Selasa, 07 November 2017 - 07:42:22 WIB
Untuk Kali Kedua Menteri Susi Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa dari Undip SemarangKategori: Laporan Khusus - Dibaca: 31 kali

Baca Juga:Pemilik Sabu Divonis 1 Tahun Penjara di PN Simalungun, JPU Hanya Tuntut Terdakwa 1,6 Tahun BuiGrand Final Futsal Nabaja CUP III 2012 , Minggu 22 Juli 2012Proyek Drainase dan Sanitasi Jalan Lubuk Sikaping Diduga Sarat PenyelewenganGrand Final Futsal Nabaja CUP III 2012

Pangandaran, Jaya Pos

Sepak terjangnya yang mampu m­e­merangi mafia penangkapan ikan secara ilegal membuat Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meraih penghargaan tertinggi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Susi menerima penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa di Gedung Aula Undip pada Sabtu, 3 Desember 2016 lalu. Penganugerahan gelar tersebut dihadiri beberapa menteri di lingkungan Kabinet Kerja dan disaksikan mahasiswa setempat.

Penganugerahan gelar akademik ini merupakan kali pertama bagi Susi selama puluhan tahun berkarir di dunia perikanan nasional. Ia sebelumnya juga sempat menyabet penghargaan Leaders for a Living Planet Award dari lembaga World Wildlife Fund (WWF) dan raihan gelar lainnya dari berbagai lembaga nasional maupun internasional.

Ia merasa terharu tatkala mendapat kabar tersebut mengingat dirinya selama ini hanya fokus bekerja untuk mendedikasikan yang terbaik bagi rakyat Indonesia. “Saya juga merasa terhormat tapi di kepala saya masih bertanya-tanya apakah saya pantas mendapatkannya. Yang jelas tetap mensyukuri apapun yang diberikan oleh negara,” kata Susi.

Di usianya yang menapaki 50 tahun, ia senang kerja kerasnya dalam memerangi mafia ikan mendapat apresiasi tertinggi dari kalangan akademisi. Padahal, ia sempat ragu apakah lulusan SMP seperti dirinya layak mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari kampus terkemuka seperti Undip. “Saya tentunya lebih terkejut lagi ketika diberi amanat oleh Presiden Jokowi menjabat Menteri Kelautan di mana wilayah kerjanya mencakup sepertiga dari luas bentang alam Indonesia,” ujarnya lagi sambil tersenyum lebar.

Ia pun sadar bila jabatannya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan sering memantik kontroversi. Bahkan dari internal kementeriannya sendiri banyak yang mempertanyakan latar belakang pendidikannya. Ia bercerita kerap dikomplain oleh pihak-pihak yang ragu akan kinerjanya. “Memimpin dengan hanya sekolah sampai kelas 2 SMA itu ternyata banyak yang komplain juga, lho. Untungnya, saya jarang baca medsos sehingga jarang melihat orang marah akan keputusan presiden yang kontrovesial,” ucapnya.

Dengan berbagai pertimbangan matang ditambah pengalamannya bekerja di industri perikanan nasional selama 33 tahun, akhirnya membuatnya berani menerima pinangan Presiden Joko “Jokowi” Widodo. Ia mengaku hanya ingin memberi kontribusi maksimal bagi negeri ini.

Misi utamanya mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim terus dilakukannya mulai mengusir kapal-kapal asing yang menangkap ikan di laut Indonesia, meneken larangan moratorium hingga membentuk satgas 115. “Itu komitmen saya sebagai menteri. Saya juga ingin menutup investasi bagi industri tangkap milik perusahaan asing. Jika semuanya kita tindak tegas, maka sumber daya alam kita dapat dikelola dengan maksimal,” sambungnya.

Usai meraih gelar kehormatan dari Undip, ia menegaskan akan tetap menerapkan kebijakan strategis tanpa kompromi. Pada Januari 2018, ia akan mulai menegakkan aturan soal kepemilikan pulau-pulau kecil di semua wilayah Indonesia. “Saya tetap mengambil kebijakan yang berpihak bagi rakyat Indonesia. Tahun depan saya tertibkan kepemilikan pulau-pulau di Indonesia. Karena setiap daratan pulau, 30 persennya hanya boleh dimiliki warga asing sedangkan sisanya milik masyarakat,” katanya.

“Apalagi selama ini kita tidak pernah mendata berapa banyak pulau yang kita miliki dari ujung Sabang sampai Merauke. Ini tanda bahaya, sebab pulau kita sangat banyak,” ungkapnya.

