Selasa, 17 Oktober 2017 - 07:50:58 WIB
Vonis Kapas Ketua Pengadilan Negeri PangkalpinangKategori: Kepulauan Babel - Dibaca: 171 kali

Baca Juga:Rehab Empat SDN di Kecamatan Wonoayu Berjalan LancarPeresmian Kantor dan Launching e-KTP Kec Bunguran Timur Layani Masyarakat Secara ProfesionalPengawasan BPOM Dinilai LemahRaskin di Mancak Kab Serang Diduga Marak Penyelewengan

Bangka Belitung.Jaya Pos

Sungguh ironis dan Patut untuk di curigai dalam amar putusan Majelis Hakim yang hanya mengganjar hukuman 2 bulan 20 hari kurungan penjara bagi ke tiga terdakwa perkara pupuk palsu masing-masing yaitu Edi Wem alias Akon, Handrianto Tjong alias Ahan dan Suk Liang alias Aleng.

Rasa keadilan masyarakat Provinsi Bangka Belitung khususnya para petani seakan-akan di abaikan dan tak di indahkan lagi oleh Mejelis Hakim yang diketuai langsung Ketua Pengadilan Negeri Pangkalpinang.

Apakah dalam Musyawarah Mejelis, Hakim dalam hal ini memutuskan perkara pupuk palsu sudah tidak memiliki hati nurani lagi untuk memihak kepada petani, dan apakah benar Mejelelis Hakim yang terhormat ini juga sudah tidak peka lagi  akan rasa bagaimana pelik nya penderitaan petani akibat dari perbuatan para terdakwa perkara pupuk palsu ?

Menyikapi vonis kapas para terdakwa perkara pupuk palsu oleh majelis hakim yang berdasarkan keadilan ini, Ketua Pengadilan Negeri Pangkalpinang Surono yang merupakan Ketua Majelis Hakim perkara pupuk palsu ketika ditemui Jurnalist Jaya Pos dikantor nya ( 16/10 ) kemarin terkesan enggan menanggapi vonis ringan para  terdakwa pupuk palsu, hanya sedikit berkomentar yaitu kasus pupuk sudah putus dan selanjutnya silahkan temui humas.

" Ya sudah putus ,,. singkat Surono  Ketua Majelis perkara pupuk palsu sembari menyarankan kepada Jurnalist Jaya Pos Untuk menanyakan hal ini ke humas.

Ditempat yang sama, Iwan Gunawan selaku Humas Pengadilan Negeri Pangkalpinang mengatakan, perkara pupuk palsu yang diketuai Pak Surono selaku Ketua Majelis dan Anggota Maju Purba serta Ibu Diah ini sudah diputuskan 2/3 dari tuntutan 5 bulan pada hari Kamis ( 12/10 ) minggu lalu.

Dijelaskan nya, ringannya putusan perkara pupuk palsu terhadap para terdakwa merupakan kewenangan Majelis Hakim.

" Itu kewenangan Majelis bisa berat,bisa ringan bisa pun bebas " jelas Iwan.

Dikatakan Iwan, tidak ada hal yang spesial bagi para terdakwa pupuk palsu meskipun  jadwal sidang terbilang cepat hanya berselang dua hari.

" Tidak ada yang spesial walaupun jadwal sidang berselang dua hari ".ungkap Iwan

Disinggung Jurnalist Jaya Pos apakah benar ada aliran dana yang di duga mengalir ke Majelis Hakim sebesar 500 juta dari para terdakwa pupuk palsu untuk meringankan putusan , Iwan yang saat itu menjawab, dirinya selaku Humas menegaskan tidak ada aliran dana dari para terdakwa perkara pupuk dan kalau pun ada aliran dana tersebut silahkan dibukti kan dan dilaporkan walau pun putusan ringan, ujar Iwan dengan jawaban terbata bata.

" Tidak Tahu itu,tidak ada,yakin  sepengetahuan saya tidak ada walaupun putusan nya ringan kalau pun ada saya tegaskan silah kan bukti kan dan laporkan ". tegas Iwan.

Sekedar diketahui terdakwa perkara pupuk palsu  dijerat dengan Pasal 60 ayat 1 huruf f dan i UU RI No 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman yang ancaman pidananya 5 tahun penjara dan denda Rp250 juta serta dijerat juga Pasal 62 ayat 1 jo Pasal 8 ayat 1 huruf a dan e UU RI No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman kurungan penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp 2 miliar.

Putusan yang sangat jauh dari memihak para petani ini oleh Majelis Hakim yang diketuai Surono terhadap para terdakwa pupuk palsu hanya di vonis 2 bulan 20 hari. ( Oby )

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50354)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13445)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12779)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8004)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5325)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (4815)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3941)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (3739)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3612)Pengusaha Ayam Goreng Karawaci Rugi Rp 28 Juta (3526)
Bedah JayaposPenggunaan Anggaran Pendidikan PAUD Mantan Pjs Mekar Jaya Diduga Tidak TransparanPandeglang, JAYAPOS - Hj Murtiningsih SE, mantan Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Mekar Jaya ...


Pungli di CV BB Travel Catut Nama Polres Penyidik Dilapor Ke Propam Polda KaltengPedestrian Merr-Kalidami Senilai Rp 3 Milyar Terkesan Asal JadiGalian C Desa Treman Kabupaten Minut Diduga Tidak Mengantongi IzinProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung JawabKinerja PPDP KPU Way Kanan DipertanyakanSatpol PP Kota Tanjungbalai Tertibkan PKL Berdagang di TrotoarDishub Labuhanbatu Lakukan Sidak di Empat Dermaga Penyeberangan
Laporan KhususSembako Malam Disalurkan Kepada Warga Sasaran TMMD BanjarnegaraBanjarnegara, JAYAPOS - Bantuan paket sembako dari Kodim 0704 Banjarnegara yang sebelumnya ...


Peringatan Harganas XXV Tahun 2018, Bupati Irdinansyah Peroleh Tanda Kehormatan Manggala Karya KencaSuport Ibu-ibu Karanggondang Luar Biasa "Tak Ragu Langsir Material"Pemprov Jambi Dukung Pelestarian Olahraga Tradisional dan Liga SantriBerkah TMMD Bagi Pedagang TernakPembangunan Drainase di Lokasi TMMD Reg 102 DikebutRehab RTLH di Lokasi TMMD Reg 102 PasegeranBupati Lantik Direktur dan Badan Pengawas PDAM Tirta Bahalap Kuala Kurun