Selasa, 31 Juli 2012 - 05:18:07 WIB
Tipu Rekan Bisnis Rp 7,9 Miliar Yu Feng Terancam 4 Tahun PenjaraKategori: Jakarta - Dibaca: 492 kali

Baca Juga:Pemko Depok Diminta Tingkatkan Kualitas Pengelolaan KeuanganDeveloper Perumahan Ciptaningati Bohongi KonsumenDi Bulan Ramadhan 2 Lokalisasi Tetap BeroperasiKPK Diminta Usut Dana Bansos RKB Di Disdik Kabupaten Simalungun

Jakarta, Jaya Pos

Sidang perdana terdakwa Yu Feng alias Ie Fung alias Atu, terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang sebanyak Rp 7,9 miliar milik Rudi Santoso di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara mulai digelar.

Selain penipuan dan penggelapan, penuntut umum juga men­dakwa Direktur PT Matsuka Makmur Abadi itu dengan UU Pen­ce­ga­han dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan an­caman 5 tahun penjara. Ironisnya, baik penuntut umum maupun ma­jelis hakim tidak melakukan pen­ahanan terhadap terdakwa dengan alasan yang tidak jelas.

Salah satu pengunjung sidang, yang kebetulan menonton persidangan ini mengaku sangat heran dan membenci tindakan penegak hukum yang tidak berpihak kepada keadilan. Sebab, kata dia, saudaranya saja yang dituduh menipu sebanyak Rp 8 juta langsung ditahan sejak di polisi hingga divonis hakim.

“Apa bedanya dia dengan saudara saya tadi. Mentang-mentang kami orang miskin diperlakukan tidak manusiawilah namanya itu. Mestinya hakim menahan itu (Yu Feng-red). Berbicara soal jaminan, jika saudara saya tidak ditahan, saya jamin tak akan lari waktu itu, wong dia orang pribumi koq. Tapi kalau dia lari, kemana mau dicari, siapa yang menjamin, ayo. Jadi, saya minta harus ditahan supaya adil,” kata pengunjung yang tak mau memberikan identitasnya itu dengan tegas.

Di dakwaan penuntut umum Emilwan Ridwan yang dibacakan Endang, kasus ini bermula ketika terdakwa mengajak korban Rudi Santoso bekerjasama jual beli barang elektronik dari Cina untuk dijual di Indonesia. Untuk lebih meyakinkan korban, terdakwa me­nawarkan berbagai keuntungan hingga menunjukkan sebuah gu­dang bernama PT Masuka Makmur Abadi yang beralamat di Agu­ng Timur 4 Blok O 1, No 42-43, Sunter Agung Podomoro, yang membuat korban tertarik. “Terjadilah pembuatan perjanjian kerjasama keduanya. Dimana korban sebagai pemilik modal, sedangkan terdakwa yang menjalankan usaha,” kata penuntut umum kala itu.

Sebagai bentuk dari kerjasama tersebut, korban kemudian mengirimkan uang hingga berjumlah Rp 7,9 miliarkepada terdakwa melalui rekening atas nama Shi Mei Xiang (istri terdakwa) dan Merina Liem.

Setelah uang sampai ke tangan terdakwa yang lahir di Cina tersebut, ternyata tidak semua uang itu digunakan untuk beli alat-alat elektronik dari Cina. “Hanya Rp 1,53 miliar saja yang digunakan terdakwa. Sementara sisanya telah digunakan untuk kepentingan pribadinya, seperti membayar utang dan kegiatan operasioanal perusahaannya,” tambah penuntut umum.

Setelah jatuh tempo, terdakwa yang hanya lulusan SMP itu, kemudian memberikan 3 bilyet giro dan cek berjumlah Rp 6,474 miliar sebagai bentuk pembayaran modal kerjasama. “Tetapi ketika korban akan mencairkan bilyet giro dan cek tersebut, ternyata ditolak oleh bank karena dananya kosong,” ujar penuntut umum. RMT Sormin


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66635)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60961)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52723)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18436)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16290)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15554)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15269)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14958)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14721)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10936)
Bedah JayaposDiduga Honor Pencegahan Karhutla Tahun 2019 di Ketapang DisunatKetapang, Jaya Pos Sekjen Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Anti Suap dan Anti Korupsi (LSM Gasak) Ketapang ...


Kejati Babel Usut Dugaan Penyimpangan Pembelian Biji TimahProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas NegaraDiduga Lakukan Pungli, Kepala Desa Dan Panitia PTSL Dilaporkan Ke Kejari PandeglangDiduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Tower Pemancar Dari Ratelindo Berjalan MulusPetugas Tahanan Kejari Kabupaten Bandung Amankan Pembesuk Bawa SabuDaud Pasaribu SH, : Fakta Persidangan, Objek Perkara Merupakan Harta Warisan Ibu Sinap Untuk Poniyem
Laporan KhususOrmas LACAK Mengajak Masyarakat Mengawal Terus Anggaran Negara Dalam Pemberantasan KorupsiCirebon, Jaya Pos Acep Rianto, Ketua Lacak meminta kepada masyarakat untuk mengawal terus anggaran negara ...


Kerajinan Ijuk Panumbangan Tembus Pasar Tanah AirKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanDPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas MubaSiap Tanggap Bencana, Kodim 0711 Pemalang Menamam Rumput VertiverPemkab Gumas Gelar Forum Konsultasi Publik Penyempurnaan Rancangan RKPD 2021Kabid Humas Polda Sulsel Silaturrahmi Dengan Wartawan MarosEbid Diana Putra: Kita Akan Wujudkan Masyarakat Sejahtera