Kamis, 19 Juli 2012 - 08:32:45 WIB
Dugaan Korupsi KUD Usaha Tani Mandiri, CV Cahaya Bintang Satria dan KUD Tani TerlibatKategori: Riau - Dibaca: 618 kali

Baca Juga:Pemko dan Pers Bantu Sembako ke Panti Asuhan Bupati Bantaeng Bakal Resmikan Lapangan Tennis Bermasalah.Bebasnya Mobil Truk Melintasi KTL, Diduga Jadikan Objekan Kasat Lantas Polres SiantarMinim, Kesadaran Masyarakat Tentang Lalin
Inhu Jaya Pos

Sampai hari Senin 9 July 2012 lalu, dana yang disetorkan oleh pihak KUD Usaha Tani Mandiri desa Air Putih Kec.Lubuk Batu Jaya,kepada Biro Kontraktor listrik CV.Cahaya Bintang Satria sudah mencapai Rp.1.722.350.000. Sementara dana yang terkumpul dari masyarakat sebanyak Rp.1.688.534.000,namun hingga berita ini di layangkan pihak kontaktor pemasangan instalasi listrik ini belum  juga melakukan pemasangan KWH meter digital, sebagai alat yang di gunakan untuk melakukan pengukuran arus listrik oleh calon pelanggan PT.PLN (persero) cabang Rengat,ranting Air Molek ini.

Pada acara Forum Komunikasi Kelompok Tani (FKKT) yang diadakan oleh pengurus koperasi unit desa ini,turut hadir pimpinan CV.Cahaya Bintang Satria, yang bertujuan untuk meluruskan berbagai asumsi masyarakat akan lambannya kinerja perusahaan kotraktor instalasi ini.

Pada kesempatan itu, ketua koperasi Usaha Tani Mandiri ini juga menjelaskan berbagai kendala yang timbul,terkait lambatnya masyarakat desa Air Putih menerima arus listrik dari pihak PLN,diantaranya banyaknya  dana masyarakat yang mengalir pada orang orang  yang ikut bergabung dalam pelaksanaan proyek listrik desa ini.

Salah satunya adalah ketua KUD Usaha Tani itu sendiri, sebesar Rp.31.355.000 dengan dalih untuk dana penumbangan,di susul oleh mantan kepala desa Air Putih sebesar Rp.25.000.000 dan juga mantan bendahara koperasi unit desa ini sebesar Rp.20.000.000, yang sekarang duduk sebagai orang nomor satu di desa ini,di tambah dengan biaya operasional pihak kontraktor sebesar Rp.4.000.000.

Dana masyarakat ini juga di gunakan untuk menutupi hutang pihak KUD pada orang lain sebesar Rp.90.000.000,dengan alasan untuk membeli mesin diesel yang baru pada pembangkit listrik tenaga diesel yang beroperasi di desa ini yang konon merupakan swadaya masyarakat desa Air Putih.

Sejumlah bentuk kerjasama antara pemerintah desa dengan pihak managemen KUD Usaha Tani serta pihak kontraktor instalasi listrik telah menuai berbagai opini masyarakat akan bobroknya kinerja pengurus koperasi dari tahun ke tahunnya.

Melihat laporan pertanggung jawaban keuangan KUD Usaha Tani Mandiri yang diadakan beberapa waktu lalu terkait keuntungan koperasi dalam mengelola PLTD di desa ini, sangatlah tidak wajar,karena hanya memperoleh keuntungan sebesar Rp.21.626.200/pertahunnya.

Sebuah nilai yang tidak masuk akal di karenakan jumlah pelanggan PLTD ini yang mencapai  800 KK,dengan biaya beban sebesar Rp.80.000 dan biaya per KWH meternya jauh diatas tarif dasar listrik sesuai dengan ketetapan pemerintah khususnya PT.PLN (Persero) sebagai pedoman  masyarakat dalam membayar rekening listrik di setiap bulannya.

Untuk ini Kepala dinas koperasi kabupaten INHU  diminta untuk melakukan tindakan secara objektif terkait dugaan korupsi yang terjadi pada KUD Usaha Tani Mandiri ini, sebagai mitra pelaksana proyek listrik desa dari PT.PLN, yang di duga telah melakukan  kebijakan yang salah dalam hal biaya pendaftaran untuk  calon pelanggan yang mencapai Rp.3.500.000 untuk satu calon pelanggan.

Sumber sumber yang diterima Jaya Pos dari pimpinan CV. Cahaya Bintang Satria  Jonny ,menyebutkan tidak adanya harga standart untuk biaya instalasi per satu titiknya pada rumah warga.

Keputusan ini  terkesan telah mengabaikan ketetapan harga yang telah disepakati oleh Assosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) cabang Riau.

Masyarakat di desa Air putih meminta kepada kepala cabang PT.PLN ( Persero ) cabang Rengat untuk menindak pihak kontraktor listrik instalasi yang di duga telah melakukan pengutipan dana dari calon pelanggan PT.PLN ( Persero ) di daerah ini, diatas ketentuan yang berlaku.AG/BS 

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59948)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (54326)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51794)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15290)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14562)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14370)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14079)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13640)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (13590)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9584)
Bedah JayaposPAD Dishub Bukittinggi Diduga Terjadi Kebocoran, Oknum ASN Tidak Beretika Perlu PembinaanBukittinggi, Jaya Pos Tingkat kebocoran sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi perparkiran di ...


Kasektor Citata Kramat Jati Diduga Lindungi Bangunan BermasalahProyek Jalan PUPR Lahat AmburadulPT DWK Diduga Produksi CPO Dioplos MikoTiang Oktagonal Segi 8 Bengkok, Dishub Surabaya Lakukan PembiaranKegiatan Pamsimas di Kabupaten Sidoarjo Diduga Mark UpPembangunan Gerai Pusat Oleh-Oleh Diduga Gunakan Bangunan LamaPendataan Dinas Sosial Bukittinggi Diduga Pilih Kasih Pada Warga Miskin
Laporan KhususPemkab Gumas Raih Penghargaan Dari Menkumham RIKuala Kurun, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Bagian ...


Menjelang Hari Jadi Kabupaten Indramayu Lantik WabupWalikota Padang Panjang Kembali Terima Penghargaan Pembina ProklimPemkab Bantaeng Raih Penghargaan STBM Award Tingkat NasionalJumaga Nadeak Kembali Dilantik Pimpin DPRD KepriPimpinan Tiga Daerah ke Bantaeng Ikuti Monev Bersama KPKHari Kesaktian Pancasila Pemkot Manado Gelar Upacara Bendera45 Anggota DPRD Labuhanbatu Periode 2019 - 2014 Dilantik