Sabtu, 24 Februari 2018 - 09:26:53 WIB
Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran DiriKategori: Pendidikan - Dibaca: 4310 kali

Baca Juga:Tidak Independen dan Profesional, Nurhasana Waruhu Mengaku Kecewa Terhadap Penegak HukumRuang Inap RS Anuntaloko Tak Rampung, Direkturnya BungkamLelaki Hidung Belang Rawan Tertular HIVListrik Sering Mati, Masyarakat Kesal Serang Kantor PLN

Keduanya dianggap melanggar tata tertib dan aturan sekolah yaitu telah melakukan perbuatan
yang tidak semestinya hingga akirnya (NS) hamil di luar nikah.

Pasuruan, Jaya Pos

Dua orang siswa SMKN Tutur berinisial (FI) dan (NS) kelas (X11) terpaksa ha­rus menelan pil pahit karena sudah dikeluarkan oleh pihak sekolah. Padahal hanya kurang beberapa bulan lagi akan ada ujian akir guna menentukan kelulusan mereka. Hal ini bukanya tanpa sebab musabab, pihak sekolah mengeluarkan mereka karena dianggap melanggar tata tertib dan aturan sekolah yaitu telah melakukan perbuatan yang tidak semestinya hingga akirnya (NS) hamil di luar nikah.

Selasa (20/02/18) Jaya Pos melakukan konfirmasi terkait hal ini dan ditemui oleh beberapa guru sebagai perwakilan karena kepala sekolah sedang sakit. Menurut Sri Wahyuningsih, pihak sekolah sudah pernah memberikan teguran terhadap FI dan NS. Akan tetapi mereka masih membandel dan akibatnya NS hamil.

Bahkan perbuatan mereka sudah terdeteksi sekitar bulan Agustus, pihak sekolah hanya menerapkan peraturan yang ada dan sudah mengajukan pencabutan hak mengikuti ujian. Nama para siswa juga sudah dihapus di pusat jadi pihak sekolah menyarankan dan memfasilitasi mereka ke paket C.
Akan tetapi permasalahan itidak hanya sampai di situ saja.

Ternyata ada beberapa kejanggalan dalam surat pengunduran yang ditanda tangani oleh kedua siswa tersebut. Mulai dari tidak dipanggilnya wali murid ke sekolah dan juga tanda tangan orang tua yang sampai saat ini masih diperdebatkan. Karena Abdul Karim, orang tua dari FI menegaskan tidak tahu dan tidak menandatangani surat pengundurann diri anak­nya tersebut. Bahkan ketika e-KTP dan surat pengunduran itu disejajarkan memang tanda tangan tidak sama.

Hal ini ditegaskan di depan awak media dan para wali murid sewaktu awak media konfirmasi. Anehnya lagi, dalam surat tersebut menegaskan yang mengundurkan ndiri adalah orang tua murid.

Abdul Karim yang datang bersama anaknya sempat bersitegang terkait masalah ini. Selain Abdul Karim yang merasa baru mengetahui permasalahan ini ketika anaknya sudah dikeluarkan. FI sendiri menegaskan masih sangat ingin melanjutkan sekolah hingga lulus. Karena hanya tinggal beberapa bulan lagi dan siap bertanggung jawab terhadap perbuatanya yang dia akui salah.

Salah satu guru, Wawan me­negaskan sangat percaya kalau yang tanda tangan itu orang tua para siswa. Bahkan berharap pihak Polsek mau memediasi atau menegaskan keaslianya dan berharap hal ini tidak di publikasikan. Karena selain nama sekolah yang bisa jelek di mata masyarakat, para siswa juga yang pastinya malu.

Ketua Komite, Jumali ketika dikonfirmasi terkait hal ini juga menegaskan kalau sudah memanggil semua yang berkepentingan dan berharap adanya solusi yang baik untuk kebaikan bersama. Bahkan Jumali juga sudah menegur pihak sekolah terkait hal ini karena para siswa juga merupakan tanggung jawab bersama yang harusnya dibina.

Sedangkan di tempat berbeda, Sumarsono, Ketua LSM Rakyat Sejahtera sekaligus pengamat pendidikan ketika mengetahui hal ini merasa sangat menyayangkan adanya kejadian yang harusnya bisa diantisipasi baik itu wali murid dan para guru sebagai pembina, “Seharusnya hal seperti ini jangan langsung ditanggapi negatifnya saja mas, menurut saya pihak sekolah juga harusnya bisa mempertimbangkan masa depan siswa yang beberapa bulan lagi juga Insa Allah bisa lulus, nah kalau begitu ketahuan langsung dikeluarkan begini masa depan mereka bagaimana mas, iya kita sadar mereka sudah melakukan perbuatan yang salah akan tetapi kita sebagai orang yang tua ini harusnya juga menyadari dari berbagai aspek, KPAI harus turun tangan terkait hal ini mas, kasihan siswa yang harusnya dibina malah dihukum dengan hukuman seperti ini yang akibatnya nanti ya salah satunya susah cari kerja mas kalau ijazah saja tidak punya,walaupun sudah disarankan ke paket c akan tetapi kan ijazahnya jadi lain mas,” ujarnya. (Sp/Tf)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59089)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50946)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14252)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (13814)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13718)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13398)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13352)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12701)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8737)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8257)
Bedah JayaposKetua NCW Lahat Dapat Surat Balasan Terkait Dugaan Korupsi di PUPR Senilai Rp24 MNCW desak KPK agar secepatnya memproses kasus dugaan korupsi senilai Rp 24 miliar yang dilaporkan melalui ...


RSI Siti Hajar Tidak Profesional Dalam Menangani PasienPolemik Pengiriman 2.493 Ton Zirkon Oleh PT Putraprima Mineral MandiriDiduga Gelapkan Dana Nasabah, PT PNM Unit Amurang Dilaporkan Ke Polda SulutMencuri Kabel Milik PT OKI Pulp and Papers Mills, Sarmadin Ditangkap PolisiMantan Camat Merapi Timur Diduga Terlibat Pembuatan Surat Tanah FiktifDrainase Desa Rimba Beringin Rusak Diduga Pembangunan Asal JadiRealisasi APBD Membengkak, Biaya Perjalanan Dinas 2017 Terindikasi Korupsi ?
Laporan KhususPenilaian Dasawisma Aster II "Optimis Raih Juara"Padang Panjang, Jaya Pos Dasawisma Aster II berhasil menjadi nominator Kelompok Dasawisma Berprestasi ...


Fachrori: Kita Berupaya Maksimal Wujudkan Program Pembangunan 30 Ribu Massa Akan Ramaikan Gelaran Generasi Muda Cinta Lalu Lintas di Provinsi JambiFachrori Rapat Bersama Mentan Bicarakan Penguatan Harga Karet dan PanganHasil Evaluasi SAKIP Pemkab Gunung Mas Raih Predikat BPerbub Baru: Gaji PTT di Gumas Diatas UMKBupati Gumas Lantik 59 Kades Terpilih Periode 2018-2024Jiwa Rela Berkorban R Joko Kaiman Perlu Diteladani