Kamis, 19 Juli 2012 - 07:05:45 WIB
Bupati Bantaeng Bakal Resmikan Lapangan Tennis Bermasalah.Kategori: Sulawesi Selatan - Dibaca: 420 kali

Baca Juga:Bebasnya Mobil Truk Melintasi KTL, Diduga Jadikan Objekan Kasat Lantas Polres SiantarMinim, Kesadaran Masyarakat Tentang LalinOtoriter dan Tidak Transparan, TPK Sindangmandi Anyar Layak DicurigaiDispenda Samsat Rancaekek Tiingkatkan Pelayanan

-Pemenang tender PT Putra Jaya diduga mensubkan pekerjaan kepada pengusaha warkop.

Bantaeng, Jaya Pos

Pembangunan lapangan tenis untuk persiapan PORDA Sulawesi Selatan 2014 di kawasan wisata Korong Batu atau yang dikenal juga sebagai Pantai Marina, menghabiskan biaya sebesar Rp. 971.008.500,00.

Biaya sebesar itu tercantum dalam RAB pertanggal 9 maret 2012 yang ditanda tangani oleh Direktur Utama PT. Putra Jaya, Amin muzakkar.

Dari hasil investigasi dilapangan, bahwa pembangunan lapangan tenis tersebut disubkan kepada pengusaha berinisial  A dengan nilai pekerjaan Rp 600 Juta.

Fakta menarik selanjutnya adalah, ketika diwawancarai, kontraktor “A” mengakui merubah sejumlah item dalam RAB, seperti pekerjaan rangka atap yang seharusnya memakai rangka besi hollow diganti menjadi kayu, tidak ada pemasangan handrail stainless steel untuk tribune, serta tidak ada jendela yang menggunakan kaca setebal 5 mm.

Pihak “A”  berdalih bahwa perubahan RAB dilakukan untuk mempercantik lapangan, namun pertanyaan yang menyeruak adalah, bagaimana mungkin orang yang tidak menandatangani kontrak mengubah RAB? Padahal RAB adalah bahagian tak terpisahkan dari kontrak, yang apabila akan dirubah tidak semudah membalik telapak tangan, apalagi si A bukanlah pihak yang menandatangani kontrak.

Pihak komite pembangunan ( Jumaing, mantan Kepala BKD bantaeng yang kini sebagai staff ahli bupati ) ketika dihubungi via telepon mengakui adanya perubahan tersebut, namun tidak mampu menjelaskan secara gamblang perubahan RAB yang menghilangkan sejumlah item tersebut. Sekedar illustrasi, nilai rangka hollow yang tertera di RAB sebesar Rp. 66.658.473,00 dan handrail stainless steel sekitar 14 juta rupiah, belum lagi item-item lainnya.

Aktivis LSM yang ikut turun ke lapangan, Yamin, ketika dimintai tanggapannya menyatakan bahwa sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan proyek ini beraroma korupsi yang sangat kuat, dan berindikasi merugikan keuangan Negara, sehingga pihaknya akan menelaah lebih dalam kasus ini, untuk selanjutnya diserahkan kepihak yang berwenang ( penyidik / kejaksaan ).

Contoh yang paling mencolok adalah pengakuan pihak A, bahwa dia mengerjakan proyek hanya senilai 600 juta, padahal di RAB jelas-jelas tercantum 900 juta lebih.

Selisih harga ini saja sudah mencurigakan, dan kalau betul sub kontraktor mengerjakan lapangan senilai 600 juta rupiah, berarti ada mark up di dalamnya.

Praktek-praktek curang seperti ini akan membuat kinerja Pemkab nampak buruk, dan sudah selayaknya kontraktor nakal seperti ini diberi sanksi blacklist.

Penelusuran jaya pos menengarai bahwa kontraktor yang men subkontrak pekerjaan ini hanya pengusaha warkop dan jual beli jagung, sehingga memang dipertanyakan kualitas kerjanya. Mungkin pihak Pemkab harus lebih selektif memantau proyek-proyek di kabupaten bantaeng, agar tidak menjadi proyek abal-abal. DR


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59700)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52465)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51552)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15040)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14310)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14133)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13851)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13359)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12415)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9332)
Bedah JayaposEksekusi bergaya premanisme, Hendra Laporkan ACC Finance ke BPSK Bukittinggi Bukittinggi, Jaya Pos Karena merasa dirugikan, Hendra Sutoto (39) melaporkan peristiwa yang dialaminya 3 ...


Kasus Tanah Kas Desa RancaudikTerkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RABDenpom Pekanbaru Menertibkan Perjudian di Tapung
Laporan KhususPemdes Sukaramai Jalin Kerjasama Dengan Praktisi Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Tentang PerikaKampar, Jaya Pos Pemerintahan Desa (Pemdes) Sukaramai menjalin kerjasama dengan pegiat/praktisi pelatihan ...


Ketua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliPolsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik50 Anggota DPRD Subang Periode 2019-2024 Dilantik