Senin, 12 Februari 2018 - 07:05:53 WIB
Pembangunan Drainase Desa Pangkalan-Sobang Diduga Rusak Rumah WargaKategori: Banten - Dibaca: 298 kali

Baca Juga:Camat Tanggulangin Pungli Terkait PronaKPK Ditantang Segera Tangkap BonaranSMKN 9 Surabaya Cetak Siswa Berbakat Seni dan Budaya BangsaDinas Parawisata Kab Pandeglang Segera Ambil Sikap Pencairan Dana PNPM-MP Caringin Diduga Bermasalah

Pandeglang, Jaya Pos

Pembangunan drainase yang menggunakan anggaran dari Dana Desa (DD) di Kp Tanjakan Asem Desa Pangkalan Kecamatan Sobang, diduga telah merusak rumah warga, pasalnya saat melakukan pekerjaan tersebut pihak desa menggali pondasi terlalu dalam.

Hal tersebut dikatakan Warna selaku pemilik rumah saat dikonfirmasi Jaya Pos, (7/2). Warna pada saat itu mengaku sudah mengingatkan ke pekerja agar hati-hati kalau akan menggali pondasi, sebab nanti bisa mengakibatkan longsor namun tidak digubris. “Sebelumnya saya sudah berapa kali mengingatkan, awas hati-hati, nanti bisa-bisa longsor rumah saya, tapi tidak didengar, dan akhirnya dapur saya longsor,” ujarnya.

Masih kata Warna, saat dapur rumahnya longsor akibat galian pekerjaan drainase dari DD Desa Pangkalan, dia meminta ganti rugi ke kepala desa namun saat itu hanya dikasih alakadarnya dan tidak sesuai dengan kerugian yang dialaminya. “Mau dikasih ganti rugi sama kepala desa hanya Rp 3 juta tapi tidak saya terima sebab tidak sesuai dengan kerugian yang saya alami.

Ini saja saya betulkan sendiri alakadarnya sudah habis 4 juta, kalau mau seperti semula harus dengan biaya Rp 5 juta lagi,” ucapnya dengan nada kesal lantaran menunggu pertanggung jawaban dari kepala desa tidak kunjung dia terima. Alhasil, Warna merehab dapur rumahnya dengan biaya sendiri.

Hal berbeda dikatakan Mulyadi, Kepala Desa Pangkalan. Ia mengaku kalau Warna selaku pemilik rumah, saat pekerjaan berlangsung tidak berbicara apa-apa, adapun terkait ganti rugi, Mulyadi memang akan mengganti uang sejumlah Rp 3 juta, kalau lebih dari itu dirinya mengaku keberatan.

“Pada saat pekerjaan berlangsung Warna ada di lokasi, tapi tidak komentar apa-apa, malah dia ikut kerja dan saya tidak memerintahkan ke pekerja untuk menggali. dan perlu diketahui rumah Warna itu hanya bergeser saja beberapa senti, tidak longsor. Mengenai ganti rugi saya sudah musyawarah dengan BPD akan mengganti Rp 3 juta tapi tidak diterima. malah minta lebih dari itu, saya tidak sanggup. Uang dari mana pak,” ujarnya.

Sementara itu, Dadan Hermawan SH selaku kuasa hokum dari Warna, saat permasalahan ini tidak dihiraukan oleh kepala desa, mengaku sudah melaporkan permasalahannya ke pihak kejaksaan agar ditindak dengan tegas. Sebab menurutnya dia, sudah mencoba berbicara baik-baik dengan Kepala Desa Pangkalan saat itu tapi tidak ada tanggapan.

“Saya sudah mencoba ngobrol secara baik-baik ke kepala desa, kalau mau ganti rugi silahkan kalau mau dibangun lagi dapur pak Warna silahkan, akan tetapi kepala desa sepertinya tidak ada niat baik. Makanya masalah ini saya laporkan ke Kejaksaan Negeri Pandeglang agar ditindak lebih lanjut,” tandasnya. (Yan)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59091)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50948)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14253)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (13861)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13720)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13399)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13354)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12703)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8741)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8260)
Bedah JayaposKetua NCW Lahat Dapat Surat Balasan Terkait Dugaan Korupsi di PUPR Senilai Rp24 MNCW desak KPK agar secepatnya memproses kasus dugaan korupsi senilai Rp 24 miliar yang dilaporkan melalui ...


RSI Siti Hajar Tidak Profesional Dalam Menangani PasienPolemik Pengiriman 2.493 Ton Zirkon Oleh PT Putraprima Mineral MandiriDiduga Gelapkan Dana Nasabah, PT PNM Unit Amurang Dilaporkan Ke Polda SulutMencuri Kabel Milik PT OKI Pulp and Papers Mills, Sarmadin Ditangkap PolisiMantan Camat Merapi Timur Diduga Terlibat Pembuatan Surat Tanah FiktifDrainase Desa Rimba Beringin Rusak Diduga Pembangunan Asal JadiRealisasi APBD Membengkak, Biaya Perjalanan Dinas 2017 Terindikasi Korupsi ?
Laporan KhususPenilaian Dasawisma Aster II "Optimis Raih Juara"Padang Panjang, Jaya Pos Dasawisma Aster II berhasil menjadi nominator Kelompok Dasawisma Berprestasi ...


Fachrori: Kita Berupaya Maksimal Wujudkan Program Pembangunan 30 Ribu Massa Akan Ramaikan Gelaran Generasi Muda Cinta Lalu Lintas di Provinsi JambiFachrori Rapat Bersama Mentan Bicarakan Penguatan Harga Karet dan PanganHasil Evaluasi SAKIP Pemkab Gunung Mas Raih Predikat BPerbub Baru: Gaji PTT di Gumas Diatas UMKBupati Gumas Lantik 59 Kades Terpilih Periode 2018-2024Jiwa Rela Berkorban R Joko Kaiman Perlu Diteladani