Sabtu, 21 Juli 2012 - 07:38:08 WIB
Deddy Kusdinar Akan Menyeret Andi Mallarangeng Jadi TersangkaKategori: Jakarta - Dibaca: 464 kali

Baca Juga:Bonaran Situmeang Lecehkan PendukungnyaFoke dan Istri Optimis Rakyat Akan Dukung Dirinya di Putaran KeduaMau Mendapat Untung Besar Kontraktor Kerja Asal Jadi, Dinas Bina Marga dan Tata Ruang TertidurPemilik Sabu Divonis 1 Tahun Penjara di PN Simalungun, JPU Hanya Tuntut Terdakwa 1,6 Tahun Bui

-Ketua  BPK : Sejak  Awal Sudah Cacat
-Deddy merupakan anak tangga pertama menuju puncak

Jakarta, Jaya Pos

Menyeret pejabat sekelas Andi Mallarangeng sebagai tersangka pastinya butuh kerja keras Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun penetapan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Deddy Kusdinar sebagai tersangka akan menjadi anak tangga untuk menetapkan Andi sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi sarana dan prasarana kompleks olahraga Hambalang, Bogor, Jawa Barat yang diduga merugikan keuangan negara ratusan miliar rupiah.

Wakil Ketua KPK, Bambang Widjajanto seperti mengamini bahwa penetapan tersangka kepada Andi Mallarangeng tinggal menunggu pengembangan penyidikan tersangka Deddy Kusdinar. Ia menegaskan, bahwa kasus ini akan diselesaikan seperti anak tangga, dimana Deddy merupakan anak tangga pertama menuju puncak.

“Kalau mau disebut anak tangga, DK inilah anak tangga pertama,” tegas Bambang saat jumpa pers di kantor KPK, Jakarta, Kamis (19/7) seraya mengatakan bahwa untuk sampai ke level atas, pihaknya akan lebih dulu fokus terhadap perkara Deddy.

Peryataan Bambang tersebut pun dikuatkan oleh langkah penyidik dalam menentukan pasal saat menjerat Deddy dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Dalam pasal 55 KUHP, diatur tentang turut serta (tidak tunggal) yang menandakan adanya orang lain yang dibidik KPK dalam kasus tersebut.

Bambang menegaskan, pihaknya akan mengusut siapa saja yang terlibat dalam kasus korupsi Hambalang.
“Kami akan men­jerat siapapun yang ditemukan indikasi terlibat kasus ini. Tentunya dengan dua alat bukti yang cukup,” tandasnya.

Digeledah

Pengembangan penyidikan kasus Hambalang terus dilakukan KPK, diantaranya dengan melakukan peng­geledahan di sejumlah tempat tak terkecuali di kantor Menpora, Andi Mallarangeng pada Kamis (19/7). Diantara yang digeledah yakni kantor ruang kerja Deddy Kusnidar di lantai 6 Kemenpora, kantor arsip Kemenpora di Cibubur, dua kantor PT Wijaya Karya di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, Kantor PT Adhi Karya di Jakarta Selatan, Kantor PU di Jakarta Timur. Bahkan dari informasi yang diterima seseorang di Kemenpora, tim KPK juga menggeledah ruang kerja Menpora dan tata usahanya yang terletak di lantai 10 kantor.

KPK Amankan 12 Kardus Barang Bukti dari Kemenpora

Setelah melakukan penggeledahan selama 17 jam di kantor Kemenpora itu, penyidik KPK akhirnya mengamankan cukup banyak barang. Tak hanya dokumen, tim KPK juga tampak meninggalkan kantor Kemenpora dengan menenteng sebuah printer.

Sekitar 12 penyidik lantas keluar dan bergantian menurunkan 12 kardus berwana coklat yang berisi dokumen. Tak hanya itu mereka juga menenteng 2 buah travel bag berwarna hitam, 1 tas punggung dan 1 printer merk HP berwarna putih.

Jumat (20/7), KPK juga menggeledah kantor PT Adhi Karya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. “Penyidik KPK dengan dukungan tim yang cukup, melakukan penggeledahan PT Adhi Karya di Jalan Pasar Minggu, terkait dengan kasus Hambalang,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi.

