Selasa, 17 Oktober 2017 - 07:50:58 WIB
Vonis Kapas Ketua Pengadilan Negeri PangkalpinangKategori: Kepulauan Babel - Dibaca: 225 kali

Baca Juga:Rehab Empat SDN di Kecamatan Wonoayu Berjalan LancarPeresmian Kantor dan Launching e-KTP Kec Bunguran Timur Layani Masyarakat Secara ProfesionalPengawasan BPOM Dinilai LemahRaskin di Mancak Kab Serang Diduga Marak Penyelewengan

Bangka Belitung.Jaya Pos

Sungguh ironis dan Patut untuk di curigai dalam amar putusan Majelis Hakim yang hanya mengganjar hukuman 2 bulan 20 hari kurungan penjara bagi ke tiga terdakwa perkara pupuk palsu masing-masing yaitu Edi Wem alias Akon, Handrianto Tjong alias Ahan dan Suk Liang alias Aleng.

Rasa keadilan masyarakat Provinsi Bangka Belitung khususnya para petani seakan-akan di abaikan dan tak di indahkan lagi oleh Mejelis Hakim yang diketuai langsung Ketua Pengadilan Negeri Pangkalpinang.

Apakah dalam Musyawarah Mejelis, Hakim dalam hal ini memutuskan perkara pupuk palsu sudah tidak memiliki hati nurani lagi untuk memihak kepada petani, dan apakah benar Mejelelis Hakim yang terhormat ini juga sudah tidak peka lagi  akan rasa bagaimana pelik nya penderitaan petani akibat dari perbuatan para terdakwa perkara pupuk palsu ?

Menyikapi vonis kapas para terdakwa perkara pupuk palsu oleh majelis hakim yang berdasarkan keadilan ini, Ketua Pengadilan Negeri Pangkalpinang Surono yang merupakan Ketua Majelis Hakim perkara pupuk palsu ketika ditemui Jurnalist Jaya Pos dikantor nya ( 16/10 ) kemarin terkesan enggan menanggapi vonis ringan para  terdakwa pupuk palsu, hanya sedikit berkomentar yaitu kasus pupuk sudah putus dan selanjutnya silahkan temui humas.

" Ya sudah putus ,,. singkat Surono  Ketua Majelis perkara pupuk palsu sembari menyarankan kepada Jurnalist Jaya Pos Untuk menanyakan hal ini ke humas.

Ditempat yang sama, Iwan Gunawan selaku Humas Pengadilan Negeri Pangkalpinang mengatakan, perkara pupuk palsu yang diketuai Pak Surono selaku Ketua Majelis dan Anggota Maju Purba serta Ibu Diah ini sudah diputuskan 2/3 dari tuntutan 5 bulan pada hari Kamis ( 12/10 ) minggu lalu.

Dijelaskan nya, ringannya putusan perkara pupuk palsu terhadap para terdakwa merupakan kewenangan Majelis Hakim.

" Itu kewenangan Majelis bisa berat,bisa ringan bisa pun bebas " jelas Iwan.

Dikatakan Iwan, tidak ada hal yang spesial bagi para terdakwa pupuk palsu meskipun  jadwal sidang terbilang cepat hanya berselang dua hari.

" Tidak ada yang spesial walaupun jadwal sidang berselang dua hari ".ungkap Iwan

Disinggung Jurnalist Jaya Pos apakah benar ada aliran dana yang di duga mengalir ke Majelis Hakim sebesar 500 juta dari para terdakwa pupuk palsu untuk meringankan putusan , Iwan yang saat itu menjawab, dirinya selaku Humas menegaskan tidak ada aliran dana dari para terdakwa perkara pupuk dan kalau pun ada aliran dana tersebut silahkan dibukti kan dan dilaporkan walau pun putusan ringan, ujar Iwan dengan jawaban terbata bata.

" Tidak Tahu itu,tidak ada,yakin  sepengetahuan saya tidak ada walaupun putusan nya ringan kalau pun ada saya tegaskan silah kan bukti kan dan laporkan ". tegas Iwan.

Sekedar diketahui terdakwa perkara pupuk palsu  dijerat dengan Pasal 60 ayat 1 huruf f dan i UU RI No 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman yang ancaman pidananya 5 tahun penjara dan denda Rp250 juta serta dijerat juga Pasal 62 ayat 1 jo Pasal 8 ayat 1 huruf a dan e UU RI No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman kurungan penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp 2 miliar.

Putusan yang sangat jauh dari memihak para petani ini oleh Majelis Hakim yang diketuai Surono terhadap para terdakwa pupuk palsu hanya di vonis 2 bulan 20 hari. ( Oby )

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (121670)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (90982)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (69677)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (50763)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (45936)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (45832)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (37607)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (33028)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (31755)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (24290)
Bedah JayaposPeningkatan Jalan di Desa Kali Pucang Diduga Tidak Sesuai SpekPasuruan, Jaya Pos Begitu banyak pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Pasuruan yang saat ini masih ...


Wabah Korupsi Diduga Melanda Desa PelemwatuPolres Bolmong Diminta Usut Tuntas Dugaan Pungli DDDiduga Banyak Item Hilang, Proyek 5,5 Milyar Layak Di SorotRekanan Dispora Diduga Curangi Proyek Lapangan Futsal, Kabid Lakukan PembiaranPengerjaan Trotoar Kota Padangpanjang Diduga Tidak Sesuai SpekProyek Pusyangatra Ditengarai Tidak Sesuai SpeckPemkab Siak Kebal Hukum Atau Tidak Mengerti Hukum
Laporan KhususDPA DP3AP2KB Dorong Anak Aktif Mengembangkan Minat dan KemampuanBogor, Jaya Pos Saat ini jumlah penduduk usia anak (dibawah 18 tahun) di Kabupaten Bogor cukup tinggi yaitu ...


FBBI Sumbangkan Buku ke SDN 106149 Bulu CinaPemkab Kampanyekan Program Gemar Makan IkanTingkatkan Potensi Wisata di Tatar Galuh Ciamis, Dispar Menggelar Rally Nyukcruk LemburCamat Cengkareng Gelar Jumling ke Wilayah KapukUntuk Kali Kedua Menteri Susi Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa dari Undip SemarangDimeriahkan Penghafal 30 Juz, Kegiatan Wakaf 1.000 Hafidz di Istano Basa PagaruyungWakil Bupati Kabupaten Mukomuko Resmikan Pelaksanaan Karya Bhakti Kodim 0423/BU