Kelas III Kuala Kurun. Berupa rehabilitasi gedung administrasi senilai Rp 1.025.000.000,00- dikerjakan kontraktor pelaksana, CV. Teknik Karya Engineering, Pusat Palangka Raya. Dan renovasi gedung terminal, yang dikerjakan oleh CV. Indah Raya, Pusat Palangka Raya senilai Rp 2.525.000.000,00-
Kedua proyek tersebut, pelaksanaannya diduga tidak sesuai kontrak, sebab ada item pekerjaan yang tidak dilaksanakan. Yaitu, berupa pembangunan sarana Direksi Keet. Padahal di lokasi terpampang spanduk bertulisan, “Proyek Ini Dikawal Kejaksaan Gunung Mas, Tim Pengawal, Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Secara teknis, pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lapangan dapat berhasil dengan baik, apabila waktu dan kualitas atau mutu dikelola dengan baik. Salah satu sarana untuk dapat mengelola proyek dengan baik, adalah tersedianya tempat bagi pe­ngawas proyek dan kontraktor, yaitu Direksi Keet.
Adapun Direksi Keet, adalah tempat untuk melaksanakan pengawasan, pengendalian pekerjaan, administrasi proyek, tempat majang gambar skedul, gambar bestek, kurva S, dan lain-lain. Dimana pembangunan Direksi Keet termasuk pada pekerjaan persiapan dan dikerjakan sebelum pekerjaan inti dilaksanakan, dengan ukuran sesuai dengan kebutuhan. Sehingga dengan tidak adanya Direksi Keet tersebut, selain dapat diduga tidak sesuai kontrak. Kontraktor pelaksanajuga dinilai tidak transparan terhadap kegiatan proyek .

Anehnya lagi, Fajar yang mengaku sebagai pengawas barang mengatakan, kedua proyek tersebut semuanya dikerjakan oleh, H.Jainuri seorang pengusaha jasa konstruksi di Palangka Raya. Dan Direksi Keet proyek tersebut memang tidak ada. “Kalau Direksi Keet memang tidak ada, tapi untuk lebih jelas lagi silahkan ditanya denganpihak Kejaksaan, karena proyek ini­dikawal TP4D,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kuala Kurun, Koswara, SH,MH yang dikonfirmasi Jaya Pos melalui Kasubag Pembinaan, Alfret R.I.Talompo,SH mengatakan, bahwa pihaknya hanya mendampingi dan tidak hubungan dengan pekerjaan tersebut. Jadi, keliru kalau Kejaksaan dijadikan bemper. “Secara normative pekerjaan itukan ada disana, yang punya gawean itu kan mereka, Kejaksaan inikan cuma mendampingi. Jadi, kalau Kejaksaan dijadikan bemper keliru itu, karena yang kerja kan mereka, masa disuruh tanya Kejaksaan,” ujar, Alfret R.I.Tompolo, SH di ruang kerjanya, Rabu (12/10).

Adapun TP4D ditetapkan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2015. Antara lain dimaksudkan untuk meningkatkan upaya pencegahan terjadinya, tindak pidana korupsi di instansi pemerintahan yang perlu didukung dan dilaksanakan secara terencana dan sungguh-sungguh. Sehingga kegiatan pencegahan korupsi yang dilaksanakan oleh Institusi Kejaksaan Republik Indonesia dapat berlangsung dengan efektif dan optimal. (Mandau)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50354)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13445)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12779)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8004)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5325)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (4815)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3941)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (3739)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3612)Pengusaha Ayam Goreng Karawaci Rugi Rp 28 Juta (3526)
Bedah JayaposPenggunaan Anggaran Pendidikan PAUD Mantan Pjs Mekar Jaya Diduga Tidak TransparanPandeglang, JAYAPOS - Hj Murtiningsih SE, mantan Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Mekar Jaya ...


Pungli di CV BB Travel Catut Nama Polres Penyidik Dilapor Ke Propam Polda KaltengPedestrian Merr-Kalidami Senilai Rp 3 Milyar Terkesan Asal JadiGalian C Desa Treman Kabupaten Minut Diduga Tidak Mengantongi IzinProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung JawabKinerja PPDP KPU Way Kanan DipertanyakanSatpol PP Kota Tanjungbalai Tertibkan PKL Berdagang di TrotoarDishub Labuhanbatu Lakukan Sidak di Empat Dermaga Penyeberangan
Laporan KhususSembako Malam Disalurkan Kepada Warga Sasaran TMMD BanjarnegaraBanjarnegara, JAYAPOS - Bantuan paket sembako dari Kodim 0704 Banjarnegara yang sebelumnya ...


Peringatan Harganas XXV Tahun 2018, Bupati Irdinansyah Peroleh Tanda Kehormatan Manggala Karya KencaSuport Ibu-ibu Karanggondang Luar Biasa "Tak Ragu Langsir Material"Pemprov Jambi Dukung Pelestarian Olahraga Tradisional dan Liga SantriBerkah TMMD Bagi Pedagang TernakPembangunan Drainase di Lokasi TMMD Reg 102 DikebutRehab RTLH di Lokasi TMMD Reg 102 PasegeranBupati Lantik Direktur dan Badan Pengawas PDAM Tirta Bahalap Kuala Kurun