Minggu, 10 Desember 2017 - 08:01:19 WIB
Pengembangan Pemasaran Melalui OnlineKategori: Laporan Khusus - Dibaca: 174 kali

Baca Juga:Mengisi Kekosongan, Apan Sutarpan Lantik Dua Aparat DesaSertijab Camat SukaresmiKades Cianaga Giat MembangunTerkait PPDB TP 2012/2013, Unit Sekolah di Kota Bekasi Kewalahan

Bogor, Jaya Pos

Dinas Tanaman Pangan, Hortikkultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor menjalankan tugas pokok sesuai dengan misi kedua Kabupaten Bogor yaitu “Meningkatkan Daya Saing Perekonomian dan Pengembangan Usaha Berbasis Sumberdaya Alam dan Pariwisata”.

Sesuai dengan misi tersebut, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kab Bogor telah menetapakan beberapa strategi dalam mengembangkan daya saing antara lain yaitu: 1) Pengembangan agroindustri pertanian berbasis sumber daya lokal; 2) Penciptaan produk-produk antara (intermediate product) untuk mendukung industri pangan; 3) Peningkatan penerapan GAP dan GHP serta sertifikasi produk pertanian; dan 4) Peningkatan akses untuk mendapatkan teknologi pengolahan hasil pertanian.

Untuk menjalankan strategis tersebut, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kab Bogor melaksanakan kegiatan pengembangan pemasaran produk pertanian/kehutanan dengan tujuan untuk meningkatkan akses pasar produk lokal petani di Kabupaten Bogor yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan petani.

Akses pasar yang luas dapat tercapai melalui sistem pemasaran yang tepat dan terarah dimana pemasaran produk pertanian terus mengalami perkembangan pesat baik di pasar domestic maupun pasar internasional, serta memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Di samping itu permintaan akan komoditi tersebut di dalam negeri terutama di kota-kota besar juga terus mengalami peningkatan sejalan dengan meningkatnya pendapatan dan kesadaran akan kesehatan masyarakat.

Berangkat dari hal tersebut pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk memfasilitasi petani dalam menjalin kerjasama antar berbagai pihak dalam pengembangan usaha agribisnis untuk mewujudkan pertanian modern yang berorientasi agribisnis, mampu meningkatkan pendapatan melalui peningkatan nilai tambah dan daya saing serta mampu meningkatkan kualitas sumberdaya pengelolanya seperti petani/kelompok tani/gapoktan/pelakuusaha.

Saat ini kemitraan usaha da­pat dilakukan melalui pemasaran online, dimana pemasaran suatu produk atau jasa dengan memanfaatkan teknologi informasi menggunakan media elektronik atau internet sehingga terjalin kemitraan usaha diantara pelaku usaha dan pembeli untuk memotong rantai pasok pemasaran produk pertanian yang diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dan daya peluang pasar.

Tingginya jumlah pengguna jaringan internet di Indonesia merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan bagi pelaku pemasaran online. Dari hasil survei yang dilakukan pada tahun 2016, konten komersial yang sering dikunjungi oleh pengguna internet di Indonesia adalah sebanyak 82.2 juta atau sekitar 62%. Kemudahan transaksi online dan akses komunikasi yang lebih cepat antara penyedia barang/jasa dengan konsumen menjadi keunggulan tersendiri sehingga pemasaran online menjadi salah satu pilihan bagi pengguna internet.

Pelatihan Pemasaran Online dihadiri oleh 20 orang peserta yang terdiri dari perwakilan ketua kelompok tani. Adapun materi yang disampaikan pada pelatihan tersebut meliputi: (1) Pemasaran Online, dengan narasumber Maryono yang merupakan Co-Founder Agrowing.co.id dan dosen pada Departemen Agribisnis FEM Institut Pertanian Bogor; (2) Peluang Pemasaran Online yang disampaikan oleh Ir Yasid Taufik MM Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura; (3) Media Untuk Marketing Online dan Cara Untuk Memanfaatkannya, disampaikan oleh Donnie Aqsha, Co-Founder Agrowing.co.id.

Yasid Taufik menyampaikan bahwa produk-produk pertanian terutama produk hortikultura merupakan produk yang mudah rusak/perishable sehingga perlu penanganan khusus dalam penyimpanan dan distribusi. Pemasaran online (E-Commerce) menjadi salah satu sarana yang efisien dalam memperpendek rantai pemasaran produk hortikultura agar bisa sampai di tangan konsumen dengan kualitas yang prima. Disamping biayanya lebih terjangkau, dengan internet penyebaran informasi akan lebih cepat dan jangkauannya lebih luas.

