Kamis, 19 Oktober 2017 - 07:30:13 WIB
Berhasil Kendalikan Kaki Gajah Depok Raih PenghargaanKategori: Laporan Khusus - Dibaca: 45 kali

Baca Juga:Dispenda Samsat Rancaekek Tiingkatkan PelayananSMK Darul Ulum Lemah Ayu Lakukan Terobosan Pendidikan InovatifRehab Empat SDN di Kecamatan Wonoayu Berjalan LancarPeresmian Kantor dan Launching e-KTP Kec Bunguran Timur Layani Masyarakat Secara Profesional

Depok, Jaya Pos

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok meraih penghargaan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila Farid Moeloek karena berhasil mengendalikn penyakit filariasis atau kaki gajah.

“Kami bangga bisa melàyani kesehatan masyarakat, khususnya warga Kota Depok,” ujar Walikota Depok, Mohammad Idris usai menerima langsung Sertifikat Eliminasi Filariasis dari Menkes Nila Moeloek.

Idris juga bangga karena berhasil meraih penghargaan bersama 12 kabupten/kota lainnya se-Indonesia. “Tentu sertifikat ini merupakan bukti keseriusan kami menangani kesehatan masyarakat Depok,” tuturnya.

Sementara Nila Farid Moeloek, mejelaskan bahwa pemerintah menargetkan bisa mewujudkan keluarga di Indonesia terbebas dari penyakit filariasis atau kaki gajah pada 2020. Jadi, untuk saat ini, tercatat sudah ada 13 kabupaten/kota di tanah air yang berhasil mengeliminasi penyakit kaki gajah tersebut.

Sementara 236 kabupate/kota di Tanah Air yang masih endemis. “Artinya, untuk bisa bebas dari penyakit kaki gajah memang membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat dan pencanangan bulan eliminasi kaki gajah ini merupakan langkah akselerasi untuk mewujudkan keluarga bebas dari penyakit kaki gajah. Maka dari itu, kami berharap masyarakat untuk memulai pola hidup sehat karena dari nyamuk bisa menularkan ber­bagai penyakit, salah satuya penyakit kaki gajah,” jelas Nila.

Menurut Nila, untuk menuju bebas penyakit kaki gajah memang tidak mudah, karena banyak kendala, di antara­nya masih banyaknya populasi nyamuk serta perlu diperba­nyak petugas juru pemantau jentik. Jadi hal yang terpenting, kesadaran masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk agar tidak berkembang biak serta menerapkan pola hidup sehat.

“Maka dari itu, kami juga meminta kepada pemerintah daerah agar dapat memperkuat layanan kesehatan primer di tingkat Puskesmas. Artinya, seluruh puskesmas harus proaktif datangi keluarga guna mencegah kemungkinan terserang penyakit karena bisa diobati secepatnya,” tutur Nila.
Nila menambahkan, pencanangan bulan eliminasi penyakit kaki gajah di bulan Oktober 2017 di Kabupaten Demak, Jawa Tengah ini merupakan tahun ketiga, setelah sebelumnya juga dicanangkan di Kota Cibinong, Jawa Barat pada tahun 2015, kemudian tahu kedua dilaksanakan di Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

“Jadi, upaya pencegahan bagi masyarakat dan memutus rantai penularan dengan meminum obat pencegahan kaki gajah sekali setahun selama minimal lima tahun. Unyuk itu, penderita penyakit kaki gajah diminta kesadarannya untuk memeriksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan obat-obatan, sehingga tidak menjadi sumber penularan bagi masyarakat lainnya,” imbuh­nya.(Adv)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (121670)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (90982)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (69678)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (50763)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (45936)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (45832)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (37607)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (33028)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (31756)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (24290)
Bedah JayaposPeningkatan Jalan di Desa Kali Pucang Diduga Tidak Sesuai SpekPasuruan, Jaya Pos Begitu banyak pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Pasuruan yang saat ini masih ...


Wabah Korupsi Diduga Melanda Desa PelemwatuPolres Bolmong Diminta Usut Tuntas Dugaan Pungli DDDiduga Banyak Item Hilang, Proyek 5,5 Milyar Layak Di SorotRekanan Dispora Diduga Curangi Proyek Lapangan Futsal, Kabid Lakukan PembiaranPengerjaan Trotoar Kota Padangpanjang Diduga Tidak Sesuai SpekProyek Pusyangatra Ditengarai Tidak Sesuai SpeckPemkab Siak Kebal Hukum Atau Tidak Mengerti Hukum
Laporan KhususDPA DP3AP2KB Dorong Anak Aktif Mengembangkan Minat dan KemampuanBogor, Jaya Pos Saat ini jumlah penduduk usia anak (dibawah 18 tahun) di Kabupaten Bogor cukup tinggi yaitu ...


FBBI Sumbangkan Buku ke SDN 106149 Bulu CinaPemkab Kampanyekan Program Gemar Makan IkanTingkatkan Potensi Wisata di Tatar Galuh Ciamis, Dispar Menggelar Rally Nyukcruk LemburCamat Cengkareng Gelar Jumling ke Wilayah KapukUntuk Kali Kedua Menteri Susi Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa dari Undip SemarangDimeriahkan Penghafal 30 Juz, Kegiatan Wakaf 1.000 Hafidz di Istano Basa PagaruyungWakil Bupati Kabupaten Mukomuko Resmikan Pelaksanaan Karya Bhakti Kodim 0423/BU