Sabtu, 10 Maret 2018 - 07:16:49 WIB
Pemkab Sidoarjo dan Mojokerto Dinilai Lalai Menyediakan Lahan Pengganti TKDKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 188 kali

Baca Juga:Bandar Sabu Status Tahanan MelahirkanAda Korupsi di Sudin Kesmas Jakarta BaratBUMN PPKS Unit Marihat Kangkangi Izin Galian C dan Perpres 54/2010Mantan Napi Korupsi Itu Kembali Beraksi

Sidoarjo, Jaya Pos

Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, kegiatan PPK Penyedia Air Baku 1 Jl Menur No 123 (kantor PPKPAB 1) Surabaya dengan nama pekerjaan pembangunan long storage untuk air baku di Kabupaten Sidoarjo yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto tanggal kontrak 20 Oktober 2017, waktu pelaksanaan 786 hari kalender dengan sumber dana APBN TA 2017-2019 nilai kontrak Rp 366.705.650.000 (incl PPn) pelaksana PT Nindya Jaya, KSO merupakan gabungan perusahaan PT Nindya Karya (persero) dan PT Rudy Jaya yang beralamat di Jl Trenggilis Tengah No 6 Surabaya.

Terkait bakal hilangnya TKD (Tanah Kas Desa) yang akan segera dilakukan kegiatan kontruksi oleh kontraktor PT Nindya Jaya yang membangun long storage guna menampung air baku yang nantinya akan digunakan untuk menyediakan air bersih 65% bagi masyarakat di Sidoarjo dan 35% bagi masyarakat Mojokerto yang dilengkapi 3 pompa super besar di Mojokerto dan 5 pompa di Sidoarjo.

Hasil wawancara khusus Jaya Pos dengan Kepala Desa Kwatu H Khosim, juga Kepala Desa Luminggir Agus Irwanto dan Kepala Desa Ngimbangan Rudy Subagyo, Kamis (8/3) menyebutkan bahwa mereka yang terdampak langsung proyrek tersebut merasa sangat resah dan sangat tidak nyaman, pasalnya warga masyarakat terus-menerus mendesak untuk menanyakan nasib TKD yang terancam hilang akibat proyek ini.

Kepala Desa Kwatu mengatakan bahwa sejak semula atau sebelum proyek dimulai telah ada indikasi niat untuk menggarong kandungan pasir yang ada di tanah kas desa tersebut. Itu diketahui Kepala Desa Kwatu seusai sosialisasi di BBWS Brantas tahun 2016.

Terpisah, Ketua LSM WAR Didik Wahono SH MSi yang dikonfirmasi Jaya Pos di Polda Jatim, Kamis (8/3) mengatakan, dengan hilangnya Tanah Kas Desa Tarik Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo seluas 2,9 ha, dan Desa Kwatu Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto seluas 0,5 ha, maka yang patut disalahkan dalam hal ini adalah Pemkab Sidoarjo dan Pemkab Mojokerto.

Didik lebih jauh mengatakan, sebagaimana diatur dalam Undang–Undang No 2 tahun 2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum khususnya beberapa pasal yang mengatur hal tersebut seperti pasal 3, 4, 5 dan 9 serta pasal 46 ayat 1 dan 2 lebih detail pasal 48 ayat 2 yang berbunyi: instansi yang memerlukan tanah dapat mulai melaksanakan kegiatan pembangunan setelah dilakukan serah terima hasil pengadaan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dan ayat 1 yang berbunyi: lembaga pertanahan menyerahkan hasil pengadaan tanah kepada instansi yang memerlukan tanah setelah: (a) Memberikan ganti kerugian pada pihak yang berhak dan pelepasan hak sebgaimana dimaksud dalam pasal 41 ayat 2 huruf A telah dilaksanakan.

Sementara Kepala Desa Tarik Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo H Sultoni kepada Jaya Pos mengatakan bahwa Tanah Kas Desa Tarik telah jadi kubangan dan ini jelas–jelas merugikan warga desa sehingga menyebabkan masyarakat beropini tidak baik terhadap kepala, bahkan berkembang fitnah di masyarakat yang pada intinya memojokkan kepala desa yang disebut telah mendapat sesuatu hingga diam saja. Tapi, sumpah demi Allah, itu fitnah mas,” tegas H Sultoni.

Lain hal PPK PAB 1 yang dihubungi via telepon seluler melalui pelaksana tiknis Zainudin, sama sekali tidak me­respon konfirmasi wartawan. (ZEIN)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerDinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13168)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12610)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (8573)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (7726)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5102)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3638)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3474)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (3276)PT Jembatan Nusantara Melakukan Pembohongan Terhadap Pelamar Pekerjaan (2265)Menuju Sumut 1 Djarot-Sihar Diunggulkan (2232)
Bedah JayaposPelebaran Jalan Rantepao-Palopo Senilai 141,6 M BermasalahSeharusnya proyek ini sudah berakhir pada Desember 2017 lalu, hingga memasuki tahun 2018, pekerjaan belum ...


Bibit Tanaman Bantuan Diembat Kabid dan PNS Perikanan dan Ketahanan PangaProyek Penataan Halaman Rusun di Kapuas Senilai Rp 1,3 M Terindikasi KKNAbaikan Persyaratan Dokumen Kontrak, CV. MGA Harus Bertanggung JawabPolsek Kualuh Hulu Diduga Tangkap Lepas Pemain JudiAPBDeS Balong Garut Dikorupsi ? (BAG. 3)Geruduk Kantor Bupati dan DPRD, Kampak Tuntut Sekda dan Kepala BPKPSDM Kembalikan Uang PungliBukan Hanya Sarat Pungli, Pengangkatan Pramubakti Di Kantor Kemenag Pandeglang Berbau Nepotisme
Laporan KhususDandim Salim 0304 Agam Lakukan Kegiatan Peduli Lingkungan Danau Maninjau Dan Berbagi KasihAgam, Jaya Pos Program kegiatan Peduli Lingkungan Danau Maninjau Kab.Agam Sumatera Barat dilakukan oleh ...


Rumahnya Dibangun, Napiah Berterimakasih Kepada Tim Wasev Kodam IV/DiponegoroDan TNI AL Adakan Kegiatan Terjun PayungTujuh Dinas Usul Perubahan AnggaranNiat Terpangil Meriahkan Penutupan TMMD Dengan Tari Rampak PurbalinggaKabupaten Ciamis Siap Kembali Meraih Adipura Kali Ke 9 71 Desa di Ciamis Terima Dana DesaBNN Kota Manado Giat Pengembangan Kapasitas P4GN di Instansi Pemerintah