Kata Johan, penggeledahan dilakukan untuk mencari bukti tambahan kasus Hambalang. Selain itu, penyidik juga melakukan penggeledahan di kantor PT Metaphora Solusi Global, di Pasar Minggu.

Selain melakukan penggeledahan dan penetapan Deddy Kusnidar sebagai tersangka, lembaga antikorupsi tersebut juga mencegah tiga orang bos perusahaan subkontrak pembangunan Hambalang. Ketiganya yakni, Direktur Ciriajasa Cipta Mandiri (CCM) Aman santoso, Direktur Yodha Karya (YK) Yudi Wahyono dan Direktur CV Rifa Medika (RM) Lisa Lukitawati.

Dari Awal Cacat

Sementara itu, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo menilai proyek pusat olah raga Hambalang yang dibangun Kemenpora sudah cacat sejak dari awal. “Kami hanya bisa mengatakan dari awalnya diduga cacat. Tunggu investigasi Hambalang selesai,” ujar Hadi Poernomo di Jakarta minggu lalu.

Wakil Ketua BPK Hasan Bisri mengungkapkan, dalam proyek Hambalang ada catatan soal status tanah yang digunakan untuk membangun proyek etrsebut di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor. “Pada kurun 2006-2007, ketika Hambalang masih di bawah Kementerian Pendidikan Nasional, diketahui tanah lokasi proyek tidak memiliki sertifikat,” kata Hasan.

Pasalnya, tanah yang digunakan adalah tanah berstatus Hak Guna Usaha (HGU). Kepemilikan tanah itu terus diproses dengan hanya berbekal bukti pemberian uang kerohiman kepada masyarakat pengguna lahan.

Belakangan status tanah itu dibereskan pada Januari 2010, berkat bantuan sejumlah politikus Partai Demokrat. Menurut anggota DPR Ignatius Mulyono, dirinya yang kala itu diminta Anas Urbaningrum—kini Ketua Umum Demokrat, dulu Ketua Fraksi Demokrat DPR—untuk mengurus sertifikatnya. Sertifikat yang macet itu pun kelar dalam belasan hari.

KPK sudah menelisik soal pengadaan sertifikat tersebut. Ignatius sudah diperiksa, Anas juga. Dalam jumpa pers usai diperiksa KPK pada akhir Juni, Anas mengakui dicecar pertanyaan seputar penerbitan sertifikat tanah 32 hektare itu. L30 P1000


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60011)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (54792)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51855)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15357)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14622)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14436)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14128)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13693)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (13677)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9641)
Bedah JayaposPAD Dishub Bukittinggi Diduga Terjadi Kebocoran, Oknum ASN Tidak Beretika Perlu PembinaanBukittinggi, Jaya Pos Tingkat kebocoran sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi perparkiran di ...


Kasektor Citata Kramat Jati Diduga Lindungi Bangunan BermasalahProyek Jalan PUPR Lahat AmburadulPT DWK Diduga Produksi CPO Dioplos MikoTiang Oktagonal Segi 8 Bengkok, Dishub Surabaya Lakukan PembiaranKegiatan Pamsimas di Kabupaten Sidoarjo Diduga Mark UpPembangunan Gerai Pusat Oleh-Oleh Diduga Gunakan Bangunan LamaPendataan Dinas Sosial Bukittinggi Diduga Pilih Kasih Pada Warga Miskin
Laporan KhususPemkab Gumas Raih Penghargaan Dari Menkumham RIKuala Kurun, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Bagian ...


Menjelang Hari Jadi Kabupaten Indramayu Lantik WabupWalikota Padang Panjang Kembali Terima Penghargaan Pembina ProklimPemkab Bantaeng Raih Penghargaan STBM Award Tingkat NasionalJumaga Nadeak Kembali Dilantik Pimpin DPRD KepriPimpinan Tiga Daerah ke Bantaeng Ikuti Monev Bersama KPKHari Kesaktian Pancasila Pemkot Manado Gelar Upacara Bendera45 Anggota DPRD Labuhanbatu Periode 2019 - 2014 Dilantik