Jumat, 15 Desember 2017 - 07:12:34 WIB
Tangani Sengketa Tanah Damang Tewah Turun LapanganKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 183 kali

Baca Juga:Anggaran Dari APBD, MD Sirojul Mu`taalimin di Bangun Asal JadiNHKBP Duren Sawit ( Putra) dan Naposo Pardos Kali Malang (Putri) Juara I Futsal NABAJA CUP III 2012NHKBP Duren Sawit ( Putra) dan Naposo Pardos Kali Malang (Putri) Juara I Futsal NABAJA CUP III 2012Perajin Tempe dan Tahu Ancam Mogok Berproduksi

Kuala Kurun, Jaya Pos

Menangani perkara sengketa tanah antara Esza YM alias Sisi melawan Awat, Ucu dan Tono, pihak Lembaga Kademangan Tewah Kecamatan Tewah Kabupaten Gunung Mas mengadakan komisi ke lokasi sengketa di Sei Panyahanen, Gunung Kaya, Desa Teluk Lawah, Selasa (5/12).

Selain dihadiri oleh sejumlah Mantir Perdamaian, komisi yang dipimpin Damang Kepala Adat Wilayah Kadengan Tewah Patha Asi AMd itu, juga dihadiri aparat kepolisian dari Polsek Tewah, serta penggugat dan tergugat, maupun saksi-saksi dari kedua belah pihak.

Dalam komisi tersebut, setelah dilakukan pengukuran, ternyata posisi dan ukuran tanah yang digugat Esza YM yang akrab dipanggil Sisi itu, tidak sesuai dengan posisi dan ukuran tanah yang dikuasai oleh Awat, Ucu dan Tono. Sehingga Sisi meminta dilakukan pengukuran ulang, namun permintaan ditolak oleh pihak kademangan. Sebab pada saat melakukan pengukuran, Sisi sendiri yang menentukan batas-batas tanah yang digugatnya, tanpa melibatkan saksi-saksi yang berbatasan.

Sebagaimana diketahui dalam surat tertanggal 19 Nopember 2017. Perihal: mohon bantuan penyelesaian masalah tanah yang digarap oleh Awat, Tono dan Ucu, yang terletak di Sei Panyahanen (Gunung Kaya) wilayah Desa Teluk Lawah, ditujukan kepada Damang Kepala Adat Kecamatan Tewah. Sisi menguraikan, bahwa tanah orang tuanya, Minggu (alm) yang terletak di Sei Panyahanen Gunung Kaya itu merupakan tanah bekas ladang, dan saat ini dirusak oleh Awat, Tono dan Ucu menggunakan alat berat, exsavator dan sedot.

Karena itu dia meminta bantuan kepada Damang Tewah, agar bisa menyelesaikan masalah tersebut secara adat dan aturan yang berlaku.
Namun, hal itu dibantah oleh Awat, Tono dan Ucu.

Karena tanah yang mereka garap itu sudah dibeli dari Sisi, bahkan sampai dua kali bayar. “Pertama pada tahun 1982, tanah itu dijual oleh Sisi seharga 15 gram emas per-parit. Dijual 6 parit masing-masing kepada Kalpin Bapa Dodo (alm), Tewang Pajangan, Gandhi Bapa Mitha, Tewah, Bapa Hanjung (alm), Petak Bahandang. Adan, Luwuk Langkuas, Dempak Bapa Gaben (alm) Tewah dan Dewal Bapa Guntur (alm) Teluk Nyatu.

“Kemudian pada tahun 1986, semua bekas parit itu dijual lagi oleh Sisi kepada ayah kami Dempak Bapa Gaben (alm) seharga 2 botol emas urai, masing-masing 1 botol minyak fanbo dan 1 botol obat penicillin, dengan jumlah berat sekitar 169 gram,” ungkap Rindu Sri Astuti, saudara kandung Awat, Tono dan Ucu, saat menguraikan riwayat mereka mengusai tanah tersebut.

Menurut Rindu Sri Astuti, sejak itulah tanah milik Ming­gu, bapa Sisi (alm) itu menjadi milik mereka, dan selama ini dijadikan saudaranya tempat usaha mencari emas, baik secara manual maupun menggunakan alat berat.

Hal itu juga dibenarkan oleh beberapa orang saksi yang siap memberikan keterangan apabila perkara sengketa tanah itu berlanjut. Dan hingga berita ini dimuat, pihak tergugat sedang menunggu panggilan dari pihak Kademangan Tewah.(Mandau)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (55157)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50743)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14030)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13517)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13180)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12454)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8505)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (7289)Sudah 4 Bulan Pegawai Kejaksaan RI Tidak Dapat Dana Remunerasi (6411)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (6210)
Bedah JayaposCV Linang Jaya Diduga Kirim Material Tak Sesuai RAB Ke 30 Penerima Program RTLH Di Desa LabuanPandeglang, Jaya Pos Desa Labuan, Kecamatan Labuan merupakan salah satu desa yang mendapatkan Program Rumah ...


Dinas PUPR Kab Sidoarjo Bidang Pengairan Diduga Lakukan Mark UpPembangunan USB SDN Babat 2 Kecamatan Legok Beraroma KorupsiDiduga Proyek Pembangunan Pasar Cibaliung, Gunakan Besi BekasProyek NUSP-2 ADB Loan Rp 5,9 M di Kapuas Berbau KKNKades Tanjung Diduga Selewengkan Keuangan Desa Ratusan Juta RupiahProyek Jalan Hotmix Desa Medalsari - Saketi Terkesan DitutupiBPK Diminta Audit Hasil Pekerjaan Peningkatan Jalan Perbatasan Tutur Arah Malang
Laporan KhususHari Jadi Bantaeng Ke-764 Gubernur Sulsel Bantu Bantaeng 26 MBantaeng, Jaya Pos Pada tanggal 7 Desember 2018, seluruh masyarakat Bantaeng bersuka cita menyambut kembali ...


Bakti PUPR Bangun Infrastruktur Mempersatukan BangsaLurah Bahu : Sidak Bagi Pendatang Berdomisili di WilayahnyaPengawasan APK Bersama Stakeholder Untuk Pemilu 2019Bupati Canangkan Gerakan Banyumas MembacaBanjir di Buaran DPU Tangsel Sigap Tangani Laporan WargaTanah Datar Gelar Festival Pesona Minang KabauDPRD Sumsel Gelar Rapat Paripurna Ke-LI (51)