Selasa, 06 Februari 2018 - 07:37:21 WIB
Terdakwa Herry Suganda Pembobol 7 Bank Yang Meraup 836 Milliar Tetap Berkeliaran Kategori: Jakarta - Dibaca: 775 kali

Baca Juga:Disdikpora Cimahi Alokasikan Dana Rp 2,4 MiliarManajemen SMKN 53 Jakarta Gelar Tatap Muka Dengan Orang Tua SiswaWisata Budaya Sianjur Mula-Mula Pusuk Buhit SamosirPasca Ramadhan Samsat Jaksel Berikan Pelayanan Maksimal

Jakarta, Jaya Pos

Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam persidangan kasus pembobol 7 Bank terdakwa Harry Suganda (44) yang berhasil meraup keuntungan Rp 836 miliar disinyalir hakim tidak akan menahan terdakwa, dan mungkin dakan di vonis onslag (ada perbuatan namun bukan pidana). Hal itu dikatakan salah satu korbannya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara pada Jaya Pos.

Saat dikonfirmasi, Ketua Majelis Hakim Dodong di ruang kerjanya terkait tidak dikeluarkannya penetapan penahanan sementara eksepsi terdakwa ditolak, Ketua Majelis Hakim bersama salah satu anggotanya, Dodong mengatakan “Terdakwa belum kami keluarkan penetapan penahanan, karena apabila nanti tidak terbukti melakukan pidana akan repot lagi” ucapnya.

Ketika disinggung jika tersangka sempat ditahan selama 3 bulan di Polda Metro Jaya, ”Ya kami juga sedang mempelajari berkasnya dan juga diberkas ada sidang PKPUnya belum putus,” ujarnya. “Jadi ada kemungkinan ditahan engga pa ?,” tanya Jaya Pos. ”Ya mungkin setelah dalam persidangan ada bukti fakta yang meyakinkan, kami akan mengeluarkan penetapan penahanan, “ ucapnya kepada Jaya Pos.

Dalam persidangan agenda pemeriksaan saksi Ismail dari Bank Mandiri terungkap bahwa terdakwa mempailitkan diri setelah berhasil mencairkan kredit kurang lebih Rp 150 miliar.

Sementara dalam pengajuan kreditnya terdakwa sudah melalui proses yang benar dan tidak ada keganjilan tim dari bank juga sudah melakukan survei namun pada kenyataanya phurcase order salah satu syarat pengajuan ternyata palsu. Terdakwa mengajukan permohonan kredit sekitar Februari dan dicairkan Maret 2015.

Nama Harry Suganda belakangan sering disebut-sebut khususnya di lingkungan industri perbankan tanah air. Ketenaran Harry Suganda karena kepiawaianya dalam membobol dana tujuh bank senilai Rp 836 miliar bermodus penarikan kredit modal kerja berbekal dokumen purchase order (PO) fiktif, lewat perusahaan miliknya PT Rockit Aldeway. Perusahaan ini merupakan produsen batu split.

Sumber dari Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Bareskrim Mabes Polri menyebut, dari total dana yang diraup Harry, sebanyak Rp 398 miliar merupakan duit bank pelat merah, BUMN dan Rp 438 milik bank swasta.

Suasananya persidangan terdakwa Harry terkesan ada kerjasama yang baik dengan saksi dari pihak Bank Mandiri itu, pada saat sidang di sekors. Karena majelis hakim sedang menunaikan sholat Ashar, tiba-tiba terdakwa menghampiri saksi dan duduk disebelahnya entah apa yang dibisikan. Kemudian datang JPU melarang terdakwa duduk di sebelah saksi.

Terdakwa memang mahir dalam melakukan aksinya, mencoba menyelamatkan dari jeratan hukum dengan mengajukan sidang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Dari data yang diperoleh (dilansir dari media Kontan) korban kejahatan Harry berjumlah total 32 pihak, terdiri dari institusi dan perseorangan. Adapun tujuh bank yang menjadi korbannya adalah PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Commonwealth, PT Bank Muamalat Tbk, HSBC Indonesia, PT Bank Ekonomi Raharja Tbk dan PT Bank QNB Kesawan Tbk.

Meskipun telah melakukan serangkaian kejahatan namun saat ini Harry masih bisa melenggang dengan bebas. Pasalnya para aparat hukum yang memeriksa perkara terdakwa sepakat tidak melakukan penahanan rutan. Dalam hal ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjerat terdakwa dengan pasal 378 jo pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sementara waktu terdakwa dalam penyidikan penyidik menjerat terdakwa dengan pasal berlapis yaitu pasal 48 ayat (2) tentan UU Perbankan, pasal 263 KUHP, pasal 378 KUHP dan pasal 3 dan 5 tentang tindak pindana pencucian uang dengan ancaman 15 tahun penjara.(Herman)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerDinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (12915)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (7277)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (3803)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (3092)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (2426)Menuju Sumut 1 Djarot-Sihar Diunggulkan (2091)Komentari Kasus e-KTP, Andar: Abraham Samad Itu 'Omdo' (1735)Pandangan Umum Fraksi PDIP, PAN, dan RNB Terhadap Nota Keuangan dan Raperda APBD Kota Depok TA 2018 (1543)Jerit Tangis Penghuni Lapas Lubuk Pakam Deli Serdang (1433)PT Jembatan Nusantara Melakukan Pembohongan Terhadap Pelamar Pekerjaan (1235)
Bedah JayaposPembangunan Jalan Desa Marumpa Sarat PenyimpanganMaros, Jaya Pos Pengalokasian Dana Desa serta Alokasi Dana Desa dari Pemerintah Pusat dan Daerah, yang ...


Pemprov Riau Bangunan Rumah Layak Huni, Diduga Tidak Tepat SasaranDiduga Bansos Rastra di Desa Ciseureuheun- Cigeulis DitebusPolsek Tapung Amankan Gas Elpiji 3 Kg Bersegel BengkalisPencairan Dana Proyek Gedung Klinik Anak RSJ Diduga di Mark UpPajak Sumbawa Diselewengkan, Terpidana Cristine Tertangkap Di SurabayaAkibat Lemahnya Pengawasan, Penggunaan Dana Desa Diduga Sarat KKNSebelas Tahun Pasar Bertingkat Sungai Guntung Masih Terbengkelai, Siapa Yang Salah ?
Laporan KhususBupati Resmikan RSUD Grati Dengan Harapan Pelayanan Kesehatan Semakin MerataPasuruan, Jaya Pos Bupati Pasuruan Irsyad Yusup meresmikan RSUD Grati Pasuruan yang pembangunanaya ...


Walikota Gs Vicky Lumentut Canangkan Pelayanan Medik 1x24 JamRSUD M Ali Hanafiah Batusangkar Terima Sertifikat Akreditasi Paripurna Bintang Lima dari KARSBupati Muara Enim Teken MoU Peningkatan Kinerja OPD Tahun 2018Upacara Hari Jadi Kabupaten Kampar di Desa Bukit Kemuning Berlangsung KhidmatSekda OKU Kinerjanya Dinilai Cukup Oleh Menpan RB RIBupati Kabupaten Garut Lantik Sekretaris Daerah Kader PDI- P Tumpah Ruah Hadiri Rakercabsus DPC PDI-P Kota Binjai