Minggu, 10 Desember 2017 - 07:56:02 WIB
PT. MAJI Diduga Serobot Lahan Kelompok Tani Karya MandiriKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 234 kali

Baca Juga:Mengisi Kekosongan, Apan Sutarpan Lantik Dua Aparat DesaSertijab Camat SukaresmiKades Cianaga Giat MembangunTerkait PPDB TP 2012/2013, Unit Sekolah di Kota Bekasi Kewalahan

Jambi, Jaya Pos

PT. Maji (Mendahara Agrojaya Industry) diduga serobot lahan Kelompok Tani Karya Mandiri seluas sekitar 78 Ha di Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Lahan yang diklaim PT. Maji anak perusahaan PTPN VI wilayah Jambi – Sumbar itu sudah ditanami de­ngan kelapa sawit.

Ketua Kelompok Tani Karya Mandiri, Puji Siswanto, ketika diwawancarai Jaya Pos Rabu, (6/12) di Jambi, dengan tegas mengatakan bahwa perusahaan PT. Maji sudah melakukan kejahatan yang luar biasa.

Selain menyerobot lahan masyarakat, juga perusahaan tersebut diduga sudah melakukan tindak pidana dengan menanam kelapa sawit di luar HGU (Hak Guna Usaha). “PT. Maji sudah melakukan tindak kejahatan yang luar biasa, melanggar UU Perkebunan No. 39 Tahun 2014, terutama pasal 105, dan melanggar UU tentang Lingkungan Hidup,” ujar Puji Siswanto kepada Jaya Pos.

Menurut Puji Siswanto, permasalahan lahan ini sudah dilaporkan ke Polda Jambi, dan pihak BPN pun sudah turun ke lokasi dan menyatakan lahan tersebut bukan termasuk areal HGU PT. Maji, dan lahan tersebut adalah lahan masyarakat. “Setelah kasus ini kami laporkan ke Polda Jambi, BPN juga turun sudah beberapa kali dan menyatakan lahan yang sudah ditanami PT Maji itu adalah lahan masya­rakat,” tegas Puji.

Akibat dari laporan itu kemudian menurut Puji ada upaya mediasi antara pihak PT, Maji dengan Kelompok Tani Karya Mandiri, untuk mencari solusi penyelesaian masalah tersebut.

Dan akhirnya timbullah surat kesepakatan antara PT. Maji dengan Kelompok Tani Karya Mandiri yang ditandatangani pada 23 Oktober 2017, Pihak PT. Maji diwakili Manager SDM/Umum, Amir Arsyad Harahap, sedangkan dari pihak kelompok tani Karya Mandiri diwakili ketuanya Puji Siswannto.

Dalam surat kesepakatan tersebut kedua belah pihak sepakat bahwa tanah yang dituntut oleh Kelompok Tani Karya Mandiri adalah areal diluar HGU yang dimiliki oleh PT. Maji, sedangkan tanaman diatasnya adalah asset PT. Maji, namun kedua pihak sepakat tanaman diatas areal tersebut akan dimusnahkan.

Sedangkan tanah seluas sekitar 78 Ha akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan selanjutnya diserah terimakan kepada Kelompok Tani Karya Mandiri.

Namun menurut Puji Siswanto kesepakatan tersebut belum berjalan sebagaimana yang diharapkan karena lahan tersebut hingga kini belum diserah terimakan kepada Kelompok Tani Karya Mandiri. “Kalau memang pihak perusahaan tidak ada itikad baik, kami akan melaporkan hal ini kepada Menteri BUMN dan Menteri Keuangan, serta ke KPK dan pihak lain­nya,” pungkas Puji Siswanto. (Rizal/Mur)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (55161)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50743)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14030)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13517)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13180)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12454)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8505)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (7290)Sudah 4 Bulan Pegawai Kejaksaan RI Tidak Dapat Dana Remunerasi (6411)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (6210)
Bedah JayaposCV Linang Jaya Diduga Kirim Material Tak Sesuai RAB Ke 30 Penerima Program RTLH Di Desa LabuanPandeglang, Jaya Pos Desa Labuan, Kecamatan Labuan merupakan salah satu desa yang mendapatkan Program Rumah ...


Dinas PUPR Kab Sidoarjo Bidang Pengairan Diduga Lakukan Mark UpPembangunan USB SDN Babat 2 Kecamatan Legok Beraroma KorupsiDiduga Proyek Pembangunan Pasar Cibaliung, Gunakan Besi BekasProyek NUSP-2 ADB Loan Rp 5,9 M di Kapuas Berbau KKNKades Tanjung Diduga Selewengkan Keuangan Desa Ratusan Juta RupiahProyek Jalan Hotmix Desa Medalsari - Saketi Terkesan DitutupiBPK Diminta Audit Hasil Pekerjaan Peningkatan Jalan Perbatasan Tutur Arah Malang
Laporan KhususHari Jadi Bantaeng Ke-764 Gubernur Sulsel Bantu Bantaeng 26 MBantaeng, Jaya Pos Pada tanggal 7 Desember 2018, seluruh masyarakat Bantaeng bersuka cita menyambut kembali ...


Bakti PUPR Bangun Infrastruktur Mempersatukan BangsaLurah Bahu : Sidak Bagi Pendatang Berdomisili di WilayahnyaPengawasan APK Bersama Stakeholder Untuk Pemilu 2019Bupati Canangkan Gerakan Banyumas MembacaBanjir di Buaran DPU Tangsel Sigap Tangani Laporan WargaTanah Datar Gelar Festival Pesona Minang KabauDPRD Sumsel Gelar Rapat Paripurna Ke-LI (51)