Senin, 12 Februari 2018 - 06:53:28 WIB
Kejagung Perlu Lakukan Rotasi Ditingkat Kejati dan KejariKategori: Jawa Barat - Dibaca: 189 kali

Baca Juga:KPK Ditantang Segera Tangkap BonaranSMKN 9 Surabaya Cetak Siswa Berbakat Seni dan Budaya BangsaDinas Parawisata Kab Pandeglang Segera Ambil Sikap Pencairan Dana PNPM-MP Caringin Diduga BermasalahPemkot Bandung Belum Terbitkan Izin SOR Arcamanik, Proyek 86 M Sudah Dilelang

Kab Bandung, Jaya Pos

Supaya ada penyegaran di lingkungan setiap Kejaksaan Tinggi maupun Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia, Kejaksaan Agung perlu melakukan rotasi kepada seluruh anggotanya baik dari tingkat Kejati, Kejari seperti pejabat struktural maupun jaksa fungsionalnya yang sudah berdinas diatas 5 tahun lebih di seluruh Indonesia.

Dari pantauan Jaya Pos di lapangan banyak ditemukan jaksa fungsional yang berdinas di satu Kejaksaan Tinggi/Kejaksaan Negeri yang telah mencapai tujuh tahun lebih. Sehingga karier para jaksa fungsional tersebut tidak berkembang.

Bahkan ada jaksa fungsional yang berdinas di satu Kejaksaan Negeri di Kab Bandung yang awalnya masuk di Kejari Kab Bandung pangkatnya masih golongan 3B-3C, hingga saat ini jaksa tersebut sudah berpangkat golongan 4A dan masih tetap berdinas di Kejari Kab Bandung.

Dan yang lebih ironis lagi Jaya Pos mendapatkan informasi yang akurat di lingkungan Kejari Kab Bandung, ada satu oknum jaksa yang sudah terkena sanksi dari Kejagung seperti penurunan pangkat karena melakukan pelanggaran fatal, tetapi oknum jaksa tersebut masih tetap berdinas di Kejari Kab Bandung dengan tipe klas A.

Hingga saat ini, dan membuat publik bertanya-tanya apa yang menjadi pertimbangan Kejagung sehingga jaksa yang sudah bermasalah pun masih tetap dipertahankan di Kejari Kab Bandung.

Wartawan Jaya Pos setiap harinya melakukan liputan di lingkungan Kejari Kab Bandung yang tergabung dalam Pokja Wartawan di Kejari Kab Bandung, dan sudah 7 tahun ini memantau kinerja para jaksa dan pegawai di lingkungan Kejari Kab Bandung.

Untuk mengetahui aturan rotasi kepegawaian yang diterapkan oleh Kejaksaan Agung, Jaya Pos melakukan konfirmasi kepada Eko sebagai Kekasubagbin (Bagian pembinaan) Kejari Kab Bandung, mengenai adanya beberapa JPU yang berdinas di Kejari Kab Bandung yang sudah mencapai 5 - 7 tahun lebih.

Eko mengatakan kepada Jaya Pos, memang sebaiknya JPU ataupun pejabat struktural paling lama berdinas di tiap Kejari maupun Kejati idealnya adalah 2 - 2,5 tahun saja, supaya karier dan pengalaman para jaksa tidak terhambat, dan juga untuk tetap menjaga idealis para jaksa dari godaan-godaan terjadinya praktik korupsi ataupun gratifikasi dari yang berperkara.”Dan semua kewenangan rotasi para jaksa tetap berada di tingkat Kejagung,” ungkapnya kepada Jaya Pos.

Dari pantauan Jaya Pos di lingkungan Kejari Kab Bandung, masih ada beberapa JPU yang sudah berdinas di Kejari Kab Bandung diatas 5 tahun tetapi belum juga dirotasi kedaerah lain, sebenarnya sudah santer terdengar di lingkungan Kejari Kab Bandung, kalau beberapa JPU yang sudah berdinas diatas 5 tahun tersebut, diduga sudah sering bermain dalam penanganan perkara-perkara yang sedang mereka tangani.

Dari pantauan Jaya Pos, sering terlihat keluarga terdakwa berseliweran keluar masuk keruangan JPU. Seharusnya ada aturan dari Kejagung supaya keluarga terdakwa tidak diperbolehkan berinteraksi langsung dengan JPU. Karena menjadi rentan terjadinya negosiasi antara JPU dan keluarga terdakwa, seperti tawaran pengurangan tuntutan bagi terdakwa.

Harusnya Kejagung lebih peka terhadap jajarannya dibawah, padahal setiap Kejari-Kejari di seluruh Indonesia sudah ada bagian pembinaan (Kasubagbin) dan untuk Kejati sudah ada Asisten Pembinaan (Asbin), yang seharusnya berfungsi untuk memberikan laporan kepada Karopeg Jambin (Kejagung), bilamana ada JPU ataupun pejabat struktural yang memang sudah berdinas lebih dari 5 tahun ditiap kejari-kejari diseluruh Indonesia, supaya Jambin secara rutin selalu mendapatkan masukan/laporan untuk rencana rotasi para Jaksa yang sudah diatas 5 tahun berdinas ditiap Kejati ataupun Kejari diseluruh Indonesia.

Apabila aturan ini berjalan dengan baik dari Kejagung maka secara bertahap praktik-praktik korupsi dan gratifikasi yang rentan menggoda para jaksa pasti bisa berkurang. (HendriH)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59091)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50948)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14253)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (13861)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13720)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13399)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13354)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12703)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8741)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8260)
Bedah JayaposKetua NCW Lahat Dapat Surat Balasan Terkait Dugaan Korupsi di PUPR Senilai Rp24 MNCW desak KPK agar secepatnya memproses kasus dugaan korupsi senilai Rp 24 miliar yang dilaporkan melalui ...


RSI Siti Hajar Tidak Profesional Dalam Menangani PasienPolemik Pengiriman 2.493 Ton Zirkon Oleh PT Putraprima Mineral MandiriDiduga Gelapkan Dana Nasabah, PT PNM Unit Amurang Dilaporkan Ke Polda SulutMencuri Kabel Milik PT OKI Pulp and Papers Mills, Sarmadin Ditangkap PolisiMantan Camat Merapi Timur Diduga Terlibat Pembuatan Surat Tanah FiktifDrainase Desa Rimba Beringin Rusak Diduga Pembangunan Asal JadiRealisasi APBD Membengkak, Biaya Perjalanan Dinas 2017 Terindikasi Korupsi ?
Laporan KhususPenilaian Dasawisma Aster II "Optimis Raih Juara"Padang Panjang, Jaya Pos Dasawisma Aster II berhasil menjadi nominator Kelompok Dasawisma Berprestasi ...


Fachrori: Kita Berupaya Maksimal Wujudkan Program Pembangunan 30 Ribu Massa Akan Ramaikan Gelaran Generasi Muda Cinta Lalu Lintas di Provinsi JambiFachrori Rapat Bersama Mentan Bicarakan Penguatan Harga Karet dan PanganHasil Evaluasi SAKIP Pemkab Gunung Mas Raih Predikat BPerbub Baru: Gaji PTT di Gumas Diatas UMKBupati Gumas Lantik 59 Kades Terpilih Periode 2018-2024Jiwa Rela Berkorban R Joko Kaiman Perlu Diteladani