Lebih lanjut Yasid menjelasakan bahwa e-commerce tidak hanya memanfaatkan internet sebagai alat untuk melakukan promosi atau mencari peluang bisnis tetapi juga harus diimbangi dengan pengelolaan administrasi yang baik melalui pemanfaataan sistem informasi sebagai sarana untuk transaksi pemasaran produk-produk usaha hortikultura, yang diharapkan dapat meningkatkan volume penjualan dan pendapatan, sehingga skala usaha dapat berkembang. Pentingnya penggunaan internet sebagai penunjang dalam kegiatan pertanian didukung oleh Kementerian Beberapa aplikasi online yang dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang meluncurkan aplikasi 8 Vilages, Eragano, Limakilo dan Tani Hub.

Pemasaran online harus ditunjang dengan kemampuan penjual dalam menggunakan aplikasi pemasaran online, dalam paparannya Donnie Aqsha salah seorang Co-Founder Agrowing menyampaikan bahwa begitu banyak media sosial yang digunakan sebagai media pemasaran online seperti Whatsapp, Youtube, Facebook, Instagram dan sebagainya. Selain itu dengan semakin meningkatnya transaksi pemasaran digital aplikasi online shop sudah semakin banyak berkembang seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Elevania dan banyak lagi yang lainnya.

Aplikasi pemasaran online telah semakin berkembang sehingga telah banyak pula website pemasaran online yang khusus menjual produk-produk pertanian. Untuk membuat situs pemasaran online yang menarik tentunya diperlukan kreativitas agar produk yang dipasarkan tampak menarik dan memiliki daya jual yang tinggi. Selain itu diperlukan pengelolaan yang tepat agar produk yang dijual sesuai dengan kualitas yang ditawarkan.

Dengan Pelatihan Pemasaran Online yang diselenggarakan oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kab. Bogor diharapkan kelompok tani memiliki wawasan tentang pemasaran online dan tergerak untuk memasarkan produk-produk yang dihasilkan secara online.

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk pemasaran online diantaranya adalah :

1) Mempersiapkan produk yang akan dipasarkan agar layak dijual online tentunya harus memiliki tampilan yang menarik dan memiliki keunggulan dibandingkan produk serupa, misalnya buah-buahan dengan ukuran “super”, atau buah de­ngan citarasa yang lebih enak.

2) Mempersiapkan konten media online agar pengunjung datang ke akun dan website yang telah dibuat.

3) Sistem penjualan yang optimal agar penjualan optimal, berikut ini adalah contoh sistem penjualan yang bisa dilakukan:
-Pembeli secara lang­sung melakukan tran­saksi pembelian secara online serta pembayaran melalui transfer bank. Barang dikirim melalui kurir.
-Pembeli melakukan pemesanan produk pa­da agen, kemuadian agen yang melakukan pemesanan melalui online. Barang diambil oleh pembeli di agen
-Pembeli secara lang­sung melakukan tran­saksi pembelian secara online, serta pembayaran melalui transfer bank. Barang dikirim­kan melalui kurir ke agen terdekat, dan pembeli mengambil ba­rang di agen.

4) Strategi distribusi yang bisa ditempuh misalnya :
-Sistem keagenan
-Sistem kewilayahan misalnya per perumahan, per perkantoran, per sekolahan
-Sistem akumulasi pemesan­an, misalnya open order Se­nin- Kamis, antar hari Sabtu. (adv/Bos)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50563)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (33789)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13807)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13339)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12965)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12216)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8278)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (5791)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (5597)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5514)
Bedah JayaposKades Cimanis - Sobang Diduga Korup Dana DesaPandengglang, JAYAPOS - Berawal dari pengaduan warga Desa Cimanis, Kec, Sobang yang tidak mau ...


Proyek Jalan Usaha Tani Senilai Ratusan Juta di Desa Brayung Kecamatan Puri HancurDiduga Ada Konspirasi, Bantuan Hibah Ternak Sapi 2017 MencurigakanCinta Sejati Berakhir di Balik Jeruji, Pelaku Pengeroyokan Malah Tidak Terjamah HukumEmbung Tanpa AirCV. Dewi Lestari Ketapang Diduga Mark-Up Proyek Jalan Usaha TaniPolisi Kecolongan, Ribuan Potong Kayu Log Ilegal lolosAMP Milik PT AKI Disinyalir Tidak Mengantongi Izin
Laporan KhususMasuk DCT, Pande-Iroot Siap Perjuangkan Aspirasi Rakyat MiskinManado, JAYAPOS -  Rasa syukur diungkapkan oleh Steven Pande-iroot salah satu Calon ...


Bulan Dana PMI Banyumas Targetkan 1,25 MRaih WTP 7 Kali, Pemkab OKI: Dampaknya untuk MasyarakatApel Akbar dan Pawai Muharram Terbesar Diikuti Ribuan SantriDanrem 071/Wk Juara 3rd Place "U Grade" IPSC Level III Standard DivisionRibuan Santri Banyumas Ikuti Pawai Taaruf Sambut Tahun BaruDrs Klusen Ketua Timses Kab MelawiSambut Tahun Baru Hijriyah, Bupati Banyumas Tabuh Bedug