Kamis, 14 Desember 2017 - 09:00:07 WIB
Menggali Monumen Quo Lijn, Tim Pusat Sejarah Kepolisian Melakukan PenelitianKategori: Laporan Khusus - Dibaca: 203 kali

Baca Juga:NHKBP Duren Sawit ( Putra) dan Naposo Pardos Kali Malang (Putri) Juara I Futsal NABAJA CUP III 2012NHKBP Duren Sawit ( Putra) dan Naposo Pardos Kali Malang (Putri) Juara I Futsal NABAJA CUP III 2012Perajin Tempe dan Tahu Ancam Mogok BerproduksiMengisi Kekosongan, Apan Sutarpan Lantik Dua Aparat Desa

Batu, Jaya Pos

Untuk mengkaji sejarah monumen Status Qou Lijn di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, Rabu (6/12) tim Pusat sejarah Polri melakukan peninjauhan di wilayah tersebut.

Kasubag Humas Polres Batu AKP Suprianto SH MH mengatakan, penijaun itu didipimpin oleh Kombes Pol Muhammad Jufri Ses Pussejarah Polri dengan didampingi AKBP Sigit dan AKBP Yatni kemudian disambut Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto SIK MSi beserta Wakapolres dan para pejabat utama Polres Batu.

“Ini dilakukan untuk mengenang perjuangan Prajurit Bayangkara di Garis Van Mokk pada masa penjajahan,” ujar AKP Suprianto kepada Jaya Pos, Minggu (10/12).

Secara terpisah, Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto juga menyampaikan, perjuangan Polisi Keamanan yang menjaga garis Demarkasi antara Daerah Pemerintah Republik Indonesia dan daerah pendudukan penjajahan Belanda.

Hal itu terjadi setelah perjanjian Renville tanggal 8 Desember 1948 pemerintah Belanda telah menetapkan garis demarkasi atau garis status quo, yang salah satunya garis Van Mook (Status Quo Lijn) di Desa Pandesari, pada tanggal 19 Desember 1948.

Namun dalam perjanjian itu, pasukan tentara Belanda yang dipimpin oleh Mison justru melakukan provokasi dan juga melanggar garis Status Quo tersebut kemudian diperingatkan oleh AP III Katjoeng Permadi, penjaga Pos I bersama AP III Soekirno dan AP III Kamso, akhirnya pasukan Belanda kembali ke wilayah Batu.

Namun ironisya, pada waktu tengah hari, pasukan tentara Belanda menyerang Pos I dari arah timur yang mengakibatkan gugurnya AP III Katjoeng Permadi, sedangkan serangan pada Pos II dari arah utara mengakibatkan gugurnya AP II Soejadi dan AP II Peril mengalami luka tembak.
“Kegiatan ini kami lakukan untuk mengenang perjuangan dalam melawan penjajahan Belanda pada Agresi ke II yang saat ini dibangun sebuah monumen di Garis Status Quo,” terang Kapolres Batu.

Masih kata Kapolres, peletakan batu pertama pembangunan monumen tersebut dilakukan pada tanggal 17 September 1982 kemudian setelah tiga bulan pembangunan monumen diresmikan pada tanggal 27 Desember 1982 oleh Pangdam VIII Brawijaya Mayjen TNI AD Moergito.

Kapolres Batu menambahkan, acara ini dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Tahun 2017, antara lain melakukan Forum Grup Diskusi menelusuri sejarah perjuangan Bhayangkara di garis Van Mook dengan menghadirkan pelaku sejarah pejuang.

Diantaranya dari mereka yakni Supeno, Ngatemun, Ngaisah, Saimo dan Hoesodo serta Ari Sapto ahli sejarah dari Universitas Negeri Malang. “Untuk upacara peringatan Hari Pah­lawan di Monumen Status Quo sebagai penghormatan kepada pejuang Polisi Keamanan yang gugur di garis Status Quo baru kali ini dilakukan,” pungkasnya.(Koiri)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (55161)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50743)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14030)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13517)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13180)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12454)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8505)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (7290)Sudah 4 Bulan Pegawai Kejaksaan RI Tidak Dapat Dana Remunerasi (6411)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (6210)
Bedah JayaposCV Linang Jaya Diduga Kirim Material Tak Sesuai RAB Ke 30 Penerima Program RTLH Di Desa LabuanPandeglang, Jaya Pos Desa Labuan, Kecamatan Labuan merupakan salah satu desa yang mendapatkan Program Rumah ...


Dinas PUPR Kab Sidoarjo Bidang Pengairan Diduga Lakukan Mark UpPembangunan USB SDN Babat 2 Kecamatan Legok Beraroma KorupsiDiduga Proyek Pembangunan Pasar Cibaliung, Gunakan Besi BekasProyek NUSP-2 ADB Loan Rp 5,9 M di Kapuas Berbau KKNKades Tanjung Diduga Selewengkan Keuangan Desa Ratusan Juta RupiahProyek Jalan Hotmix Desa Medalsari - Saketi Terkesan DitutupiBPK Diminta Audit Hasil Pekerjaan Peningkatan Jalan Perbatasan Tutur Arah Malang
Laporan KhususHari Jadi Bantaeng Ke-764 Gubernur Sulsel Bantu Bantaeng 26 MBantaeng, Jaya Pos Pada tanggal 7 Desember 2018, seluruh masyarakat Bantaeng bersuka cita menyambut kembali ...


Bakti PUPR Bangun Infrastruktur Mempersatukan BangsaLurah Bahu : Sidak Bagi Pendatang Berdomisili di WilayahnyaPengawasan APK Bersama Stakeholder Untuk Pemilu 2019Bupati Canangkan Gerakan Banyumas MembacaBanjir di Buaran DPU Tangsel Sigap Tangani Laporan WargaTanah Datar Gelar Festival Pesona Minang KabauDPRD Sumsel Gelar Rapat Paripurna Ke-LI (51)