Sabtu, 04 November 2017 - 06:03:53 WIB
Ibunya Ditahan dan Diadili, Bayi Buta Diduga Korban Malpraktek Kini TerlantarKategori: Jakarta - Dibaca: 42 kali

Baca Juga:Direktur PDAM Tirta Sukapura H Asep N : Setetes Menuju SuksesDugaan Korupsi KUD Usaha Tani Mandiri, CV Cahaya Bintang Satria dan KUD Tani TerlibatPemko dan Pers Bantu Sembako ke Panti Asuhan Bupati Bantaeng Bakal Resmikan Lapangan Tennis Bermasalah.

Jakarta, Jaya Pos

Ria Yanti asal Sangatta Kalimantan Timur, ibu yang berjuang untuk kesembuhan anaknya (MES, 5 tahun) yang sekarang harus ditahan dan merasakan kursi pesakitan persidangan setelah dilaporkan melakukan eskploitasi kepada anaknya.

Semua berawal dari ada­nya dugaan malpraktek dokter di salah satu rumah sakit di Kalimantan Timur yang me­nimpa anak dari Ria (MES) yang membuat mata MES buta tahun 2013 silam. (https://m.kitabisa.com/bantueza)

Sejak saat itu, Ria harus bolak balik operasi ke rumah sakit dan harus memutar otak untuk mencari uang untuk biaya pengobatan rutin dan biaya operasi cangkok mata anaknya.

Apapun dilakukan Ria mulai dari mengamen, menjual bunga, dan bahkan sampai mengadu dan bertemu dua kali tahun (2014 dan 2016) dengan Presiden Joko Widodo, semua dilakukan untuk bisa menolong anaknya agar mendapatkan pengobatan.

Penghasilan Ria tidak cukup untuk membeli obat anaknya yang kurang le­bih seharga Rp 2 juta setiap minggunya. Tahun 2015 Ria meminta uluran bantuan dari masyarakat dan akhirnya masyarakat yang membantu untuk pengobatan MES.

Tahun 2017 seseorang berinisial L menyampaikan niatnya untuk membantu membiayai seluruh biaya operasi cangkok mata MES, tapi dengan syarat tidak boleh lagi meminta bantuan dana dari orang lain. Ria pun sepakat, akhirnya Ria, MES, dan Ibu dari Ria diterbangkan dari Kalimantan Timur ke Jakarta untuk dioperasi.

Setibanya di Jakarta, bukannya dibantu, Ria malah dilaporkan ke polisi hanya karena ria mengupload di facebook foto dia dan anaknya tengah terduduk di lantai karena tak kuat lagi menggendong anaknya MES di lantai saat mengantri subuh-subuh di RSCM dan berharap ada yang bisa membantu memberikan kereta dorong untuk MES yang sudah tidak kuat untuk berdiri dan kesulitan berjalan karena lemah dan tidak bisa melihat lagi.

Melihat postingan tersebut, L merasa marah, dan me­laporkan Ria ke Polda Metro Jaya atas dugaan eksploitasi anak sebagaimana Pasal 88 Jo 76 (i) UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200 juta.
Tidak hanya melaporkan Ria ke polisi, L pun tidak jadi membiayai biaya operasi cangkok mata MES.

Sekarang MES dan neneknya terlantar di Jakarta. Mereka tinggal di rumah singgah milik dompet dhuafa. Sementara Ria, ibu MES mendekam di tahanan Pondok Bambu. Padahal menurut Ria, tidak ada niat untuk mengeksploitasi anaknya, Ria tidak pernah mendapatkan keuntungan pribadi dan permintaan kereta dorong itu untuk kepentingan/keperluan MES.

Menurut Ria, ia tidak pernah meminta bantuan dana, yang ia minta adalah bantuan kereta dorong untuk kepentingan anaknya.

LBH Mawar Saron selaku kuasa hukum Ria Yanti, mengatakan tuduhan ini jelas mengada-ada, tidak ada eksploitasi yang dilakukan oleh Ria kepada anaknya. Unsur utama eksploitasi adalah harus ada keuntungan pribadi yang diperoleh oleh Ria atau segala dana atau bantuan itu digunakan untuk kepentingan pribadi Ria.

Dari empat saksi yang sudah dihadirkan di persidangan tidak ada yang bisa membuktikan keuntungan pribadi apa yang diperoleh Ria. “Sehingga menurut kami, Ria tidak eksploitasi anak dalam kasus ini,” sebut dari tim LBH Mawar Saron.

Sekarang, perkara ini sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan Nomor Perkara 148/Pid.Sus/2017/PN Jkt.Pst. Sidang berikutnya akan digelar seminggu kedepan. “Demikian Press Release ini kami sampaikan semata-mata demi tegaknya hukum, dan tercapainya keadilan bagi mereka yang miskin dan teraniaya secara hokum,” sambung tim LBH Mawar Saron.(@d2)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerDinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (10050)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (3041)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (1853)Komentari Kasus e-KTP, Andar: Abraham Samad Itu 'Omdo' (1691)Pandangan Umum Fraksi PDIP, PAN, dan RNB Terhadap Nota Keuangan dan Raperda APBD Kota Depok TA 2018 (1115)Sutadi SH dan Oknum Polres Ketapang Diduga Bobol Rumah Walet Milik Akim (997)PT Jembatan Nusantara Melakukan Pembohongan Terhadap Pelamar Pekerjaan (844)10,8 Miliar Proyek Pembangunan Jembatan Ulim Dikerjakan Asal Jadi (586)Endorsement Operational Level Untuk Kelas III dan IV Merugikan Pelaut (534)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (504)
Bedah JayaposPT MRIA Harus Bertanggung Dalam Kasus Yang Menyeret Danyon Zipur 8 SMG Jadi TersangkaMakassar, Jaya Pos Kasus keterlibatan Danyon Zipur 8 SMG yang terlibat dalam peledakan bukit (blasting), ...


Proyek Rehabilitasi Jembatan Terkesan Asal Jadi, BPKP Diminta Turun TanganPengusaha Nakal Berkeliaran Memburuh Proyek Di Kabupaten DharmasrayaSoal Kasus Lampu Jalan di Maros, Kompolnas Minta Klarifikasi Kepada Kapolri10,8 Miliar Proyek Pembangunan Jembatan Ulim Dikerjakan Asal JadiAPBDes Katimoho Terindikasi DikorupsiBendungan Karalloe Senilai 518 M Tidak Selesai PPK dan Kontraktor Enggan KomentarTangani Sengketa Tanah Damang Tewah Turun Lapangan
Laporan KhususPerantau Asal Samosir Merintis Obyek Wisata di KampungSamosir, Jaya Pos Sejak dicanangkan oleh Presiden Jokowi bahwa Samosir adalah salah satu tempat kunjungan ...


TNI Peduli Atas Penderitaan Seorang Anak BOB Berikan Bantuan Mesin Pengolah Pakan Ikan Kepada Warga Desa KasikanDPRD Muba Sambut Baik Inisiatif Pemkab MubaPemkab Muba Sampaikan Raperda Tentang Pinjaman Daerah Kepada DPRDDinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Depok Gelar Workshop B2SAMemperkenalkan Lebih Dini Budaya Batak Pada Anak-Anak Melalui Natal STM SarohaWaiting List Keberangkatan Jamaah Haji Kabupaten Ciamis Sudah Mencapai 2030