Sabtu, 10 Maret 2018 - 06:56:58 WIB
Kerajinan Tenun Lidi Ciamis Menembus Pasar EropaKategori: Jawa Barat - Dibaca: 156 kali

Baca Juga:Bandar Sabu Status Tahanan MelahirkanAda Korupsi di Sudin Kesmas Jakarta BaratBUMN PPKS Unit Marihat Kangkangi Izin Galian C dan Perpres 54/2010Mantan Napi Korupsi Itu Kembali Beraksi

Ciamis, Jaya Pos

Kerajinan anyaman lidi yang diracik oleh Nurul Huda alias Asep Nyere (41), warga Dusun/Desa Panyingkiran Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis kini mulai menembus pasar Eropa. Beragam aksesoris dan souvenir yang diproduksinya dengan bahan baku lidi kini mendarat di Belanda. Pemasaran lewat online telah berperan menjembatani datangnya konsumen dari Belanda.

Dalam sekali pengiriman, tenun lidi yang terjual ke Belanda bisa mencapai 5.000 meter. Dirinya melakukan pengiriman dalam rentang waktu seminggu. Selain tenun lidi, produk yang dipesan juga ada yang berupa taplak meja, box DVD, pas bunga, box tisu, tempat sampah indoor dan lainnya.

“Ya, dulu ekspor seminggu sekali regular. Namun pada tahun 2015 sempat berhenti. Alhamdulillah, sekarang dilanjutkan lagi ekspor namun dengan sistem pesanan. Setahun ini paling sekitar 3 kali, lumayan lah. Terhitung sejak tahun 2012 silam, antusiasme konsumen dari Belanda untuk membeli produk dengan bahan baku tenun lidi mulai mampir hingga terjadi transaksi,” kata Asep Nyere.

Sementara untuk pangsa pasar lokal, permintaan datang dari Tasikmalaya, Ban­dung, Jakarta, Bali dan lainnya. “Macam-macam barang produksi dari tenun lidi mulai dari taplak meja, wadah file, wadah dvd, tirai, pas bunga, perlengkapan kantor, tempat majalah dan sejenisnya,“ ujar Asep.

Harga aksesoris dari tenun lidi yang diproduksi Asep Nyere bervariasi mulai dari Rp. 10 ribu sampai Rp. 50 ribu. Aep Nyere mengakui kendala yang dihadapinya dari sisi sumber daya manusia yang kerap kali dihinggapi kejenuhan. Untuk memotivasi­nya, Asep akan memberikan intensif bila produk bisa mencapai target yang ditentukan.

Sekarang sudah puluhan warga yang diberdayakan untuk memproduksi tenun lidi di Desa Panyingkiran. Produksi dilakukan di rumahnya masing-masing atau home industri secara manual menggunakan alat tenun. Kalau di pabrik itu hanya finishing dan kontrol kualitas produk. Ia berharap, memasuki tahun politik, suasana bisa tetap berjalan kondusif. “Kondusifitas menjadi salah satu bagian penting dalam menjalankan kegiatan usaha. Apa lagi untuk ekspor impor. Jadi, saya harap situasi tetap kondusif,” ujar dia.

Asep Nyere sendiri mulai terjun menekuni usaha itu karena melihat di Kabupaten Ciamis memiliki pohon kelapa yang melimpah. Untuk itu Asep Nyere berinisiatif untuk membuat produk yang berasal dari lidi yakni dengan ditenun untuk kemudian dijadikan kerajinan aksesoris dan souvenir.

“Kalau Tasikmalaya dengan mendongnya, untuk Ciamis ternyata tenun lidi ini banyak yang tertarik baik di pasar lokal maupun pasar internasional,“ katanya.

Dia mengaku, merintis usahanya sejak tahun 1998 dengan modal awal yang minim. Seiring, berjalannya waktu, produksinya banyak diminati dengan omset yang cukup besar. Di tahun 2002 akhirnya usahanya mendapat legalitas. Pemasarannya semula menawarkan produknya secara manual, dengan berkembangnya teknologi Asep Nyere memanfaatkan media sosial.  (Mamay)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50370)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13454)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12783)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8009)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5335)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (4892)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (4572)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3946)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (3797)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3616)
Bedah JayaposProgram PPLP di Dispora Jatim Jadi Ajang Korupsi ?Surabaya, JAYAPOS - Pemusatan Pelatihan Pelajar Provinsi Jawa Timur (PPLP) digulirkan sejak tahun ...


Kades Mekar Sari-Panimbang Diduga Manipulasi Data BSPS Kaum MiskinDana DAK Rehab, RKB dan Perpustakaan Sekolah Diduga Dipungli Hingga Ratusan Juta RupiahPerusakan Pagar Beton Diperintah Oleh TerdakwaPenggunaan Anggaran Pendidikan PAUD Mantan Pjs Mekar Jaya Diduga Tidak TransparanPungli di CV BB Travel Catut Nama Polres Penyidik Dilapor Ke Propam Polda KaltengPedestrian Merr-Kalidami Senilai Rp 3 Milyar Terkesan Asal JadiGalian C Desa Treman Kabupaten Minut Diduga Tidak Mengantongi Izin
Laporan KhususBuka Pekan Koperasi, Walikota Jabarkan Tiga Komponen ReformasiPekan koperasi yang digagas oleh DKUM Kota Depok ini mengusung tema koperasi bergerak bersama untuk ekonomi ...


Wagub Berikan Jawaban pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi SumselBupati OKI Minta Polisi Tindak Tegas Pembakaran LahanSrikandi Pasegeran Multi Peran di TMMDSembako Malam Disalurkan Kepada Warga Sasaran TMMD BanjarnegaraPeringatan Harganas XXV Tahun 2018, Bupati Irdinansyah Peroleh Tanda Kehormatan Manggala Karya KencaSuport Ibu-ibu Karanggondang Luar Biasa "Tak Ragu Langsir Material"Pemprov Jambi Dukung Pelestarian Olahraga Tradisional dan Liga Santri