Sabtu, 04 November 2017 - 06:03:53 WIB
Ibunya Ditahan dan Diadili, Bayi Buta Diduga Korban Malpraktek Kini TerlantarKategori: Jakarta - Dibaca: 163 kali

Baca Juga:Direktur PDAM Tirta Sukapura H Asep N : Setetes Menuju SuksesDugaan Korupsi KUD Usaha Tani Mandiri, CV Cahaya Bintang Satria dan KUD Tani TerlibatPemko dan Pers Bantu Sembako ke Panti Asuhan Bupati Bantaeng Bakal Resmikan Lapangan Tennis Bermasalah.

Jakarta, Jaya Pos

Ria Yanti asal Sangatta Kalimantan Timur, ibu yang berjuang untuk kesembuhan anaknya (MES, 5 tahun) yang sekarang harus ditahan dan merasakan kursi pesakitan persidangan setelah dilaporkan melakukan eskploitasi kepada anaknya.

Semua berawal dari ada­nya dugaan malpraktek dokter di salah satu rumah sakit di Kalimantan Timur yang me­nimpa anak dari Ria (MES) yang membuat mata MES buta tahun 2013 silam. (https://m.kitabisa.com/bantueza)

Sejak saat itu, Ria harus bolak balik operasi ke rumah sakit dan harus memutar otak untuk mencari uang untuk biaya pengobatan rutin dan biaya operasi cangkok mata anaknya.

Apapun dilakukan Ria mulai dari mengamen, menjual bunga, dan bahkan sampai mengadu dan bertemu dua kali tahun (2014 dan 2016) dengan Presiden Joko Widodo, semua dilakukan untuk bisa menolong anaknya agar mendapatkan pengobatan.

Penghasilan Ria tidak cukup untuk membeli obat anaknya yang kurang le­bih seharga Rp 2 juta setiap minggunya. Tahun 2015 Ria meminta uluran bantuan dari masyarakat dan akhirnya masyarakat yang membantu untuk pengobatan MES.

Tahun 2017 seseorang berinisial L menyampaikan niatnya untuk membantu membiayai seluruh biaya operasi cangkok mata MES, tapi dengan syarat tidak boleh lagi meminta bantuan dana dari orang lain. Ria pun sepakat, akhirnya Ria, MES, dan Ibu dari Ria diterbangkan dari Kalimantan Timur ke Jakarta untuk dioperasi.

Setibanya di Jakarta, bukannya dibantu, Ria malah dilaporkan ke polisi hanya karena ria mengupload di facebook foto dia dan anaknya tengah terduduk di lantai karena tak kuat lagi menggendong anaknya MES di lantai saat mengantri subuh-subuh di RSCM dan berharap ada yang bisa membantu memberikan kereta dorong untuk MES yang sudah tidak kuat untuk berdiri dan kesulitan berjalan karena lemah dan tidak bisa melihat lagi.

Melihat postingan tersebut, L merasa marah, dan me­laporkan Ria ke Polda Metro Jaya atas dugaan eksploitasi anak sebagaimana Pasal 88 Jo 76 (i) UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200 juta.
Tidak hanya melaporkan Ria ke polisi, L pun tidak jadi membiayai biaya operasi cangkok mata MES.

Sekarang MES dan neneknya terlantar di Jakarta. Mereka tinggal di rumah singgah milik dompet dhuafa. Sementara Ria, ibu MES mendekam di tahanan Pondok Bambu. Padahal menurut Ria, tidak ada niat untuk mengeksploitasi anaknya, Ria tidak pernah mendapatkan keuntungan pribadi dan permintaan kereta dorong itu untuk kepentingan/keperluan MES.

Menurut Ria, ia tidak pernah meminta bantuan dana, yang ia minta adalah bantuan kereta dorong untuk kepentingan anaknya.

LBH Mawar Saron selaku kuasa hukum Ria Yanti, mengatakan tuduhan ini jelas mengada-ada, tidak ada eksploitasi yang dilakukan oleh Ria kepada anaknya. Unsur utama eksploitasi adalah harus ada keuntungan pribadi yang diperoleh oleh Ria atau segala dana atau bantuan itu digunakan untuk kepentingan pribadi Ria.

Dari empat saksi yang sudah dihadirkan di persidangan tidak ada yang bisa membuktikan keuntungan pribadi apa yang diperoleh Ria. “Sehingga menurut kami, Ria tidak eksploitasi anak dalam kasus ini,” sebut dari tim LBH Mawar Saron.

Sekarang, perkara ini sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan Nomor Perkara 148/Pid.Sus/2017/PN Jkt.Pst. Sidang berikutnya akan digelar seminggu kedepan. “Demikian Press Release ini kami sampaikan semata-mata demi tegaknya hukum, dan tercapainya keadilan bagi mereka yang miskin dan teraniaya secara hokum,” sambung tim LBH Mawar Saron.(@d2)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50354)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13445)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12779)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8004)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5325)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (4815)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3941)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (3739)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3612)Pengusaha Ayam Goreng Karawaci Rugi Rp 28 Juta (3526)
Bedah JayaposPenggunaan Anggaran Pendidikan PAUD Mantan Pjs Mekar Jaya Diduga Tidak TransparanPandeglang, JAYAPOS - Hj Murtiningsih SE, mantan Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Mekar Jaya ...


Pungli di CV BB Travel Catut Nama Polres Penyidik Dilapor Ke Propam Polda KaltengPedestrian Merr-Kalidami Senilai Rp 3 Milyar Terkesan Asal JadiGalian C Desa Treman Kabupaten Minut Diduga Tidak Mengantongi IzinProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung JawabKinerja PPDP KPU Way Kanan DipertanyakanSatpol PP Kota Tanjungbalai Tertibkan PKL Berdagang di TrotoarDishub Labuhanbatu Lakukan Sidak di Empat Dermaga Penyeberangan
Laporan KhususSembako Malam Disalurkan Kepada Warga Sasaran TMMD BanjarnegaraBanjarnegara, JAYAPOS - Bantuan paket sembako dari Kodim 0704 Banjarnegara yang sebelumnya ...


Peringatan Harganas XXV Tahun 2018, Bupati Irdinansyah Peroleh Tanda Kehormatan Manggala Karya KencaSuport Ibu-ibu Karanggondang Luar Biasa "Tak Ragu Langsir Material"Pemprov Jambi Dukung Pelestarian Olahraga Tradisional dan Liga SantriBerkah TMMD Bagi Pedagang TernakPembangunan Drainase di Lokasi TMMD Reg 102 DikebutRehab RTLH di Lokasi TMMD Reg 102 PasegeranBupati Lantik Direktur dan Badan Pengawas PDAM Tirta Bahalap Kuala Kurun