Sabtu, 21 Juli 2012 - 07:30:51 WIB
Bonaran Situmeang Lecehkan PendukungnyaKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 508 kali

Baca Juga:Foke dan Istri Optimis Rakyat Akan Dukung Dirinya di Putaran KeduaMau Mendapat Untung Besar Kontraktor Kerja Asal Jadi, Dinas Bina Marga dan Tata Ruang TertidurPemilik Sabu Divonis 1 Tahun Penjara di PN Simalungun, JPU Hanya Tuntut Terdakwa 1,6 Tahun BuiGrand Final Futsal Nabaja CUP III 2012 , Minggu 22 Juli 2012

-Rayat Mendudukkan, Rakyat Akan Menurunkan

Pandan-Tapteng, Jaya Pos

Siapa yang tidak kenal dengan Pastor Rantinus Manalu di Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Sibolga? Pemuka gereja Katolik tersebut merupakan sosok yang dihormati di daerah itu.

Tak bisa dipungkiri, dibalik kemenangan Bonaran Situmeang dan Syukran Tanjung (Bosur) pada pemilihan kepala daerah (pilkada) Tapteng tahun 2011 lalu, Rantinus Manalu adalah tokoh utama. Namun bekas Ketua Umum Tim Pemenangan Bonaran itu kini kecewa. Kecewa bukan karena dirinya haus jabatan atau materi, namun karena Bonaran melenceng dari janji-janji kampanyenya.

Kekecewaan itu makin membesar ketika sang Bupati tidak mau menerima kunjungan Pastor Rantinus Manalu, Ustad Solichin Lubis dan kawan-kawan pada Selasa (17/7) lalu.

Pendukung utama Bonaran itu menunggu sekitar 3,5 jam di kantor Bupati Tapteng, namun mantan pengacara koruptor, Anggodo Widjojo itu tidak berkenan menerima kehadiran orang-orang yang memperjuangkannya.

Kehadiran Rantinus Manalu cs hari itu adalah untuk memperingati satu tahun usia kepemimpinan Bonaran yang mereka dudukkan sebagai bupati. Hadiah kritisi dan saran membangun merupakan sebagai kado ulang tahun kepada raja kecil.

Kado ultah berbungkus cinta/kasih bagi Bonaran adalah untuk mengingatkatkan mantan pengacara itu pada janji politiknya yang oleh pendukung setianya seperti penyelesaian sengketa tanah rakyat dengan perusahaan-perusahaan perkebunan dan korban pembangunan jalan, pengecekan ulang dan penentuan batas-batas hutan negara dan hutan lindung guna keterjaminan dan kepastian hukum lahan masyarakat, pengurusan secara gratis hak-hak kewarganegaraan rakyat berupa KTP, pembebasan dari biaya uang sekolah dari tingkat SD hingga SMA

“Kita menuntut Bupati memprioritaskan pembangunan infrastuktur kabupaten yang sudah sangat rusak parah guna mempercepat peningkatan perekonomian rakyat di desa-desa, pengembalian ke tempat tugas asal para PNS korban mutasi oleh pejabat pemerintah terdahulu, terutama korban mutasi karena Pilkada atau demi mendukung Bosur dan lain yang menyangkut birokrasi,” tegas Pastor Rantinus Manalu kepada Jaya Pos, Rabu (18/7) di rumahnya komplek Keuskupan Sibolga.

Ia mengatakan, tidak berniat melakukan intervensi atas kepeminpinan Bonaran Situmeang karena itu adalah hak prerogatif kepala daerah. Namun, sejak kepemimpinannya telah timbul permasalahan baru seperti pemutasian dan promosi jabatan bagi PNS tidak berdasarkan pada pertimbangan kemampuan dan keterampilan dalam menjalankan tugas, melainkan terkesan pada besarnya uang yang diberikan untuk men­dapatkan jabatan tertentu.

“Pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS tidak kunjung terealisasi dan informasinya semakin tidak jelas. Orang-orang terkait urusan ini cemas dan gelisah karena mereka telah memberikan uang administrasi atau uang titipan kepada orang yang berjanji pengangkatan akan segera terjadi,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Pastor Rantinus, permasalahan penyerahan LKPJ Bupati Tapteng tahun 2011 kepada legislatif tidak kunjung selesai. Pencapaian hasil kinerja Pemkab Tapteng di bawah kepemimpinan Bonaran Situmeang yang hampir satu tahun bila dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya merosot.

Rakyat Akan Menurunkan

Menurut Rantimus, sikap kepemimpinan dan sistim pemerintahan yang dipertontonkan Bonaran Situmeang tidak sesuai bahkan bertentangan dengan janji yang telah disampaikan kepada konstituen saat kampanye pada Pilkada lalu sehingga membuat masya­rakat menjadi jenuh bahkan mengarah pada marah.

Ia tidak menepis kemungkinan saat ini akumulasi rasa kekesalan masyarakat Tapteng telah menggurita dan mengarah pada pemaksaan Bupati kebanggannya dulu turun dari tahta kerajaannya. Hal itu wajar karena masyarakat mendukung dan memilih Bonaran Situmeang dengan alasan kemanusiaan.

“Apabila masyarakat merasa dibohongi bahkan mengarah pada merasa dihianati dengan alasan manusiawai masyarakat akan memaksa Bonaran Situmeang turun dari jabatan bupati. Rakyat yang mendudukkan. Jika Bonaran Situmeang dinilai masyarakat Tapteng tidak baik maka rakyat akan menurunkannya,” tandasnya. JP/SG-86


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59700)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52465)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51552)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15040)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14310)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14133)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13851)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13359)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12415)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9332)
Bedah JayaposEksekusi bergaya premanisme, Hendra Laporkan ACC Finance ke BPSK Bukittinggi Bukittinggi, Jaya Pos Karena merasa dirugikan, Hendra Sutoto (39) melaporkan peristiwa yang dialaminya 3 ...


Kasus Tanah Kas Desa RancaudikTerkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RABDenpom Pekanbaru Menertibkan Perjudian di Tapung
Laporan KhususPemdes Sukaramai Jalin Kerjasama Dengan Praktisi Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Tentang PerikaKampar, Jaya Pos Pemerintahan Desa (Pemdes) Sukaramai menjalin kerjasama dengan pegiat/praktisi pelatihan ...


Ketua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliPolsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik50 Anggota DPRD Subang Periode 2019-2024 Dilantik