Sabtu, 11 November 2017 - 10:01:40 WIB
Polres Bolmong Diminta Usut Tuntas Dugaan Pungli DDKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 130 kali

Baca Juga:Deddy Kusdinar Akan Menyeret Andi Mallarangeng Jadi TersangkaBonaran Situmeang Lecehkan PendukungnyaFoke dan Istri Optimis Rakyat Akan Dukung Dirinya di Putaran KeduaMau Mendapat Untung Besar Kontraktor Kerja Asal Jadi, Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Tertidur

Bolmong, Jaya Pos
Kepolisian Resort (Polres) Bolaang Mongondow (Bolmong) yang dinahkodai AKBP Ganny F Siahaan diminta dengan tegas agar dapat mengusut tuntas adanya dugaan pungutan liar (pungli) terhadap para kepala desa (kades) yang menerima Dana Desa Bolmong.
Desakan tersebut salah satunya disampaikan langsung oleh sumber berinisial JM warga Desa Dumoga Kecamatan Dumoga Barat, saat bersuah dengan Jaya Pos, pekan kemarin di kediamannya. “Saya meminta Polres Bolmong segera melidik kasus pungli penerimaan dana desa yang ada di Kecamatan Dumoga Utara,” kata JM.
JM mantan kades tersebut, menuturkan berdasarkan pengakuan yang disampaikan kades aktif yang tak mau namanya ditulis mengatakan, kebenaran soal adanya pungutan liar yang mana setiap kades penerima dana desa harus menyetorkan uang sebesar Rp 5 juta kepada camat, dan persoalan ini sudah merupakan bukti yang harus ditanggapi secara serius oleh pihak Polres Bolmong. “Jadi, apa yang disampaikan, adalah sebuah pembuktian bahwa benar telah terjadi pungli. Untuk itu saya meminta polres menjadikan itu sebagai dasar dalam penyelidikan dan lidik, kalau perlu agar memanggil Camat Dumoga Utara tersebut,” katanya.
JM mengatakan, kasus tersebut tidak bisa didiamkan begitu saja oleh aparat penegak hukum, harus mengusutnya secara tuntas supaya ada efek jera bagi para pelaku pungli di Kabupaten Bolaang Mongondow.
Seperti diberitakan Jaya Pos sebelumnya, setiap kepala desa (sangadi) penerima dana desa yang tersebar di Kecamatan Dumoga Utara yang terdiri dari 16 desa, kades harus menyetorkan uang kepada oknum camat sebesar Rp 5 juta.
Camat Dumoga Utara, I Ketut Kolag saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, pekan kemarin mengatakan bahwa teman-teman camat yang lain, terang-tera­ngan ada meminta tapi tidak diberitakan.
Di tempat terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Bolmong melalui, Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (Lakri) Hengky Kaunang, berharap ini pintu masuk bagi pihak kepolisian Polres Bolmong untuk memanggil oknum camat tersebut guna dimintai krarifikasi, siapa-siapa saja camat-camat yang terang-terangan meminta uang DD kepada kades.
“Apabila Polres Bolmong lamban dalam mengusutnya, kami atas nama Lakri akan membawa persoalan ini ke Polda bahkan ke Mabes Polri, karena ini suatu pelangaran hukum,” tantang Kaunang.
“Ya, pelaku pungli tidak hanya dijerat dengan pasal KUHP. Pelaku juga bisa dijerat dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Apalagi, jika merupakan ASN, akan dijerat dengan Pasal 423 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara, bahkan kalau perlu bisa diberhentikan sebagai ASN, karena Presiden RI Joko Widodo sangat jelas, tidak ada tempat bagi pelaku pungli,” tegas Kaunang.
Kaunang juga menyebut, ada ancaman hukuman lebih besar lagi yakni Pasal 12 e UU Tipikor. Pungli itu juga bisa dikatakan sebagai korupsi, karena ada Pasal 12 e dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.(Heng)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50610)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (41256)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13887)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13381)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13014)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12281)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8350)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (6429)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (5795)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5574)
Bedah JayaposPT PLN (Persero) Riau Memasang Jaringan Arus Listrik Asal JadiRiau, Beberapa anggota masyarakat kembali lagi mempertayakan sudah sejauh mana pertanggung jawaban ...


Tersangka Jansaiman Saragih Menguasai Asset GBI ICC Rayon 11 Pekanbaru Kasus Penebangan Pohon Jati Milik PTPN 2 Tandem MengambangDirut Rumah Sakit Diduga Pungli, Massa Berunjuk RasaAnggaran DD Desa Cimanis- Sobang Pantas DiauditCatut Nama Emil Dardak Akun FB Pencari Sumbangan DipolisikanTipu Nasabah, Developer KSU Penyang Sangkalemu DipolisikanDamparit Kabupaten Barru Sul-Sel Diduga Tidak Sesuai Bestek
Laporan KhususBupati Emil Dardak Sambut Baik Lawatan Danrem 081/DSJ MadiunDitengah kesibukan kerjanya, Emil Dardak meluangkan waktu bersilaturahmi dan menjalin komunikasi dengan ...


TMMD Reg 103 Wilayah Kodim 0736/ Batang, Percepat Pembangunan Wilayah dan Masyarakat Pemkab Gumas Gelar Bursa Inovasi Desa 20182019, Seluruh Kegiatan di OPD Gumas Terintegrasi Secara OnlineUsai Dilantik, Fadly Amran dan Asrul Resmi Jabat Walikota dan Wakil Walikota Padang PanjangPemkab Gumas Rakor Pilkades Serentak 2018HUT OKI Jadi Energi Tuntaskan PembangunanPemko Tanjungbalai Menerima Kedatangan Kafilah MTQN XXVII Asal Kepri di Bandara Kuala Namu