Di lain pihak, Ketua Senat Undip Sunarso menyampaikan penganugerahan gelar bagi Menteri Susi telah melewati kajian panjang. Semuanya sudah melalui usulan dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip. Pihak fakultas melihat adanya prestasi luar biasa yang ditorehkan Menteri Susi yang memajukan industri perikanan dan kelautan. “Kita turut berbahagia atas penganugerahan gelar tersebut. Ilmu kelautan harus bermanfaat bagi umat manusia,” katanya.

Rektor Undip Prof Yos Johan Utama berpendapat, sosok Susi yang penuh kontroversial ternyata mampu melahirkan program kerja yang mengedepankan tindakan ilmiah. Susi mampu melakukan perubahan besar di bidang perikanan. Misalnya, melarang penangkapan lobster dan kepiting dengan sistem jaring besar (cantrang) sampai menggebrak di bidang politik nasional maupun internasional.

Ia menganggap Susi jadi sosok yang unik, karena meskipun tak memiliki ijazah pendidikan tinggi, tapi punya nilai tertinggi dari Badan Nasional Profesi. “Ini bukti kalau tokoh nasional tak hanya muncul di perguruan tinggi. Kami sebagai perguruan tinggi berbadan hukum wajib memberikan gelar bagi tokoh bangsa,” kata Johan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Jaya Pos, peraihan gelar Doktor Honoris Causa bagi Susi, me­rupakan yang kedua kalinya. Informasi dari staf yang juga dokter PT Susi Air, dokter Natta, rencananya pemberian anugerah gelar Honoris Causa untuk kedua kalinya itu akan dilakukan di gedung Institut Teknologi Sepuluh (ITS) 10 November di Surabaya Jawa Timur. “Rencananya sih akan digelar 10 November.

Ibu Susi yang berani dalam menjaga kelestarian alam dengan cara memberantas kapal-kapal para pelaku illegal fishing, telah memberikan beberapa kali bantuan khususnya kepada nelayan di Pangandaran, berupa alat tangkap dan kapalnya untuk mensejahterakan masyarakat nelayan di Pangandaran,” kata dokter Natta.

Suatu kebanggaan bagi masyarakat di Kabupaten Pangandaran, Susi Pudjiastuti yang telah dipercaya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI telah mendapat penghargaan itu dari sejumlah perguruan tinggi.(Mamay)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerDinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (9952)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (3041)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (1853)Komentari Kasus e-KTP, Andar: Abraham Samad Itu 'Omdo' (1691)Pandangan Umum Fraksi PDIP, PAN, dan RNB Terhadap Nota Keuangan dan Raperda APBD Kota Depok TA 2018 (1115)Sutadi SH dan Oknum Polres Ketapang Diduga Bobol Rumah Walet Milik Akim (995)PT Jembatan Nusantara Melakukan Pembohongan Terhadap Pelamar Pekerjaan (841)10,8 Miliar Proyek Pembangunan Jembatan Ulim Dikerjakan Asal Jadi (585)Endorsement Operational Level Untuk Kelas III dan IV Merugikan Pelaut (528)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (501)
Bedah JayaposProyek Rehabilitasi Jembatan Terkesan Asal Jadi, BPKP Diminta Turun TanganKalau mengacu pada papan informasi pekerjaan seharusnya jembatan sudah selesai dan bisa dimanfaatkan oleh ...


Pengusaha Nakal Berkeliaran Memburuh Proyek Di Kabupaten DharmasrayaSoal Kasus Lampu Jalan di Maros, Kompolnas Minta Klarifikasi Kepada Kapolri10,8 Miliar Proyek Pembangunan Jembatan Ulim Dikerjakan Asal JadiAPBDes Katimoho Terindikasi DikorupsiBendungan Karalloe Senilai 518 M Tidak Selesai PPK dan Kontraktor Enggan KomentarTangani Sengketa Tanah Damang Tewah Turun LapanganPT EBB Supply Puluhan Ribu Ton Solar Perhari ke Penambang di Sei Kahayan
Laporan KhususTNI Peduli Atas Penderitaan Seorang Anak Purwokerto, Jaya Pos Pria Muhammad Dian berusia 10 tahun, penderita polio, putra dari ibu Mahyuni dan bapak ...


BOB Berikan Bantuan Mesin Pengolah Pakan Ikan Kepada Warga Desa KasikanDPRD Muba Sambut Baik Inisiatif Pemkab MubaPemkab Muba Sampaikan Raperda Tentang Pinjaman Daerah Kepada DPRDDinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Depok Gelar Workshop B2SAMemperkenalkan Lebih Dini Budaya Batak Pada Anak-Anak Melalui Natal STM SarohaWaiting List Keberangkatan Jamaah Haji Kabupaten Ciamis Sudah Mencapai 2030Menggali Monumen Quo Lijn, Tim Pusat Sejarah Kepolisian Melakukan Penelitian